10 August 2012

Daur Ulang, Yuuuk


Notes dari bahan daur ulang. Koleksi Pribadi
Kalau melihat dus-dus bekas, koran-koran bekas numpuk, botol yang lucu-lucu... kadang-kadang rasanya sayang kalau mau membuang barang-barang itu begitu saja. Tapi... nyimpen juga nggak mungkin. Selain gak ada tempat, bisa-bisa memancing kumatnya alergi. Kalau dibuang gitu aja... beneran deh, sayang banget.

Diloakin? Yaela... paling tinggi juga seceng sekilonya. Tapi masih mendingan juga, ya, daripada jadi penangkap debu di rumah.

Salah satu alternatifnya adalah mengubah penampilan benda-benda bekas itu jadi sesuatu yang lebih bernilai jual.


Sebenarnya sudah banyak orang yang melakukan hal seperti ini. mendaur ulang barang-barang bekas. Bagus-bagus. Harganya juga jadi mahal karena handmade dan ada sentuhan seni.



Tak Selalu Mahal

Cuma... mungkin tak selamanya bisa dikasih harga mahal.
  • Kertas daur ulang sering lebih mahal daripada kertas baru. Alhasil, orang lebih memilih untuk membeli kertas baru yang lebih murah. Alhasil lagi, akan lebih banyak pohon ditebang untuk memenuhi kebutuhan akan kertas ini. Prinsip daur ulang untuk go green jadi kurang berhasil.

  • Begitu juga dengan tas bekas kemasan plastik vs tas plastik anyar, celengan kaleng/botol bekas vs celengan plastik. Kalau harganya jauh lebih mahal daripada yang baru, orang-orang pasti lebih milih beli yang baru. (Ngeliat dari kacamata konsumen, nih :D )


 
Usaha daur ulang selain menguntungkan (bahan bakunya murah, bahkan gratis) juga bisa memanjangkan usia pemakaian suatu barang hingga mengurangi tumpukan sampah yang menjadi beban bumi.

Kalau bukan kita penghuni bumi yang peduli, siapa lagi?

***
Catatan
Tulisan ini pernah kuposting di terasretno.multiply.com, Oktober 2009.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...