22 December 2014

Bukan dari Sastra, Bisa Jadi Penulis?


Apakah penulis harus dari Fakultas Sastra?

Jika ditanyakan pada saya sih, jawaban saya adalah tidak. 

Kalau bukan dari sastra, bisa jadi penulis? Bagi saya, ya. Untuk menjadi penulis tidak harus dari Fakultas Sastra.

Untuk menjadi dokter memang harus dari Fakultas Kedokteran, nggak bisa dari Fakultas Teknik. Untuk jadi pengacara memang harus dari Fakultas Hukum, bukan dari Fakultas Keperawatan. Untuk jadi akuntan ya harus kuliah di Fakultas Ekonomi, bukan FMIPA.
Artinya, ada profesi tertentu yang memang harus berasal dari fakultas yang tertentu pula. Beda halnya dengan profesi seperti penulis, pelukis, atau penyanyi. Meski ada Fakultas Sastra, Fakultas Seni Rupa dan Desain, atau Jurusan Musik, kita tetap bisa jadi penulis, pelukis, atau penyanyi tanpa harus kuliah di sana. Kita tetap bisa belajar menulis, melukis, dan menyanyi meski kuliah di fakultas/jurusan yang tidak berhubungan, atau malah tidak kuliah

Kita bisa belajar menulis dari buku-buku, workshop, atau kursus menulis. Pilihlah yang kredibel dan memiliki rekam karya yang jelas di dunia penulisan.



Penulis Ini Bukan dari Sastra
Banyak kok penulis yang bukan dari Fakultas Sastra. Misalnya Ifa Avianty dari Fakultas Teknik UI, Tethy Ezokanzo dari FMIPA ITB, Dian Kristiani dari Fakultas Filsafat UGM. Ceko Spy yang malah nggak kuliah. Saya sendiri dari Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. Di jajaran penulis yang lebih senior, ada Mira W dan Marga T yang sama-sama dokter. 

See? Kita bisa kuliah di fakultas apa saja dan tetap menjadi penulis.  

Dengan kuliah di fakultas non-sastra, kita punya wawasan ilmu yang berbeda. Tulisan kita bisa menjadi lebih kaya. Itu bisa menjadi ciri tulisan kita (tapi boleh-boleh aja kok kalau mau menulis yang sama sekali berbeda).Novel-novel Mira W dan Marga T berlatar belakang FK dan rumah sakit. Jadinya keren, lho. 

Novel-novel saya sih kebanyakan teenlit. Tapi untuk novel-novel yang masuk kategori chicklit, tokoh-tokoh saya berlatar belakang Fakultas llmu Komunikasi. Lily dalam The Reunion adalah alumnus Fikom dan bekerja di majalah gaya hidup Life. Saskia dalam Men Not Allowed juga alumnus Fikom dan bekerja di sebuah kantor kedutaan besar. Amanda dalam Masih Ada Hati Bicara dan Lena dalam Bukan Jilbab Semusim adalah mahasiswi Fikom.

Begitu juga dengan cerpen-cerpen saya (akhir tahun '90-an, majalah Kawanku masih memperbolehkan tokoh utama dalam cerpen adalah mahasiswa semester awal). Terus terang saya terilhami oleh Mira W dan Marga T. Mereka dokter dan memasukkan latar belakang mereka ke novel-novel mereka. Saya juga mau seperti itu, tentu saja dengan latar belakang ilmu saya sendiri.



novel-remaja-bermutu

Tetap Semangat


Jadi, kalau kamu bukan dari Fakultas Sastra, kalem aja. Kamu tetap bisa jadi penulis. Percaya deh, redaktur majalah dan para editor di penerbitan nggak akan rese nanyain kamu dari fakultas apa baru kemudian membaca naskahmu. 

Yang penting, banyak baca, banyak belajar menulis, dan nggak mudah menyerah.


***

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...