13 October 2016

Chef Edwin Lau Kampanyekan Konsumsi Ayam Dingin Segar



Chef Edwin Lau dan tim kampanye ayam dingin segarAyam Dingin Segar — Sejak berdiet mengurangi konsumsi daging merah tahun 2014 lalu, daging putih (terutama daging ayam) menjadi pilihan saya untuk memenuhi kebutuhan protein. Lebih aman untuk kesehatan saya. 

Anak-anak pun suka dengan makanan berbahan baku daging ayam ini. Dengan catatan, dimasak dengan cara dan bumbu yang berbeda-beda.


Memilih Daging Ayam
Saya pernah dapat “ilmu” tentang memilih daging ayam. Udah lama, sih, dapetnya. Apa, tuh?
  • Pilih daging ayam yang warnanya kemerahan. Alasannya, itu tanda ayam masih segar.
  • Pilih yang masih terasa hangat dan ada darahnya. Ini berarti ayam belum lama dipotong.
  • Pilih yang dirubung lalat. Ini berarti daging ayam tersebut tidak diawetkan dengan formalin. Kalau yang lalat saja tak mau hinggap, berarti sudah diformalin.


Lumayan lama, lho, saya pakai “ilmu” ini karena saya yakin hal tersebut memang benar adanya. Saya baru mendapatkan pencerahan tentang hal ini pada saat Peluncuran Kampanye Ayam Dingin Segar di Hotel Aston Priority Simatupang, Jakarta, tanggal 6 Oktober 2016. Langsung dari para ahlinya.
 
Sekretaris Dirjen Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Riwantoro, M.M., dalam sambutannya mengatakan bahwa banyak kalangan awam yang beranggapan daging ayam sehat dan segar adalah yang masih ada darahnya.

Tuh, kan. Berarti bukan saya seorang yang beranggapan seperti itu. Banyak, ternyata. Sayangnya, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Jadi, seperti apa memilih daging ayam yang benar?

Chef Edwin Lau dalam peluncuran kampanye ayam dingin segar
Chef Edwin Lau dan Sri Mukartini dari Kementan RI
dalam pelucuran kampanye ayam dingin segar


Ayam Dingin Segar yang Sehat


Btw, ayam dingin segar itu apa, sih?

“Ayam dingin segar adalah daging ayam yang diproses dari ayam sehat di bawah lini produksi yang berstandar dan aman, langsung melalui proses pendinginan setelah pemotongan hingga pengemasan.”

Menurut Chef Edwin Lau, ayam dingin segar ini merupakan pilihan yang tepat. Karena didinginkan segera setelah disembelih, rasa  serta aroma dan kualitasnya tetap terjaga.

Duta kampanye Ayam Dingin Segar ini mengatakan bahwa bagian terpenting dalam memilih daging unggas (termasuk daging ayam) adalah kesegaran daging tersebut dan cara memprosesnya.

Nah, ini. Bagaimana cara memilih daging ayam yang masih segar? Apa benar pakai “ilmu” yang pernah saya dapatkan itu?

Ternyata bukan, Saudara-saudara. Kata Chef Edwin Lau, untuk mengetahui apakah daging ayam itu masih segar atau sudah tidak segar lagi kita bisa menggunakan indra kita.

  • Gunakan mata. Daging ayam yang sehat tampak cerah alami dan tidak pucat.
  • Gunakan penciuman. Daging ayam yang segar tidak berbau asam. Baunya khas bau daging ayam.
  • Gunakan sentuhan. Jika tidak mungkin mencium aroma daging ayam karena ditutup dengan plastik wrapped, sentuh (tekan) pelan daging ayam tersebut. Kalau membal berarti bagus. Kalau pecah berarti sudah kedaluwarsa dan terkontaminasi bakteri.
  • Gunakan mulut. Ini khusus untuk daging ayam yang sudah dimasak. Jika menggunakan daging ayam segar, renyahnya normal dan tidak hancur. Jika dagingnya hancur, berarti daging ayam tersebut sudah kedaluwarsa.
Ahaha, tidak disebut-sebut tentang lalat sebagai indikator daging ayam masih segar dan tidak diformalin, ya? #mintadikeplaksaham

Menurut Sri Mukartini yang merupakan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, daging ayam yang bagus bukan yang masih hangat, melainkan yang didinginkan pada suhu kurang dari 4 derajat celcius. Pada suhu serendah ini, kesegaran ayam akan terjaga dan tidak terkontaminasi bakteri.

Chef Edwin Lau dan peluncuran kampanye ayam dingin segar
Pemasangan apron pada Chef Edwin Lau dan stakeholders
menandai resminya kampanye Ayam Dingin Segar.


