23 August 2016

9 Strategi Untuk Membangun Identitas Brand di Era Digital



Membangun identitas brand di era digitalSabtu tanggal 13 Agustus 2016, Qwords.com dan Relawan TIK Kota Bandung menggelar sebuah seminar bertajuk Strategi Branding Untuk Membangun Identitas Brand di Era Digital.

Acara yang diplot berlangsung pukul 08.00 – 12.00 WIB ini memasukkan tiga tema. Pentingnya domain dotcom, strategi branding di era digital, dan SEO untuk membangun identitas brand. Tentu saja, plus slot khusus untuk IndiHome yang merupakan sponsor acara ini.


Acara dimulai terlambat sekitar 75 menit dari jadwal. Sampai pukul sembilan pagi, baru ada tujuh blogger di ruangan yang berfungsi sebagai aula SMK Bahagia, tempat belangsungnya acara ini. Keterlambatan ini ternyata karena menunggu rombongan karang taruna dari 3 kelurahan di Bandung. Heuheu… Anak Muda, masa kalah semangat sih dari emak-emak blogger ini?

Domain Dotcom

Pak Wandi dari Qwords.com menjadi pemateri pertama dengan tema Penggunaan Domain Dotcom. 

Domain merupakan sebuah nama yang unik. Dari sekian banyak domain sedunia ini, tidak ada domain. Nama www.trianiretno.com misalnya. Ya hanya blog saya ini. Nggak akan ada kembarannya.

Domain berfungsi untuk memudahkan pengguna dalam mencari dan mengakses internet di era digital. Ada banyak domain yang bisa kita pilih. Dotcom, dotnet, dotco.id, dan sebagainya. Namun, domain dotcom punya keunggulan. Apa itu?

Domain dotcom lebih cepat dikenali (di-crawl) oleh Google dibandingkan dengan dot-dot lainnya. Dampaknya, secara SEO akan lebih bagus jika menggunakan dotcom.

Hehe… waktu pakai dotcom tahun 2015 lalu sih saya nggak mikir ke situ. Saya cuma ngikutin saran temen yang bilang alamat blog saya di blogspot.com susah diingat. Jadilah saya migrasi pakai TLD (top level domain) dotcom. 

Setelah pakai TLD, baru ngeh kalau ternyata ada banyak keuntungannya. Salah satunya jadi lebih mudah dapat job di era digital. Ealah, kenapa saya malah curhat, ya.


Strategi Branding

“Brand itu bukan logo. Brand adalah visi dan misi perusahaan, janji yang harus dipenuhi, serta tangan untuk merangkul customer,” kata Pak Gery ketika membuka materi Strategi Branding Untuk Membangun Identitas Brand di Era Digital.
 
9 strategi untuk membangun identitas brand di era digital
Pak Gery dari Qwords.com menyampaikan 9 strategi branding
untuk membangun identitas brand di era digital.

Dari dulu juga brand itu penting. Di era digital begini apalagi. Nah, gimana supaya brand kita terlihat bagus, mudah diingat, dan disukai?

Ada 9 strategi branding yang perlu diterapkan di era digital ini.
1.   Content. Content sebuah web bisnis itu penting banget. Jangan cuma nawarin dagangan tapi juga memberikan informasi-informasi yang bermanfaat untuk konsumen. Yang juga penting, konten ini harus selalu diperbarui.

2.   Localize. Meskipun sekarang era global, banyak kok yang butuh bisnis lokal. Lihat aja Uber Taxi dan Trip Advisor Indonesia yang terbilang sukses itu.


3.   Omnichannel. Bisnis di era digital sebaiknya menggunakan banyak channel atau saluran. Kan ada banyak media sosial, tuh. Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, dan sebagainya. Pakai saja semua supaya bisnis kita dikenal oleh masyarakat luas.

4.   Kemudahan pembayaran. Ini juga perlu diperhatikan jika menjalankan bisnis di era digital. Bagaimana metode pembayarannya? Calon konsumen bisa kabur kalau metode pembayarannya ribet. 

