21 August 2014

Penulisan Daftar Pustaka yang Benar

Sudah baca postingan saya sebelum ini tentang pentingnya penulisan daftar pustaka, kan? Kalau belum, silakan baca di sini. Sekarang kita bahas tentang penulisan nama di dalam daftar pustaka, ya.

Nama di daftar pustaka ditulis dengan menggunakan asas pembalikan nama. Nama belakang dulu, baru nama depan. Nama panggilan, apalagi nama tetangga, tidak perlu dicantumkan. :)

Novel saya ini misalnya. Jika dijadikan rujukan dan dicantumkan di daftar pustaka, tuliskan nama saya sebagai:
 Retno A, Triani. ---> Perhatikan, ada tanda koma di antara "A" dan "Triani"
bukan: Retno A, T. ---> Ini pembalikan yang salah.

atau: Triani, Retno A ---> Ini bukan pembalikan. Untuk apa pakai tanda koma?

Saya pernah menemukan cara penulisan daftar pustaka yang saya sebut sebagai "penulisan daftar pustaka sok akrab". Bisa jadi karena si penulis tidak tahu cara membuat daftar pustaka yang benar. Ia memang melakukan pembalikan nama, tapi sekaligus menyingkatnya sesuka hati.

Misalnya:
Seharusnya: Pradika, Brili Agung Zaky.
Malah ditulis: Pradika, BAZ.






Seharusnya: Erina, Reni.
Malah ditulis: Erin.

(catatan: Erin adalah nama panggilan Reni Erina. Di kalangan pembaca majalah Story dan CK Community dikenal dengan nama Bunda Erin)

Bisa menyimpulkan?

Yup. Tulislah nama penulis sesuai dengan yang tertera di kaver buku. Tulis dengan lengkap, jangan menyingkat-nyingkat. Sebaliknya, jika nama yang tercantum di kaver buku memang mengandung unsur singkatan, tak perlu menuliskan kepanjangannya (karena merasa tahu nama panjangnya).


Pembalikan Nama Asing
Apakah semua nama harus dibalikkan? Jawabannya, tidak. Nama-nama China seperti Lee Kuan Yew atau Chen Ie Lien tidak perlu dibalik. Tulislah begini:
Lee, Kuan Yew.
Chen, Ie Lien.

Lain halnya jika nama China itu sudah bercampur dengan nama Barat seperti Michelle Yeoh atau Juna Kim. Yang seperti ini, tulislah begini:
Yeoh, Michelle.
Kim, Juna.

Bagaimana kalau naskah yang akan kita kirim ke penerbit itu  menggunakan buku karya pengarang bernama Arab, Italia, Prancis dsb sebagai refensi. Gimana nulisnya di daftar pustaka?

Untuk nama-nama seperti Arab, Italia, Prancis, Jerman, dan Belanda memang ada aturan tersendiri. Jika bingung dengan penulisan nama mereka di daftar pustaka, tuliskan saja nama yang tertera di kaver buku (tanpa pembalikan). Itu akan lebih memudahkan daripada melakukan pembalikan yang salah. Mudah-mudahan editormu jeli dan akan memperbaiki daftar pustaka itu.

Semoga bermanfaat, ya.

Baca Juga
Menulis Daftar Pustaka dari Internet
Pentingnya Menulis Daftar Pustaka


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...