04 August 2014

Penulisan Daftar Pustaka dari Internet

Penulisan daftar pustaka dari internet (blog atau web), tak cukup hanya dengan mencantumkan nama webnya. Cantumkan judul artikelnya, nama penulisnya (kalau ada), tanggal postingnya (kalau ada), tanggal kita mengakses atau mengunduh artikel tersebut, dan link artikel tersebut.

Kenapa?

 1. Tulisan di web apalagi di blog pribadi bisa diubah sewaktu-waktu oleh penulisnya (beda dengan buku).
2. Memudahkan penelusuran daftar pustaka.


Bayangkan kejadian ini:


A : Pendapat itu saya kutip dari blog si X, kok. Cek aja di blognya. Ini link-nya.
B : *ngecek link yang dikasih si A* Alaaa...! Kamu sih ngeles doang. Si X nggak nulis kayak gitu, kok. Kamu aja kali yang pengen ngetop tapi pengecut. Nulis hal yang kontroversial tapi ngejadiin si X sebagai tameng. Padahal yang ditulis si X beda sama yang kamu kutip, yang kamu bilang tulisan si X.
A: *buru-buru ngecek link. Ternyata isinya memang udah berubah*

Contoh

Bukan begini:
www.trianiretno.com.

Melainkan begini:
Retno, Triani. 2014. "Satu Koridor Banyak Cerita". Teras Teera, 9 Juli 2014. Diunduh tanggal 4 Agustus 2014. http://www.trianiretno.com/2014/07/satu-koridor-banyak-cerita.html

Catatan:
- Retno, Triani ---> Nama penulis yang telah dibalikkan.
- 2014 ---> Tahun artikel tersebut diposting.
- "Satu Koridor Banyak Cerita" --->  Judul artikel. Ditulis di dalam tanda petik dan tidak menggunakan huruf miring (italic).
- Teras Teera ---> Nama blog.
-  9 Juli 2014 ---> Tanggal artikel tersebut diposting.
-  Diunduh tanggal 4 Agustus 2014 ---> Tanggal kita mengunduh (men-download) artikel tersebut.
http://www.trianiretno.com/2014/07/satu-koridor-banyak-cerita.html ---> Link lengkap artikel tersebut.

Di buku-buku nonfiksi saya yang lamaaaa, saya belum mencantumkan selengkap ini. Yang tercantum di sana cuma link web/blog, judul artikel, nama penulis, dan tanggal posting. Sekarang saya udah tau yang bener. Horeee....  Mari kita menjadi bener bareng-bareng.

 Semoga bermanfaat, ya. :)

Baca Juga

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

2 comments :

  1. Di Indonesia enak ya, penulisan daftar pustakanya pakemnya jelas.


    Penulisan daftar pustaka di negara lain berdasarkan pada kesepakatan, APA dkk pusing.


    Thanks ya postnya, bermanfaat sekali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah mampir, Dewi.

      Iya, udah diatur oleh Badan Bahasa. Tapi sayangnya masih banyak yang nggak peduli (atau nggak ngerti). Jadi aja nulis daftar pustakanya asal-asalan.

      Sebenernya kita juga pake APA Style, Harvard Citation Style, dll itu, kok, apalagi dalam penulisan karya ilmiah. :)

      Delete

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...