19 November 2012

Behind The Story TITIK BALIK

Naskah yang kukirim untuk mengikuti Lomba Cipta Karya Inspiratif (Penerbit Leutika) ini kutulis di tengah-tengah penggarapan buku Business Moms.



TITIK BALIK

Dua kata itu langsung memikat minatku. Aku bahkan merasa dua kata itu memang ditujukan untukku.

Sempat tebersit, kalau kutuliskan ini, tidakkah mengumbar aib sendiri? Setelah mengingat dan menimbang, akhirnya memutuskan: Tidak. Aku ingin berbagi. Aku yakin, banyak orang lain yang pernah terjatuh, terjerembap, dan terpuruk dalam kegagalan dan air mata. 

 
Mungkin ada yang berhasil bangkit, mungkin ada yang terus terpuruk di sana. Yang berhasil bangkit pun tak semuanya diberi kemampuan untuk menuliskan kisahnya.


Allah telah memberiku kemampuan untuk menulis. Semua perih, air mata, dan sakit yang pernah kualami pasti bukan terjadi tanpa maksud. Mungkin aku harus mengalami semua itu agar bisa menuliskan langsung dari hati. Aku harus menulis untuk menyemangati orang lain yang tengah terpuruk dalam air mata. Aku harus menulis untuk mencegah agar orang lain tak perlu mengalami rasa perih dan sakit itu. Bukankah kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari pengalaman orang lain?

Hanya butuh dua jam untuk menuliskan naskah itu. Semua telah ada dalam benakku, dalam hatiku, bahkan telah ada di ujung jari-jariku. Dua jam yang tak mudah. Dua jam yang cukup menguras emosi. Dua jam yang kuakhiri dengan air mata, saat menuliskan kalimat-kalimat terakhir.

Pagi di tanggal 10 April itu, sebuah nomor tak dikenal berkode area Yogyakarta masuk ke ponselku. Naskah TAK CUKUP DENGAN AIR MATA terpilih menjadi Pemenang I. Alhamdulillah.

Kini buku TITIK BALIK telah terbit. Aku berharap, kisahku dan kisah 17 teman lain yang terangkum dalam buku ini dapat membangkitkan semangat pembacanya. Aku yakin, apa yang ditulis dari hati akan sampai ke hati.

***

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...