04 May 2014

[Resensi] Amankan Bella!




Putri Katie dan Becky menemukan enam ekor anak kucing di hutan. Mereka membawa pulang keenam kucing itu ke istana. Sekarang, gudang sepatu menjadi tempat tinggal kucing-kucing mungil itu.
Kucing-kucing itu senang tinggal di sana, apalagi Putri Katie dan Becky sangat menyayangi mereka. Namun, Bella si hitam putih adalah kucing yang sangat aktif dan selalu ingin tahu. Ia selalu mencari kesempatan untuk bisa keluar dari gudang sepatu dan menjelajah istana.

 
Bella menatap pintu dengan mata hijau terangnya seolah-olah tatapannya bisa memuka pintu. Ia duduk di sana lama sekali sampai akhirnya usahanya membuahkan hasil. Pelan-pelan  pintu terbuka. (halaman 25)

Keonaran pun muncul di mana-mana gara-gara Bella. Dapur berantakan, kue ulang tahun Ratu hancur, bahkan gaun yang akan dikenakan Ratu saat pesta dansa pun rusak. Putri Katie cemas. Ia takut Raja akan membuang Bella jika kucing itu terus saja membuat masalah.  Ia  khawatir pesta dansa akan kacau gara-gara Bella.
Satu-satunya cara adalah mengamankan Bella! Berhasilkah usaha Katie?


Kisah Putri yang Berbeda
Bella di Pesta Dansa adalah buku kedua dari empat buku seri Princess Katie’s Kittens. Selengkapnya, buku-buku tersebut adalah:
1.      Princess Katie’s Kittens: Pixie di Istana
2.      Princess Katie’s Kittens : Bella di Pesta Dansa
3.      Princess Katie’s Kittens: Poppy dan Sang Pangeran
4.      Princess Katie’s Kittens: Suki di Tengah Salju

Tidak seperti novel-novel serial yang sering saya baca semasa kecil―seperti  St. Claire dan Mallory Towers, keduanya karya Enid Blyton―empat buku dalam seri Princess Katie’s Kittens ini bisa dibaca terpisah. Tak membacanya berurutan dari buku 1, 2, 3, lalu 4 pun pembaca tak akan kebingungan. Paling-paling hanya akan merasa penasaran.
Sekadar informasi, saya membaca Bella di Pesta Dansa dan Poppy dan Sang Pangeran terlebih dahulu. Setelah tahu serial ini terdiri dari empat buku, barulah saya mencari buku 1 dan buku 4.
Saya bukan penggemar cerita putri-putri kerajaan. Lalu, kenapa saya kegirangan ketika menemukan buku Princess Katie’s Kittens ini, bahkan memiliki keempat buku dalam seri ini?
Jawabannya gampang sekali. Serial ini bercerita tentang Putri Katie dan kucing-kucingnya. Cover keempat buku ini pun kucing: Pixie, Bella, Poppy, dan Suki. Kesukaan saya pada kucing mengalahkan segalanya :D

Empat buku seri Princess Katie’s Kittens.

Putri Katie dari Tula adalah putri dari kerajaan zaman modern. Istana Cahaya Bintang tempat tinggalnya dilengkapi dengan lift. Mobil Rolls Royce dan helikopter menjadi kendaraan kerajaan. Putri Katie yang senang mengenakan celana jins ini menyukai kegiatan luar ruangan (outdoor) seperti berkuda dan berjalan-jalan di hutan. Sebaliknya, ia tak terlalu suka pelajaran berdansa―dan sayangnya, berdansa menjadi salah satu hal yang harus ia kuasai.
Bella di Pesta Dansa dan tiga novel lain dalam seri Princess Katie’s Kittens yang menghibur sekaligus memberi ide seru untuk bermain dengan kucing kesayangan. Sayangnya, saya kurang suka dengan ilustrasi di halaman dalam. Gambar kucing-kucing di halaman dalam itu kurang imut. Namun, secara cerita, novel ini patut dibaca oleh anak-anak untuk menumbuhkan perasaan sayang dan kepedulian mereka pada binatang, terutama kucing.
Bagi pencinta kucing? Hm … masa masih perlu ditanyakan, sih? Ya mesti baca, dong.

Judul     : Princess Katie’s Kitten, Bella di Pesta Dansa 
Penulis   : Julia Sykes 
Penerbit : Bentang Belia, 2013
Tebal      : 80 halaman
Harga     : Rp24.000


Candy Miaw dan Bella. Sama-sama hitam putih.
Si Candy lagi bergaya alay. Difoto, lidahnya malah melet-melet :D

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...