15 April 2014

[Buku Saya Diresensi] Di Balik Ocehan Kayla

Peresensi: Resti Nurfaidah

Kayla Twitter Kemping di Galamedia
Galamedia versi e-paper



Kamis, 16 Mei 2013 00:05 WIB

Di Balik Ocehan Kayla

Aneka jejaring sosial di dunia maya kerapkali mengalami ambiguitas. Di satu sisi, ia divonis pengadilan satu sebagian pihak sebagai sarana mubazir yang digunakan untuk ber-haha-hihi dan obral pembicaraan yang tidak berarti. Terlebih dengan banyaknya kasus perseteruan atau penculikan, serta kasus kriminal lain yang bermula dari interaksi situs jejaring sosial. Namun, di sisi lain, ada pula pihak yang berbahagia dengan kehadiran situs tersebut, sebut saja fenomena maraknya acara gathering atau reuni, lahirnya beragam komunitas berlandaskan kesamaan hobi dan visi tertentu.

Triani melalui novel berjudul Kayla Twitter Kemping tersebut ingin mengajak pembaca untuk bercurhat-sehat ria dalam penggunaan situs Twitter tersebut. Tokoh-tokoh dalam novel tersebut digambarkan tidak menyuarakan hal-hal yang dramatis dan sarkastis. Twitter hanya mereka gunakan untuk sekadar curhat dan petikan obrolan yang ringan dan cenderung menghibur. Dengan demikian, kalaupun si tokoh menghadapi satu konflik, ia mampu meringankan konflik itu dengan bahasa yang ringan pula.

Kayla Twitter Kemping di Galamedia


Curhat di Twitter dalam novel tersebut hanya sebatas variasi sebagai hiburan. Hal utama yang terdapat di dalam novel tersebut adalah pesan moral yang dapat dipetik pembaca tanpa merasa digurui. Simak segmen hubungan habluminannaas di antara orangtua-anak yang fun dan fungky, tetapi harmonis; hubungan antar teman multikultur yang apik meskipun dengan dilandasi kekonyolan hampir di sepanjang kisah; hubungan kekasih (meskipun digambarkan dengan absurd dan cenderung malu-malu kucing) yang santun. 

Pada bagian lain, novel tersebut juga berbicara tentang kepedulian sosial dan sikap gotong royong dalam mengatasi persoalan bersama; kesungguhan dalam berusaha hingga berbuah kemenangan; serta pentingnya membangun kepercayaan diri dalam menghadapi peliknya kehidupan.

Novel Kayla Twitter Kemping dapat dijadikan bukan hanya sebagai bacaan santai sekali duduk melainkan sebagai sebuah oase pembelajaran nilai-nilai moral yang hampir sulit kita temukan dalam kehidupan saat ini. Ketika wajah pemberitaan di bumi pertiwi semakin sarat kekejian dan keboborok­an moral, inilah Kayla Twitter Kem­ping dapat pembaca jadikan sebagai obat pengusir dahaga. Novel Kayla Twitter Kemping disampaikan dengan bahasa yang ringan, sarat istilah gaul yang khas Triani sebagai penulisnya, dan padat dalam makna dan pesan moral.
(Resti Nurfaidah, Staf Balai Bahasa Jawa Barat)**



Link Asal
Novel saya ini diresensi oleh Resti Nurfaidah, Staf Balai Bahasa Bandung, di koran Galamedia. Edisi e-paper-nya bisa dilihat di sini: http://www.klik-galamedia.com/di-balik-ocehan-kayla.  Saya kopas di sini untuk dokumentasi saya. Terima kasih banyak resensinya, yaaa :)

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...