23 April 2014

[Buku Saya Diresensi] Siapa Mau Jadi Pacarku? : Pernak-pernik Dunia Kawula Muda

Peresensi: Resti Nurfaidah

BICARA tentang remaja atau anak muda adalah bicara tentang dunia yang seolah tanpa batas. Pencarian jati diri, sebagai alasan klise, dianggap sebagai pendobrak batas-batas tradisi sosial yang biasa diberlakukan kepada anakkecil dan kalangan dewasa. 

Mereka yang berada pada tahapan peralihan tidak lagi dapat dikatakan sebagai anak-anak dan belum juga dewasa tersebut memerlukan aturan-aturan etika sosial tersendiri. 



Untuk memahami mereka, diperlukan landasan keilmuwan tersendiri, tanpa perlu banyak digurui seperti anak kecil dan tidak diberi kebebasan mutlak seperti dewasa. Tahapan peralihan tersebut mengundang warna, intrik, dan polemik tersendiri.

Sastra sebagai tulisan indah yang dianggap dapat dijadikan sebagai senjata pelembut hati, dijadikan sebagai sarana yang jitu bagi Triani Retno A. untuk bertindak sebagai guru—tanpa kesan menggurui. Siapa Mau Jadi Pacarku merupakan karya Triani Retno A. yang untuk kesekian kalinya produktif menghasilkan karya yang diarahkan kepada segmen istimewa itu. 

 Triani melalui karya berikut ingin mengajak remaja yang masih kelimpungan menemukan kepastian jalan hidup dengan serangkaian kisah teladan yang ringan dan daily. Triani dengan ­simbolis memberikan bukan hanya memberikan gambaran tentang masalah yang dihadapi kaum muda saat ini, melainkan pula memberikan solusi tepat—dengan tidak menggurui—tentang pencegahan dan penuntasan masalah itu. Tanpa penyam­paian bahasa yang njelimet, Triani mampu membidik maksud yang ­ingin disampaikannya dengan tepat.

Remaja yang ditampilkan dalam buku kumpulan cerpen tersebut adalah remaja beragam karakter yang menghadapi persoalan hidup. Persoalan demi persoalan dihadapi mereka dengan cara yang terkadang mengundang tawa, menggaruk emosi, tanpa menghilangkan ­undangan bagi pembaca untuk ber­imajinasi. Pembaca seakan diajak untuk bercermin dan mencari ba­yangan cermin tersebut dalam keseharian. Pembaca dihadapkan pada geliat spirit remaja dalam menghadapi even yang menguras inovasi dan kreasi mereka, tanpa perlu menadahkan tangan seperti pengemis. Pembaca juga dihadapkan pada labilnya emosi remaja ketika menghadapi hal-hal yang menggores kalbu, seperti kematian anggota keluarga atau perpisahan dengan orang yang ‘sebenarnya' dicintai.

Pembaca diajak Triani untuk menyelami aktivitas remaja yang penuh warna hingga kebablasan meskipun dalam hal-hal kecil yang dianggap remeh-temeh. Triani meng­ajak pembaca untuk berwisata menembus emosi naik-turun tentang dunia kaum remaja dalam mengatasi penyesalan, kesedihan, atau kegembiraan silih berganti. Siapa Mau Jadi Pacarku dapat Anda—remaja maupun orang tua yang memiliki anak usia remaja—jadikan sebagai bacaan edukatif dalam memahami sisi kehidupan para remaja dalam sekali duduk.
(Resti Nurfaidah, Staf Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat)

**

Link Asal
Novel saya ini diresensi oleh Resti Nurfaidah, staf Balai Bahasa Bandung, di koran Galamedia tanggal 31 Oktober 2013. Saya kopas di sini sebagai dokumentasi saya.


 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...