10 January 2015

[Buku Saya Diresensi] Kisah Cinta Para Jurnalis

Resensi Jum'at, 2 Mei 2014 - 10:17 wib
Peresensi : Zaitur Rahem


Kisah asmara bisa masuk ke mana saja. Bahkan, pada situasi dan kondisi yang dianggap nihil sekalipun. Kekuatan cinta yang dahsyat tersebut terkadang mampu membedah kebekuan tradisi, membongkar sekat-sekat hitam, bahkan paling tersembunyi. Kehebatan dari kekuatan cinta ini ada dan selalu menghiasi setiap generasi, di mana manusia itu ada dan membangun peradabannya. Implikasi cinta tak memandang status sosial, suku, agama, dan profesi. 
Termasuk profesi jurnalis. Pekerjaan yang selama ini termasuk kategori paling berisiko dan berat.


Selain itu, profesi ini adalah pekerjaan yang menuntuk persiapan mental dan fisik superprima. Karena jurnalis tugasnya memburu berita, menyajikannya dalam durasi waktu yang sudah dideadline sedemikian ketat. Penyajian berita yang disampaikan kepada khalayak tidak sekedar informasi biasa, namun informasi yang memiliki sisi luar biasa (human interest).
    

Rekam jejak kerja jurnalis tersebut teramu dalam buku ini. Melalui sosok Keisha Damayanti, seorang reporter di stasiun televisi swasta B-TV Cantik kisah dan perjuangan seorang jurnalis bermula. Yaitu, kisah perjuangan dalam mencari dan meramu berita dengan sisi cover both side sampai pada perjuangan menggapai puncak kejayaan cinta. Seorang jurnalis juga manusia, begitu istilah anak muda sekarang. Meski, Keisha dalam keseharian didesak oleh tekanan deadline namun dia tidak memungkiri perasaannya tentang kenikmatan cinta. Aktivitas yang super sibuk dengan kompetisi yang sangat ketat  memang membuat dia terkadang abai dengan gejolak cinta di dalam dirinya.
  
Pada awalnya, Keisha sang Jurnalis hanya menganggap perasaan di dalam dirinya sebatas bisikan galau sang waktu. Sebab, dia sudah mengabdikan waktu dalam kesehariannya hanya untuk kerja, mengejar dan memburu  informasi paling wah untuk disajikan kepada para pemirsa di stasiun televisi tempatnya bekerja.  Keisha tidak bekerja sendirian. Namun, membanting tenaga bersama teman-teman setimnya. Pada masa Keisha menjadi pekerja kuli pemburu berita, Maura temannya tewas oleh tangan perampok. Sedangkan, Eggy teman aktifis LBH hilang tanpa diketahui jejaknya.

Keisha merasa terpukul dan berusaha mencari tahu motif dan jejak dari sahabatnya yang hilang seperti ditelan bumi tersebut. Rasa membongkar motif dari kasus dua sahabatnya, terutama Eggy tersebut karena alasan yang sangat kuat dan rasional. Keisha, secara sembunyi-sembunyi menaruh perasaan cinta terhadap Eggy. Namun, pada masa kebersamaannya dengen Eggy dia tidak sempat menyampaikan nyanyian asmara di dalam hatinya. Benar kata lagu Rhoma Irama, seseorang begitu sangat berharga ketika sudah tiada bersama kita.
  
Keisha dihantui rasa sedih dan bersalah. Sebab, perasaannya terbuang dan terbengkalai begitu saja. Dia menyadari andai cinta terucap saat masih ada Eggy betapa akan sangat bahagia dia menjalani hari-harinya menjadi seorang jurnalis. Perasaan sedih dan hari menyatu dan menyaru menjadi bisikan spirit yang inspiratif. Keisha, bersikukuh apa yang terjadi terhadap Eggy harus dia unggap. Sebab, tewasnya Eggy tidak lazim dan diduga ada unsur kesengajaan dari pihak tertentu. Keisha sudah menabuh perang dengan pihak yang melakukan tindakan krimal kepada orang yang disayanginya. Saat itu, waktunya benar-benar habis untuk kepentingan investigasi berita. Dia menjadi seorang jurnalis televisi yang gigih, berjiwa pejuang pantang takut menghadapi segala resiko dari profesi yang ditekuninya.
  
Novel ini sangat inspiratif. Di dalam karya ini terdapat ratusan motivasi yang bisa membangkitkan selera kerja, motto untuk menjalani kehidupan menjadi lebih berani. Novel ini memang masuk dalam klasifikasi remaja. Namun, sentuhan bahasan dan alur cerita yang disajikan seperti melampaukan klasifikasi yang ada. Novel ini memliki kedahsyatan cerita dan kedalaman data. Pembaca bisa belajar menggali data dan alur kerja seorang jurnalis saat hendak merampungkan dan menyajikan berita untuk pemirsa.



Judul : Bila Mencintaimu Indah
Penulis : Triani Retno A.
Tebal : 199 hlm
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Terbitan : 2013
ISBN : 978-602-02-1425-2




 

Peresensi : Zaitur Rahem
Dosen pada Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman An-nuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep, Madura. Alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Email: zaitur_rahem@yahoo.co.id
(mbs)



Link Asal 
Novel saya ini diresensi oleh Zaitur Rahem di Kompas Indonesia. Saya kopas di sini untuk dokumentasi saya. Terima kasih atas resensinya :) 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...