18 July 2016

Ucap, Sergah, atau Seloroh?



Ucap, Sergah, atau Seloroh?  


“Oke. Besok kita berangkat jam delapan,” kata Kimmy.
“Siap,” kata Fira.
“Sip,” kata Prim.
Hanya Rhea yang tak menjawab. Ponsel tergenggam erat di tangannya. Air matanya menetes pelan.
“Ada apa, Rhe?” tanya Kimmy.
“Aku nggak bisa ikut,” kata Rhea pelan. “Kakakku barusan menelepon. Ayahku meninggal. Aku … aku….”
“Ya ampuuun. Aku ikut prihatin, Rhe,” seloroh Prim.

 Apa yang Salah?
Ada yang keberatan dengan kalimat di atas, terutama di bagian yang saya tebalkan? 

Beberapa kali saya membaca naskah atau buku yang mengulang-ulang “kata”. Tak jarang pula saya menemukan kata yang kurang tepat penggunaannya.

Pada contoh di atas, misalnya. “Kata” terulang sampai empat kali. Kata Kimmy, kata Fira, kata Prim, kata Rhea. Jenuh, membacanya. Tidak ada variasi. Bandingkan dengan yang di bawah ini.


“Oke. Besok kita berangkat jam delapan,” kata Kimmy.
“Siap,” sambut Fira bersemangat.
Prim mengacungkan jempol. “Sip!” ujarnya.


Memvariasikan cara berdialog ini tidak bisa asal-asalan juga. Kalau tidak tepat, bisa kacau jadinya.  Misalnya “seloroh” pada contoh di atas. Pilihan kata tersebut tidak tepat. Kenapa?

Berikut ini kata-kata yang sering disematkan dalam kalimat langsung. Arti kata-kata di bawah ini saya ambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi keempat. 

Di KBBI, satu kata bisa mempunyai banyak arti. Misalnya, kata “balas” berarti jawaban reaksi, ganjaran, hukuman, pengimbang kapal, pemberat, serta fondasi jalur rel dan berfungsi sebagai drainase. Namun, yang saya tuliskan di sini hanya arti yang berhubungan dengan penulisan kalimat langsung.


 Baca Juga: Yang Muda Yang Menulis

Bagian Satu


  • Balas= Jawaban | Membalas = menjawab.
  • Bantah = Lawan, sangkal, tengkar | Membantah = Melawan (menentang, menyerang), menyangkal (pendapat, kabar, dsb).
  • Bentak = hardik dengan suara keras | Membentak = memarahi dengan suara keras; menghardik.
  • Bisik = suara desis perlahan-lahan | Berbisik = berkata dengan suara perlahan-lahan (seakan hanya mendesis dan tidak nyaring).
  • Celetuk = ucapan spontan | Menceletuk = berujar secara spontan; menyela.
  • Celoteh = obrolan atau percakapan yang tidak keruan (seperti percakapan anak kecil) | Berceloteh = bercakap-cakap tidak keruan; mengobrol; mengoceh.
  • Cerocos = bicara terus-menerus.
  • Dalih = alasan yang dicari-cari untuk membenarkan suatu perbuatan | Berdalih = mengemukakan alasan (yang dicari-cari) untuk menghindari tugas atau menutupi perbuatan yang salah atau tercela.
  • Desah = tiruan bunyi barang diigosok, air hujan jatuh di daun-daunan, napas orang sakit bengek, dsb | Mendesah, berdesah = mengeluarkan bunyi desah; membuang napas kuat-kuat untuk menghilangkan kesal hati, dsb.
 
Cerocos dalam KBBI


  • Desis = tiruan bunyi yang lebih lembut daripada desus (seperti orang meniup atau berbisik) | Mendesis = mengeluarkan bunyi desis.
  • Desus = tiruan bunyi orang berbisik | Mendesuskan = membisikkan, melontarkan bisikan.
  • Ejek = olok-olok, cemooh | Mengejek = mengolok-olok (menertawakan, menyindir) untuk menghinakan; mempermainkan dengan tingkah laku; mencemooh.
  • Gerutu = perkataan yang diucapkan dengan cara bergumam terus-menerus karena rasa dongkol atau tidak puas dengan keadaan atau peristiwa yang dialaminya | Menggerutu = mengomel; mencomel.
  • Gumam = suara omongan yang tertahan di dalam mulut | Menggumam = menahan suara (perkataan dsb) dalam mulut | Bergumam = berbicara dengan suara tertahan di dalam mulut.


