24 April 2014

[Buku Saya Diresensi] Kartini dalam Novel Bila Mencintaimu Indah

NOVEL Bila Mencintaimu Indah tanpa disadari merupakan sebuah kitab tuntun­an bagi kaum hawa. Tokoh Keisha Damayanti, seorang perempuan yang meniti karir sebagai seorang reporter di B Channel, sebuah stasiun tv swasta. Keisha terlibat dalam beberapa kasus genting yang melibat­kan sederet nama-nama ‘orang penting' di negeri ini.

Dalam kehidupan pribadinya, Keisha harus mengatasi persoalan cintanya yang tragis dan mengobati luka hatinya dengan dua opsi pangeran pengganti. Kesulitan demi kesulitan mendera Keisha pada waktu yang hampir bersamaan. Namun, masa-masa itulah, ia menda­patkan berkah dari Illahi.


Keisha terantuk pada sebuah penyesalan ketika didapati dirinya mencintai Eggy, sahabatnya sendiri semasa di SMA. Namun, bertahun-tahun kemudian, ia kehilangan kontak dengan sahabatnya itu. Ketika Eggy ditemukan tidak bernyawa ­secara mengerikan di suatu tempat, Keisha didera derita dan sesal yang tiada tara. Namun, Keisha harus menghadapi kenyataan bahwa ia tidak dapat membiarkan dirinya ke dalam kubangan duka berkepan­jangan. Ia harus bangkit dan menentukan jalan hidupnya. Pada saat yang sama, dua pangeran hadir memberikan pilihan dan Keisha ditantang untuk memilih salah satu di antaranya.

Novel Bila Mencintaimu Indah menuntun kaum hawa untuk bersikap tegar dalam menghadapi masalah. Novel ini seolah menyampaikan bahwa perempuan tidak harus larut dalam duka dan tangis, tetapi ia harus bangkit dan bergulat menuntaskan masalah yang dihadapi­nya. Perempuan harus bertindak tegas, baik kepada orang lain maupun diri sendiri, terutama dalam masalah yang dianggap genting. Perempuan layak menyumbang suara dan tidak sepatutnya membiarkan masalah berlarut-larut. Perempuan layak bertindak menjadi mitra suka dan duka dengan kaum laki-laki. Keisha adalah cerminan perjuangan Kartini yang hadir pada masa kini. Ia membuka ruang yang luas bagi perjuangan untuk men­dapatkan haknya sebagai seorang perempuan. Triani Retno tidak pernah menghilangkan ciri khasnya ­untuk menanamkan aspek edukasi dalam setiap karyanya. ­Kini, dalam Novel Bila Mencintaimu Indah tersebut, Triani mengarahkan edukasi tersebut kepada kaum hawa. Selamat membaca.
(Resti Nurfaidah, Staf Balai Bahasa Bandung)

**
 
Link Asal
Novel saya ini diresensi oleh Resti Nurfaidah, staf Balai Bahasa Bandung, di koran Galamedia tanggal 24 Oktober 2013. Saya kopas di sini sebagai dokumentasi saya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...