5.   Aplikasi chat. Dengan aplikasi chat ini, kita bisa berdialog langsung dengan customer. Customer juga bisa langsung bertanya jika ada yang dibutuhkannya atau tidak dipahaminya. Website yang interaktif akan lebih disukai oleh customer.

6.   Personalized. Buat produk yang personalized juga keren untuk diterapkan sebagai strategi branding di era digital. Misalnya Coca Cola yang mengeluarkan minuman kaleng dengan nama kita. Customer yang merasa diistimewakan akan dengan senang hati memotret dan membagikannya di media sosial. Promosi yang menguntungkan banget.

7.   Influencer. Influencer ini digandeng untuk mempromosikan brand dengan membuat konten berkualitas. Di era digital seperti sekarang, blogger termasuk salah satu influencer yang sering dilirik oleh brand, lho. (Yesss. Saya juga terima job untuk menulis konten, lho. #kodekeras)

8.   Mobile. Sekarang semakin banyak orang yang mengakses internet melalui smartphone. Jadi, pebisnis di era digital harus memperhatikan kemudahan akses secara mobile ini. (Emh…saya jadi teringat sebuah web yang kalau di buka di hape tampilannya lebar banget. Harus geser-geser kanan terus untuk baca satu baris doang. Saya langsung kabur dan cari info di tempat lain, deh)

9.   Real time. Pernah nggak nanya atau komplain tentang suatu produk atau jasa di media sosial sebuah brand, tapi ditanggapinya lamaaa banget atau malah nggak ditanggapi? Bete, kan? Nah, supaya strategi branding ini optimal, siapkan tim media sosial yang selalu siap sedia merespons konsumen.

Sebagai perangkat dalam strategi branding di era digital, desain website nggak bisa asal-asalan. Warna yang digunakan pada web mesti disesuaikan dengan nama brand (tapi nggak bikin brand tenggelam dalam warna juga dong). Profil perusahaan dan contact me wajib dicantumkan. 

Jujur aja. Pasti ada rasa ragu-ragu, kan, kalau nggak tahu siapa yang berada di balik web itu? Bisa dipercaya nggak, nih?

Strategi Branding untuk Membangun Identitas Brand di Era Digital
Para pemateri dan MC dari Qwords.com dan IndiHome dalam seminar
Strategi Branding untuk Membangun Identitas Brand di Era Digital.

SEO Untuk Membangun Identitas Brand

Materi terakhir adalah tentang SEO untuk membangun identitas brand. 

Well, kita sama-sama tahu, dong. Ada banyaaak banget informasi di internet. Kita ketik kata kunci “tempat hangout unik di Bandung” aja, misalnya, banyaaaak banget hasilnya. Gimana caranya supaya brand kita muncul di halaman pertama Google?

Di sinilah kita butuh SEO.



Tampil di sesi terakhir, Kang Agit dari Qwords.com menyampaikan bahwa SEO alias Search Engine Optimazion ini merupakan sebuah metode yang efektif untuk menemukan apa yang dicari di internet.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip SEO, brand kita akan lebih mudah dikenal. Kemungkinan pengguna internet berkunjung ke web kita lebih besar jika web kita berada di halaman pertama Google. Maksimal halaman lima, deh.

Lebih lengkap tentang pemaparan Kang Agit sudah saya tulis di blog ini. Silakan langsung meluncur ke Belajar SEO untukPemula Bersama Qwords.

Jempol Untuk Qwords

Kepedulian Qwords dan Relawan TIK Kota Bandung mengadakan seminar ini dengan mengundang para aktivis karang taruna patut diacungi jempol.

Generasi muda sekarang kan akrab banget dengan smartphone, internet, dan media sosial. Jika diarahkan dengan benar, dunia digital ini bisa melejitkan potensi generasi muda.

Semangat, ya, Anak Muda Kota Bandung. Jangan kalah (semangat dan disiplin waktu) dari emak-emak blogger ini.:)

blogger sebagai influencer brand di era digital
Blogger Bandung yang hadir di seminar Strategi Branding
untuk Membangun Identitas Brand di Era Digital.

***
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...