27 November 2012

BELDO, PENGAWAL SETIA

(Ini tulisanku yang menang Lomba Menulis "Dewey" yang diadakan oleh Penerbit Serambi tahun 2009)


Sebagai seekor kucing kampung jantan, Beldo adalah kucing yang tampan. Tubuhnya panjang dan langsing. Beldo adalah kucing yang menyukai kebersihan dan penyayang. Ia tak suka jika bulu-bulunya basah dan kotor. Ia juga tak suka berkelahi.

Setiap hari Beldo menemani anakku bermain. Beldo juga ikut mengantar jika anakku pergi mengaji ke masjid. Ketika anakku sedang mengaji, Beldo akan menunggu di sekitar masjid hingga waktu pulang tiba.


Suatu hari, aku dan keluarga besarku pergi ke Tangerang untuk menghadiri acara pernikahan seorang sepupu. Beldo mengantar hingga pintu pagar.
“Daah… Beldo…. Mama pergi dulu, ya. Jaga rumah baik-baik,” kataku setelah memastikan semua pintu dan jendela terkunci. Makanan dan minuman untuk Beldo sudah aku siapkan di dekat teras.



 
Beldo menatapku dengan matanya yang besar.

Malamnya, ketika aku tiba kembali di rumah, suamiku sudah lebih dahulu pulang dari kantor.

“Si Beldo kok tadi dibiarkan di dalam, Ma?” tanya suamiku.

“Di dalam? Di luar, kok. Tadi dia malah mengantar sampai ke pagar,” sahutku.


Suamiku menggelengkan kepala. “Waktu Papa masuk ke rumah tadi, Beldo duduk di ruang tamu. Ketika melihat Papa, Beldo langsung pergi.”

Beldo tentu saja tak mempunyai kunci rumah. Entah dari mana ia bisa masuk ke dalam rumah yang tertutup rapat. Beldo hanya duduk diam di dalam rumah, tidak mengacak-acak, mengotori, atau mencuri makanan. Hanya duduk diam.

Entah dengan cara seperti apa, Beldo masuk ke dalam rumah untuk melaksanakan ‘tugasnya’ menjaga rumah... *

Triani Retno A, Bandung

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...