15 January 2015

Merevisi Naskah: Kenalan dengan Track Changes


Kalau naskah sudah di-acc oleh penerbit atau lolos audisi buku antologi, naskahmu akan masuk ke tahap editing. Dalam masa editing ini, bisa jadi kamu akan menerima email dari editormu, berisi naskahmu yang sudah diedit dan... dicoret-coret. Ada warna merah dan biru, ada garis putus-putus yang menghiasi naskahmu. 

Apa ini?  


Mungkin kamu kaget dan bertanya begitu. Ini adalah naskah yang sudah diedit oleh editor dengan menggunakan track changes

Puyeng melihat naskahmu menjadi seperti ini? Hehe… kalem aja. Ini waktunya kamu kenalan dengan track changes untuk merevisi naskah. Saya justru senang kalau mendapat yang seperti ini karena bisa tahu perubahan apa saja yang terjadi pada naskah saya. Cuma memang, tidak semua editor (penerbit) mengirimkan naskah yang sudah diedit. Ada yang tahu-tahu sudah selesai dan terbit.



Garis-Garis dan Huruf Warna-Warni

Garis-garis dan huruf-huruf yang berwarna-warni ini harus diapakan? Apa harus dihapus dan diganti dengan warna hitam? 

Oh, jangan. Biarkan saja begitu. Editor tidak memintamu menghapus huruf, kata, atau kalimat yang berwarna-warni itu. Editor juga tidak memintamu mengetik ulang, apalagi mengetik kembali bagian yang sudah dihapus (terlihat di kotak Deleted di bagian kanan naskah. Mengetik kembali bagian yang sudah dihapus ini sama saja dengan mengembalikan naskah pada keadaan sebelum diedit).

Editor mengirim balik naskahmu dalam keadaan seperti itu agar kamu tahu apa yang terjadi pada naskahmu. Apa yang dihapus (meski hanya satu tanda titik), apa yang letaknya dipindahkan, apa yang ditambahkan (misalnya, seharusnya ada kata “dan” tapi kamu lupa menuliskannya, lalu editormu menambahkan kata “dan” itu).



Comment

Jika ada yang perlu direvisi, editormu akan memberi penjelasan di kotak Comment yang berada di bagian kanan naskah. Baca baik-baik komentar, pertanyaan, atau saran dari editormu. Mungkin ada adegan yang harus ditambah atau diganti, mungkin ada data yang perlu diklarifikasi kebenarannya, dan sebagainya. Setelah itu, mulailah merevisi naskah.


Revisi

Tapi ketika saya merevisi, huruf-huruf yang saya ketik warnanya kok nggak hitam? Gimana, nih? Gimana cara mengubahnya? 

Tenang. Biarkan saja begitu. Itu pertanda Track Changes sedang dalam posisi On. Justru dengan warna-warni begitu editormu akan tahu revisi apa yang sudah kamu lakukan.


Naskah yang diedit dengan track changes.
Pernah ada penulis yang merasa pusing dan tak suka dengan warna-warni di naskah editan itu. Jadi, ia merevisi di naskah asli yang ia kirimkan pertama kali ke penerbit. Apa yang terjadi?

Editornya langsung migrain! Ujung-ujungnya, editing naskah akan terhambat. Kok bisa? Ya iyalah. Soalnya editor terpaksa mengecek ulang dari awal.



Pantang!

Mematikan track changes adalah hal yang pantang dilakukan oleh penulis ketika merevisi naskah. Biarkan track changes tetap dalam posisi ON.

Mematikan track changes dan me-reject hasil editan bukan hal yang disukai oleh editor. Jika ada hal yang tak berkenan di hatimu, kamu bisa membuat kotak  Comment sendiri dan bertanya pada editormu. Bisa didiskusikan, kok. 



Komen-komenan dengan editor tentang bagian yang direvisi di naskah novel Dreamer
(terbit dengan judul Dimensi).
Pernah ada penulis yang selalu mematikan track changes, me-reject editan, dan menambah kalimat sesuka hati di naskah yang sudah diedit (dalam posisi track changes Off).  Editor seperti menerima naskah mentah lagi. Alhasil, proses selanjutnya jadi tersendat-sendat. Naskah dari penulis lain pun jadi harus mengantre lebih lama  gara-gara si editor dikerjain oleh penulis itu. Akhirnya, editor memilih mengirimkan naskah yang sudah diedit pada penulis tersebut dalam bentuk Pdf. Bisa dilihat tapi tak bisa diotak-atik.



Kirim Kembali

Kalau sudah selesai merevisi, kirim kembali naskahmu pada editor. Semoga kerja sama kalian berlanjut, yaaa. 
***


Artikel yang Terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...