08 January 2015

Fariz RM dan Saya

Saya selalu mengingat tanggal 5 Januari sebagai tanggal ulang tahun Fariz RM. Sejak kelas 2 SMP, saya tergila-gila pada lagu-lagunya. Suaranya, musiknya, penampilannya. Saya ikut senang ketika dia menikah dengan seorang peragawati asal Semarang bernama Oneng Diana Riyadini (kalau tidak salah, saya baca liputannya di majalah Gadis).

Semasa saya remaja itu, Fariz RM memang sedang jaya-jayanya. Jangan ngaku anak gaul zaman itu kalau nggak kenal album-album hits Fariz RM seperti Do Not Erase, Living in The Western Wold, dan Fashionova


Di album Living in The Western World yang menjagokan lagu Barcelona itu, favorit saya adalah Sundown at Midnigt. Sampai sekarang saya masih suka lagu ini, masih suka menyenandungkannya, terutama jika sedang merindukan seseorang #CurcolDetected
 
Lagu-lagunya bersama penyanyi lain pun tak kalah ngetop. Sebut saja Nada Kasih dan Sebuah Obsesi (yang dilantunkan duet dengan Neno Warisman), Jumpa Kedua (bareng Jakarta Rhtym Section), atau Kusadari (bareng Atiek CB dan Malyda).



Memburu Informasi

Saya penggemarnya. Saya memburu semua informasi tentangnya. Zaman itu tak ada internet. Sumber informasi saya adalah koran (koran Waspada, karena waktu itu saya menetap di Medan) dan majalah (terutama majalah Hai, Gadis, Mode, dan Nona). Saya rajin menabung demi bisa membeli kaset-kasetnya. Saya rajin merekam penampilan Fariz di acara-acara musik di TVRI, seperti Selecta Pop. Kamar tidur saya waktu itu penuh dengan poster Fariz (hm... ada poster Tommy Page dan Richard Marx juga, sih).


Saya pun memberanikan diri mengirim surat pada Fariz RM. Alamatnya saya dapatkan dari majalah, tentu saja. Horeee! Fariz membalas surat saya. Saya senang bukan kepalang meski amplop putih darinya itu hanya berisi selembar foto plus tanda tangannya.


Fariz RM di akhir tahun 80-an.

Tanda tangan di balik foto Fariz RM.



Nama Pena

Saking mengidolakan Fariz, saya mencomot namanya untuk menjadi nama pena. Ya, "Teera" bukan nama pena saya yang pertama. Jauuuh sebelum nama "Teera" itu melintas di benak saya, saya pernah memakai nama Retno RM. Sayangnya, cerpen-cerpen saya masa itu tak ada yang dimuat di majalah (karena memang hancur badai). Satu-satunya tulisan saya dengan nama Retno RM yang dimuat di majalah adalah sebuah surat pembaca di Citti Citta, sisipan remaja di majalah wanita Pertiwi. Isinya bisa ditebak, meminta Redaksi Citti Citta menulis berita tentang Fariz.

Bersama sahabat saya di SMP 14 Medan yang juga fans berat Fariz, kami membuat nama khusus. Trifarizani RM buat saya dan Femiriza RM buat sahabat saya itu. Nama Trifarizani RM ini tercantum di... buku harian dan kliping saya tentang Fariz. Hehehe....



Dan Tahun-Tahun Berlalu

Tahun-tahun berikutnya, saya tak segila semasa SMP. Namun, saya masih mengikuti berita tentangnya. Saya senang sekali ketika teman saya, Mas Kef, memosting cerita dan foto-foto terbarunya dengan Fariz. Ah, penampilan fisik Fariz memang jauh berubah. Tak lagi seganteng dan seatletis dulu. Tapi suaranya, karya-karyanya... he's a legend

6 Januari 2015 pagi, saya termangu ketika membaca berita Fariz ditangkap lagi. Kali ini karena mengonsumsi ganja di rumahnya, beberapa jam setelah ulang tahunnya yang ke-56.

Sedih rasanya melihat Fariz RM mendapat kado ulang tahun seperti ini. Berhenti mengidolakannya? Ah, tidak. Sejak remaja saya sudah tahu Fariz bukan seleb yang bersih dari barang-barang seperti itu. Meski penggemar, saya tak terpengaruh oleh sisi negatifnya. Saya tak merokok, juga tak mengonsumsi miras dan narkoba. Saya mengambil prositifnya saja: kecintaan, kerja keras, dan dedikasi Fariz pada dunia yang ditekuninya.

Semoga setelah ini Fariz RM akan terbebas dari jerat narkoba. Saya pasti akan lebih mengaguminya.


Missing you ... it sundown at midnight 
I know how hard I should try 
Can you tell me why 
You left me the romance
Now that you know ... I couldn't forget you....

(Sundown at Midnigt ~Fariz RM)

***
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...