25 September 2014

Reunion dan... Smile...!

Penulis: Triani Retno A
Editor: Benedicta Rini W
Tebal: viii+256 Hlm
Penerbit: Sheila (Penerbit Andi), 2011
ISBN: 978-979-29-2592-0


Dua novel saya ini, Reunion dan Smile Aku Naksir Kamu  terbit di Penerbit Andi pada waktu yang berdekatan. Berikut ini sinopsisnya. 

THE REUNION



Lily Amelia Darmawan. 27 tahun. Bekerja di majalah LIFE—sebuah majalah gaya hidup berkelas. Single and available. Menyukai laki-laki tinggi–tampan–berkacamata.


Lily adalah manusia, yang menurut tes psikologi, berkarakter cenderung melankolis yang perfeksionis. Meskipun sering mengingkari hal itu, Lily tak bisa mengubah kebiasaannya untuk memperhatikan hal-hal yang mendetail dan berpikir panjaaang dan jauuuh mengenai segala sesuatu, bahkan terlalu panjang dan terlalu jauh.


Ketika undangan reuni akbar SMA-nya tiba, Liy membutuhkan banyak waktu sebelum  memutuskan untuk datang. Lily diserang perasaan cemas, khawatir, minder, dan paranoid sekaligus. Ia merasa tak ada yang bisa ia banggakan.

Perasaan itu membuat Lily menghabiskan banyak waktu untuk mencari tahu tentang teman-teman lamanya melalui search engine dan Facebook. Hasil yang didapatkannya justru membuat perasaan cemas dan mindernya semakin menjadi-jadi. Ketika akhirnya Lily datang juga, itu tak lepas dari dorongan Anna (sahabatnya) dan Pak Jody (atasannya). "Lil,berpikir kejauhan tidak akan membawa kamu ke mana-mana."

Lily kemudian menemukan bahwa dia sama sekali tak menyesal telah hadir di acara reuni itu. Reuni menjadi sebuah charger untuk mengembalikan semangat. Reuni juga kembali mempertemukan Lily dengan cinta pertamanya.


Baca Juga



SMILE... AKU NAKSIR KAMU

Penulis: Triani Retno A
Editor: Benedicta Rini W
Tebal: vi+170 Hlm
Penerbit: Sheila (Penerbit Andi), 2011
ISBN: 978-979-29-2581-4



Gara-gara tak dijemput oleh Mas Aryo, Sofie bertemu dengan Mr. Smile yang punya senyum termanis di dunia. Sayangnya, Sofie yang sudah keburu panik tak sempat berkenalan dengan si Mr. Smile.

Dengan bantuan Lia, detektif spesialis pencari cowok keren, barulah Sofie tahu bahwa si Mr. Smile bernama Juan. Meskipun sudah punya informasi cukup lengkap tentang Juan, Sofie merasa cukup hanya melihat Juan dari jauh dan menikmati senyum manisnya secara sembunyi-sembunyi.

Sofie tak berani dekat-dekat dengan Juan karena ia punya penyakit yang cukup kronis: panik, grogi, dan salah tingkah jika berada di dekat cowok keren yang ia suka. Kalau sudah begitu, badan Sofie jadi panas dingin. Kekacauan pun terjadi gara-gara penyakit kronis Sofie ini.

Juan sendiri sebenarnya ta pernah lupa pada pertemuan pertama mereka. Ada hatikah Juan pada Sofie?



Baca Juga



***

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...