18 August 2014

Puding Merah Putih: Spesial dari Kayla untuk HUT RI



Acara apa yang paling disukai sekaligus menyebalkan di sekolah?

Betuuul! Agustusan! Pada momen ini, banyak perlombaan digelar. Namun, justru pada saat itulah timbul berbagai aksi pemaksaan. Meskipun tindak pemaksaan ini jelas-jelas bertentangan dengan semangat perayaan hari kemerdekaan, toh Robby ikut melakukan pemaksaan itu dengan penuh semangat.


“Pokoknya, tahun ini harus kelas kita yang menang,” kata Robby di depan kelas XI IPS. “Kita harus ikut lomba mading,” kata Robby. “Kay, kamu bikin mading yang paling keren! Jangan protes!”
 
Kayla mencibir.

“Renata!” kata Robby otoriter. “Rena, kamu ikut lomba baca puisi, ya? Nggak usah protes, Ren,” kata Robby makin otoriter, tak memberikan kesempatan pada Renata untuk berpendapat. “Nggak mungkin kita mengirimkan Kayla sebagai perwakilan kelas kita untuk lomba baca puisi. Suara cempreng begitu diikutkan lomba baca puisi? Nanti malah dikira ada tikus kejepit!”

  Kayla melempar Robby dengan bola kertas. Tepat mengenai jidat Robby.


“Lempar-lempar!” kata Robby. “Kalau memang cinta, terus terang saja, Kay!”

Kayla menjulurkan lidah.

Walau menuai protes dari berbagai penjuru, Robby tetap meneruskan keotoriterannya. Kata Robby, itu bukan otoriter, tapi gerak cepat. Hanya ada sedikit waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. 


“Ada satu lagi, nih,” Robby memperhatikan catatan di tangannya. "Lomba masak.” Ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kelas, mencari korban berikutnya. “Kay! Kamu yang koordinasi anak-anak cewek buat lomba masak, ya!” kata Robby.


Kayla yang kemampuan masaknya parah banget, terpaksa jadi koordinator lomba masak. Dengan anggota tim yang sama parahnya, apa yang akan terjadi?


“Kalau puding merah putih, berarti merahnya di atas, putihnya di bawah. Kalau putihnya dulu yang dituang baru yang merah, begitu dikeluarin jadinya putih merah!” cerocos Kayla.
Runi yang menyadari kesalahan itu cepat-cepat menuangkan adonan putih ke dalam panci dan menggantikannya dengan adonan merah. Semua selesai dilakukannya sebelum ocehan Kayla berakhir.
“Fyuuuh...! Hampir aja jadi bendera Polandia. Payah, nih, kalau masang warnanya aja udah kebalik-balik. Bisa-bisa nanti dikira nggak nasionalis,” ujar Kayla.


Dengan kemampuan memasak yang sama-sama mengenaskan itu, kok bisa-bisanya Robby memuji puding buatan mereka?

Jawabannya ada di: Kayla Twitter Kemping.

Saya, maminya Kayla Marissa, mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Merah Putih di dadaku, di jiwaku, di semangatku.

KAYLA TWITTER KEMPING
Penulis: Triani Retno A
Editor: Ratna Kusumastuti
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2013
Tebal: 148 halaman
ISBN:978-602-02-0788-9
Harga: Rp26.800







Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...