22 August 2014

CERMIN, Aku Melihatmu Apa Kau Melihatku?



Hari ini aku akan menemani Bunda mencari rumah yang cocok untuk tempat kos. Bukan, kami bukan mau tinggal di rumah kos. Bunda ingin membuat kos-kosan. Heran kenapa Bunda melibatkan aku yang baru 14 tahun untuk mencari rumah kos? Yah, Bunda butuh bantuanku.
Ada tiga rumah yang menjadi tujuan kami hari ini. Bunda mendapatkan informasi tentang rumah-rumah itu dari internet dan koran. Bunda sudah janjian dengan para pemilik rumah itu. Setelah makan siang di sebuah rumah makan Sunda, barulah kami meluncur ke rumah ketiga. 

Dan di sinilah kami sekarang. Di sebuah rumah bercat krem dan cokelat muda. Rumah ini tak sebesar rumah pertama yang kami datangi. Kondisinya juga lebih bagus dibandingkan rumah yang kedua tadi. Aku tak mau ke lantai dua. Baru menginjak anak tangga kedua, aku sudah turun lagi.



Diandra! panggil Bunda.

“Dian tunggu di bawah saja, Bun,” kataku. Tanpa menunggu persetujuan Bunda, aku segera menuju teras. Aku nggak suka rumah ini. Aku ingin cepat-cepat pergi dari rumah ini.
Noomic horor untuk preteen, Cermin.
Teras tempatku duduk ini biasa saja. Ada empat kursi kayu dan satu meja kecil di sini. Di dinding teras ada tiga pot bunga dan satu cermin berbingkai cokelat. Cermin yang berukuran cukup besar itu membuat teras terasa lebih luas.

Tiba-tiba kudengar denting piano. Lagu Fur Ellise. Aku tahu. Aku sering mendengarnya. Dan perlahan pada pantulan cermin tua itu, seorang gadis yang tampak lebih tinggi dariku mendekati. Kulitnya pucat, transparan. Rambutnya pirang, jatuh dengan lembut di blusnya yang berenda.

 “Namaku Brenda. Aku dan keluargaku dibunuh oleh tentara Nippon.” 

Apa yang diinginkan Brenda dari Diandra?


Novel Komik
Noomic (novel comic) CERMIN terdiri dari tujuh cerpen horor: Dilarang Memotret di Sini, Promo, Sang Maestro, Pelangi Tanpa Ungu, Kafe Biru Langit, Kitty, dan Cermin. Para tokoh utama dalam ketujuh cerpen ini adalah remaja berusia 11-14 tahun. 

Noomic horor untuk preteen ini tanpa adegan sadis, juga tanpa sosok seperti pocong dan kuntilanak.

Penulis: Triani Retno A.
Komikus: Aditya Novianto
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: viii + 128 hlm
Penerbit: Anak Kita (Grup Agromedia), Agustus 2014
ISBN: 602-286-017-2 
Harga: Rp30.000

Baca Juga


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...