09 August 2014

Pentingnya Menulis Daftar Pustaka

Beberapa bulan setelah wisuda, saya dapat cerita dari mantan teman kuliah. Ada teman sejurusan yang harus mengulang sidang skripsi gara-gara daftar pustakanya salah.

Cuma gara-gara daftar pustaka harus mengulang sidang skripsi? Apa pentingnya menulis daftar pustaka, sih? Mungkin cuma jurusan saya yang sampai seperti itu. Sebenarnya nggak aneh, sih, mengingat saya kuliah di Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi alias Library and Information Science.

Banyak mata kuliah yang sangat teknis, misalnya Klasifikasi, Katalogisasi, Referensi dan Bibliografi, serta Abstrak dan Indeks. Kecuali Abstrak dan Indeks, mata kuliah yang lain harus diikuti selama dua semester. Kalau sudah ikut mata-mata kuliah itu (dan harus ikut karena merupakan mata kuliah wajib jurusan) tapi masih nggak bisa bikin daftar pustaka yang bener ya... memang keterlaluan.



Manfaat Daftar Pustaka
Pentingkah menulis daftar pustaka? 

Ya, penting banget. Ini alasannya:
1. Memberikan informasi lengkap tentang literatur (buku, jurnal, majalah, dsb) yang dijadikan rujukan.
2. Mempermudah pembaca yang ingin melakukan penelusuran ke sumber asal.
3. Penghargaan kepada penulis yang karyanya kita baca dan jadikan rujukan.
4. Menunjukkan kejujuran dan etika kita sebagai penulis.

Dalam pekerjaan saya sekarang sebagai editor lepas saya sering bertemu dengan daftar pustaka ini. Kebetulan saya lebih sering memegang naskah nonfiksi daripada naskah fiksi (novel). Ada yang daftar pustakanya sudah benar dan rapi, tetapi lebih banyak lagi yang asal-asalan. 
Yuk, lebih peduli dengan penulisan daftar pustaka. Semoga bermanfaat, ya.


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...