21 August 2012

Behind The Story : The Boarding # 1: Please, Deh

Ini salah satu novelku yang penggarapannya makan waktu sangaaat lama. Bukan karena butuh studi literatur yang mendalam. Bukan juga karena tebalnya mengalahkan tumpukan batu bata.

Novel ini mulai aku tulis tahun 2001, berupa oret-oretan di buku tulis 40 halaman bergambar kura-kura. Nulisnya juga di kantor, kalo lagi nggak ada kerjaan. Selesainya? Sekitar bulan Maret tahun 2006. Alhamdulillah, terbit akhir 2006.

Lama banget? Yup. Tahun 2001 itu aku hamil anak pertama. Nggak tau kenapa, jadi males banget nulis. Dan ternyata malesnya keterusan. Baru diterusin lagi waktu udah kenal dan suka email-emailan sama Mbak Mimin (Aminah Mustari).

Malas dan keinginan memang sering adu kuat menarik tangan untuk menulis.


Gara-Gara Enid Blyton

Keinginan menulis The Boarding # 1 ini sudah lamaaa... sekali. Gara-garanya waktu kecil aku suka sekali baca buku-buku Enid Blyton. Mallory Towers, St. Clare, Elizabeth (Si Badung), dll. Rasanya asyik banget sekolah di boarding school begitu.

Mungkin terobsesi, ya. Alhasil, bekerja di boarding school masuk ke daftar keinginanku. Terus terang, aku pengin tahu rasanya berada dalam boarding school begitu.

Tahun 2001, keinginan itu terwujud. Aku kerja di SMA Madania Boarding School di Parung, Bogor. Ooh, ternyata begini ya kehidupan sebenarnya di sebuah boarding school. Begini, toh, kehidupan anak-anak remaja dalam sebuah sekolah berasrama.

Di situlah, novel The Boarding # 1 ini mulai aku tulis.


Rencananya Trilogi

Sebenarnya buku ini direncanakan akan jadi trilogi (The Boarding # 2  dan The Boarding # 3). Sayangnya, belum ada lampu hijau dari penerbit novel ini, meskipun The Boarding # 1 sudah sampai cetakan ketiga.


Bisa aku bayangkan. Kalau nanti memulai meneruskan The Boarding # 2, pasti butuh energi ekstra. Perlu berkenalan lagi dengan para tokoh dalam novel itu: Tasya, Sarah, Dini, Astri, dan teman-temannya yang berada dalam Nurul Iman Boarding School....

***
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...