Bagian Dua


  • Hardik = perkataan yang keras (untuk memarahi dsb); bentakan | Menghardik = mengata-ngatai dengan kata-kata yang keras; membentak-bentak.
  • Jawab = sahut, balas | Menjawab = memberi jawaban (atas pertanyaan, kritik, dsb); memenuhi; menanggapi.
  • Jerit = suara yang keras melengking (dari manusia atau binatang); teriak; pekik | Menjerit = mengeluarkan suara keras melengking (karena kesakitan, memanggil, dsb); berkeluh kesah dengan sangat.
  • Kata = ujar, bicara | Berkata = melahirkan isi hati dengan kata-kata; berbicara | Mengatakan = menyebutkan, menuturkan, menceritakan, memberitahukan.
  • Kecam, mengecam = mengkritik, mencela.
  • Keluh = ungkapan yang keluar dari perasaan susah (karena menderita sesuatu yang berat, kesakitan, dsb) | Mengeluh = menyatakan susah (karena penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dsb).
  • Kilah = tipu daya, tipu muslihat; dalih; alasan (yang dibuat-buat) | Berkilah = berusaha memutarbalikkan kebenaran (dengan menyangkal dsb), mencari-cari alasan.
  • Komentar = ulasan atau tanggapan atas berita, pidato dsb (untuk menerangkan atau menjelaskan) | Mengomentari = memberi komentar; mengulas.
  • Maki = mengeluarkan kata-kata (ucapan) keji (kotor, kasar, dsb) sebagai pelampiasan kemarahan, rasa jengkel, dsb | Memaki = mengucapkan kata-kata keji, tidak pantas, kurang adat untuk menyatakan kemarahan atau kejengkelan.
  • Oceh, mengoceh = berkata-kata yang bukan-bukan; meracau; berceloteh.
  • Omel, mengomel = marah dengan mengeluarkan banyak kata; mencomel; bersungut-sungut dan menggerutu.
  • Pekik = teriakan, jeritan; sorak ata teriakan (sebagai semboyan dsb) | Memekik = berteriak, menjerit.
  • Kucing aja baca Kamus Besar Bahasa Indonesia :D
  • Raung = bunyi yang nyaring dan panjang | Meraung = berbunyi nyaring dan panjang (harimau, anjing, dsb) | Meraung-raung = menangis dan memekik.


Bagian Tiga


  • Sahut = jawab (apabila dipanggil atau ditanya) | Menyahut = menjawab, membalas, menyambut (dengan ucapan).
  • Sambut, menyambut = memberi tanggapan (balasan, jawaban, reaksi, dsb) atas….
  • Sanggah = bantah | Menyanggah = tidak mau menerima; membantah; menyangkal; melawan, menentang; mempunyai pendapat lain (berbeda) dengan pemrasaran (dalam diskusi dsb).
  • Sangkal = bantah; tidak membenarkan | Menyangkal = mengingkari; tidak mengakui; tidak membenarkan; membantah, melawan, menentang, menyanggah.

 
  • Seloroh = lucu; lelucon, senda gurau, kelakar | Berseloroh = bersenda gurau, berkelakar, berolok-olok.
  • Sergah = kata-kata atau suara yang keras dan mengejutkan | Menyergah = mengejutkan dengan bersuara keras (misalnya membentak).
  • Seru = panggilan (untuk memanggil, menarik perhatian, dsb); panggilan dengan suara nyaring; ujaran yang biasa digunakan dengan penegasan atau intonasi tinggi seperti ketika marah.
  • Tanya = permintaan keterangan (penjelasan dsb) | Bertanya = meminta keterangan (penjelasan dsb; meminta supaya diberitahu (tentang sesuatu).
  • Teriak = seruan yang keras; pekik | Berteriak = berseru (berkata, memanggil dsb) dengan suara keras; memekik.
  • Tukas, menukas = menghentikan (memotong dsb) perkataan atau ucapan seseorang; mendakwa (menuduh) tanpa alasan yang cukup (asal menuduh saja).
  • Tutur = ucapan; kata; perkataan | Menuturkan = mengucapkan, melafalkan, menyebutkan, mengatakan, menceritakan, mempercakapkan | Bertutur = bercakap, berkata.
  • Ucap = kata (bagian kalimat, kalimat dsb) yang dilisankan; ujar | Mengucap = mengeluarkan ucapan (perkataan) | Berucap = berkata.
  • Ujar = perkataan yang diucapkan | Berujar = berkata; berucap.
  • Umpat = perkataan yang keji (kotor dsb) yang diucapkan karena marah (jengkel, kecewa dsb); cercaan; makian; sesalan; umpatan | Mengumpat = mengeluarkan umpatan; memburuk-burukkan orang; mengeluarkan kata-kata yang keji (kotor dsb) karena marah (jengkel, kecewa dsb); mencerca; mencela keras; mengutuk orang karena merasa diperlakukan kurang baik; memaki-maki.
  • Ungkap = buka, singkap |Mengungkapkan = melahirkan perasaan hati (dengan perkataan, air muka, gerak-gerik); mengemukakan, menyatakan,, memaparkan; menerangkan dengan jelas, menguraikan.

Jangan Berseloroh

Sekarang, sudah tahu kan mengapa “seloroh” tidak cocok digunakan dalam contoh kalimat di atas?

“Aku nggak bisa ikut,” kata Rhea pelan. “Kakakku barusan menelepon. Ayahku meninggal. Aku … aku….”
“Ya ampuuun. Aku ikut prihatin, Rhe,” seloroh Prim.

Rhea sedang berduka karena ayahnya meninggal. Eeeh, Prim malah berseloroh. Bersenda gurau, berkelakar, berolok-olok.


 
Jangan sembarangan berseloroh lagi, ya. :)

Happy writing.




Salam, 

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...