Kata kunci “terkontaminasi bakteri” membuat saya paham. Kalau lalat sampai singgah di daging ayam, mungkin daging ayam itu memang tidak berformalin. Tapiii… lalat-lalat itu sudah membawa serta bakteri dan kuman. Belum lagi jika daging ayam itu tersentuh tangan manusia. “Tangan manusia juga bisa memindahkan bakteri ke daging ayam,” kata Chef Edwin kemudian.

Ih, seram. Kebayang daging ayam yang penuh dengan bakteri. Mana pula si bakteri ini kan perkembangannya sangat cepat.  Saya pernah baca di buku Dunia Mikroorganisme, dalam waktu beberapa jam saja satu bakteri bisa berkembang menjadi jutaan.

Untung, ya, bakteri tidak bisa dilihat dengan mata biasa. Kalau bisa, udah pingsan keleus melihat banyaknya bakteri yang berkembang biak dan hidup riang-gembira-bahagia-sejahtera di daging ayam yang akan kita olah menjadi makanan buat keluarga.

Lebih lanjut Sri Mukartini menyebutkan bahwa semua daging ayam potong (ayam ras atau ayam kampung) perlu didinginkan seperti ini. Pendinginan (chilled) ini harus dilakukan maksimal empat jam setelah ayam dipotong. 

Akan lebih baik lagi jika pendinginan ini tidak terputus. “Rantai dingin jangan putus dari tahap pemotongan, distribusi ke supermarket atau ke pasar, sampai dibeli oleh konsumen. Harus selalu dalam keadaan chilled,”  tegas Chef Edwin. 

Kondisi chilled ini membuat daging ayam lebih segar dan sehat karena bakteri tidak dapat berkembang biak.

Peluncuran kampanye ayam dingin segar di Hotel Aston Jakarta
Bedanya jurnalis dan blogger? Jurnalis sibuk motret, blogger sempet-sempetnya
narsis dulu di tengah acara peluncuran kampanye ayam dingin segar :D #SiSaya

Perilaku Konsumsi yang Lebih Baik

Kampanye Ayam Dingin Segar yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian RI  ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana ayam dingin segar diproses dari rumah potong unggas, dipasarkan, hingga terhidang di meja makan. Selain itu, kampanye ini juga menginformasikan cara terbaik untuk memilih, menyimpan, dan mengolah ayam dingin segar. 

Btw, jangan salah lho. Ayam dingin segar ini bukan hanya yang dijual di supermarket. Ayam dingin segar ini juga bisa ada di pasar-pasar tradisional.

Syaratnya itu tadi, daging ayam didinginkan dalam suhu minus empat derajat celcius segera setelah dipotong dan tetap dalam kondisi seperti itu. “Jadi, bukannya baru didinginkan setelah tidak habis terjual,” ujar Chef Edwin Lau yang menyantap satu kilogram dada ayam setiap hari ini.


Road Show Ayam Dingin Segar

Untuk lebih menyosialisasikan kampanye ini, 20 lokasi di Jabodetabek akan menjadi tempat road show. Foodtruck Ayam Dingin Segar akan langsung menyambangi dan mengedukasi masyarakat.

Acaranya apa? Ada demo masak bersama chef, lomba masak aneka resep daging ayam, serta berbagai acara yang fun dan edukatif lainnya. Penasaran? Catet lokasinya, nih.

  • Jakarta Barat: Villa Kelapa Dua dan Kompleks BPPT Kebon Jeruk.
  • Jakarta Selatan: Haji Muhi dan Perum Bona Indah.
  • Jakarta Utara: Perum Sunter.
  • Jakarta Pusat: Cideng dan Perum Sumur Batu Cempaka Putih.
  • Jakarta Timur: Perum Halim Dirgantara III, Perum Paspampres, dan Perum DKI.
  • Tangerang: CBD Bintaro Jaya, Graha Raya Bintaro Jaya, dan Perum De Latinos BSD City.
  • Depok: Perum Villa Pertiwi.
  • Bogor: Perum IPB Baranangsiang IV dan Alun-Alun Jonggol City.
  • Bekasi: Taman Galaxy Cluster Victoria Garden, Kota Legenda Tambun, Kompleks PU Sapta Taruna II Margahayu, dan Perum Duren Jaya Permai.

Supaya selalu dapat info terbaru, termasuk kapan hari-H pelaksanaan road show tersebut, silakan kepoin akun-akun ini:

Facebook: Ayam DinginSegar
Instagram: @ayamdinginsegar


Chef Edwin Lau dan blogger
Chef Edwin Lau dan para blogger.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...