16 August 2014

Dimensi, Cermin, dan... It's Not A Dream!

DIMENSI
Penulis: Triani Retno A dan Rassa Shienta A
Editor: Andriyani
Ukuran: 12.5 x 19.5 cm
Tebal: 204 Hlm
Penerbit: Elex Media Komputindo, Juli 2014
Harga: Rp. 38.800
ISBN: 978-602-02-4423-5

Orangtua Zha dipindahtugaskan ke Bandung. Hari pertama bersekolah di kelas XI IPS SMA 215, Zha langsung tour de school ditemani gadis terbawel di kelas itu, Keira. Bukan cuma bawel, Keira juga hobi ribut dengan Aldi, teman sekelas mereka.

Tapi, bukan itu yang membuat Zha terganggu. Aura sekolah itu hitam. Sukma Zha serasa ditarik-tarik. Sudah berkali-kali ia berintradimensi ke masa lalu. Dan kali ini, ada seorang gadis di masa lain yang butuh pertolongannya. Haruskah Zha menolong kalau nyawanya sendiri yang menjadi taruhannya?


Baca Juga



CERMIN
Penulis: Triani Retno A.
Komikus: Aditya Novianto
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: viii + 128 hlm
Penerbit: Anak Kita (Grup Agromedia), Agustus 2014
ISBN: 602-286-017-2 
Harga: Rp30.000

Lagu “Fur Ellise” mengalun.
Dan perlahan pada pantulan cermin tua itu, sosok seorang gadis yang tampak lebih tinggi dariku mendekati.
Kulitnya pucat, transparan.
Rambutnya pirang, jatuh dengan lembut di blousenya yang berenda.
Dan biru matanya, menatapku dengan sendu.

“Namaku Brenda. Aku dan keluargaku dibunuh oleh tentara Nippon.”
***
Noomic atau novel comic adalah lini produk Penerbit Anak Kita yang menyuguhkan novel atau kumpulan cerita pendek dengan ilustrasi komik. Kali ini bersama penulis Triani Retno A. dan komikus Aditya Novianto, kami akan membuatmu bergidik. Tiap kata yang terjalin akan membuat bulu kudukmu meremang, dan tiap goresan tinta yang terlukis akan membuatmu tak berani mematikan lampu ketika tidur di malam hari...

 
Baca Juga

 
IT'S NOT A DREAM

Penulis: Triani Retno A
Editor: Afrianty Pramika Pardede
Ukuran: 12.5 x 19.5 cm
Tebal: 161 Hlm
Penerbit: Elex Media Komputindo, Juli 2014
Harga: Rp. 33.800
ISBN: 978-602-02-4440-2

Fayya, 17 tahun, sangat sering bermimpi. Tidurnya selalu dipenuhi mimpi. Elvin, cowok yang ditaksirnya pun beberapa kali datang dalam mimpinya. Fayya yang senang menulis malah menganggap mimpi-mimpinya itu sebagai sumber inspirasi. Namun, lama-kelamaan Fayya mulai terganggu karena satu per satu mimpinya menjadi kenyataan.

Diam-diam Fayya mencari tahu tentang mimpi. Ia yakin, pasti ada penjelasan ilmiah di balik sebuah mimpi. Dari pencariannya itu Fayya tahu bahwa para ahli psikologi telah lama membahas mimpi. Mimpi-mimpi Fayya bukan sekadar bunga tidur. Mimpi-mimpinya adalah gambaran masa depan. Mimpi-mimpinya adalah gambaran yang ia dapatkan ketika sukmanya terlepas dari badan saat ia tengah tidur pulas.
Lalu, bagaimana jika mimpi itu ternyata berhubungan dengan orang yang dia cintai?



 ***

Baca Juga

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...