06 January 2015

Tips Menulis Novel Remaja



www.trianiretno.com -- Kali ini kita ngobrol tentang novel remaja, yuk. Novel remaja yang kerap disebut novel teenlit (teenlit = teen literature) ini sering dianggap sebagai novel yang “nggak ada isinya”. Cuma khayalan dan melulu bercerita tentang kisah cinta remaja. Dari lirik-lirikan, pedekate, jadian, pacaran, sampai putus.



Benarkah seperti itu?



Bagi saya  tidak. Tentu bukan sekadar karena saya sering menulis novel remaja. Bagi saya, dunia remaja itu penuh warna. Dunia remaja terlalu indah untuk disempitkan menjadi sekadar berpacaran.

 
Banyak banget masalah yang bisa kita angkat ke dalam novel remaja. Coba lihat ke sekeliling kita. Ada remaja yang merasa menjadi mahkluk paling malang sedunia hanya gara-gara nggak punya BB, ada remaja yang berusaha survive meskipun keluarganya berantakan, ada remaja yang kebingungan mau kuliah di mana, ada remaja yang terobsesi jadi artis, ada remaja yang jadi pemburu kuis, ada pertemanan yang cihuy banget, dan masih banyak lagi.



Tips Menulis Novel Remaja
Sedikit tip dari saya untuk menulis novel remaja.

  • Pilih topik yang dekat dengan keseharian remaja. Nanti kemasannya bisa menjadi romance, komedi, horor, dan sebagainya.
  • Gunakan istilah-istilah yang akrab di kalangan remaja.
  • Jangan lupakan sesuatu yang sedang menjadi tren di kalangan remaja. Misalnya film, musik, pakaian, makanan, dan semacamnya.
  • Tetap beretika. Remaja bukan makhluk yang bebas dari norma-norma, kan?
  •  Tidak menggunakan bahasa alay. Well, bahasa alay memang jadi tren di kalangan (sebagian) remaja. Namun, hindari menulis dialog (apalagi narasi) dalam bahasa alay.
  • Banyak baca novel remaja. 



Berikut ini sedikit petikan dari novel saya, Kayla, Twitter Kemping.
 
Kalya Twitter Kemping,
salah satu novel remaja saya.



Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba anak-anak XI IPS sepakat pergi kemping ke Cibodas di kawasan Puncak. Mungkin justru karena sedang tak ada angin tak ada hujan itulah mereka kemping. Bayangkan, kalau cuaca sedang tak bersahabat seperti itu mereka nekat pergi kemping….

Semua berawal dari obrolan iseng usai UTS semester ganjil. Walaupun judulnya UTS, musim ulangan di sekolah Kayla ini tak bisa diremehkan. Tingkat kesulitannya ... beugh! Bisa membuat yang berambut lurus mendadak keriting dan yang sudah keriting mendadak kribo! 

Guru-guru di SMA 303 memang terkenal tak tanggung-tanggung jika membuat soal ujian. Susahnyaaa ... minta ampuuun! Seperti melewati rintangan cetar membahana badai halilintar! Sesuatu banget, deh, pokoknya.

Apalagi sekarang UTS semester ganjil. Mungkin karena nama semesternya adalah semester ganjil, kelakuan anak-anak pun ikut menjadi ganjil. Kalau semester genap, kelakuan anak-anak berubah menjadi genap.


Pemaparannya tetap dengan bahasa Indonesia tetapi tanpa b@H4s@ 4L@i!!y eank b-Q!nh sakit mata. Bahasa gaul oke, bahasa tulis alay no way
 
Siap untuk menulis novel remaja?
*** 
Catatan 
Materi ini pernah saya sampaikan di Kelas Online Bimbingan Menulis Novel KOBIMO dengan judul "Asyik Menulis Novel Remaja" pada tanggal 7 Juli 2013. Ditulis ulang di sini dengan sedikit tambahan. Makasih, Pak Kepsek Hengki Kumayandi yang mengizinkan publikasi di luar kelas :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...