12 November 2016

Diet Bukan Hanya Untuk Menurunkan Berat Badan



Diet dan Menurunkan Berat BadanDiet dan Berat Badan – “Kamu kan udah kurus. Ngapain diet lagi?”

“DIEEEET? Kamu diet …? Nggak salah tuuuh?” Kalau di dalam sinetron, teriakan teman-teman saya itu pasti di-zoom in zoom out. Kelihatan jelas bola mata yang membulat seperti bakso plus mulut yang melongo. Jeng jeng….!

Untungnya ini bukan sinetron. Teman-teman saya juga tidak berteriak. Tapi tetap saja berkomentar heran. Penyebabnya? Ya tadi itu. Gara-gara saya bilang sedang diet.


Sebagai ibu dengan dua anak, alhamdulillah badan saya nggak melar-melar amat. Hanya naik sekitar 3 kilogram dibandingkan semasa remaja. Menurut kalkulator Body Mass Index (BMI), proporsi tubuh saya termasuk normal.

Jadi, kenapa saya diet?

Diet dan Menurunkan Berat Badan

Dalam pengertian awam, diet identik dengan upaya menurunkan berat badan.

“Aduuuh, habis liburan kemarin berat badanku naik banget. Perlu diet nih.”

“Iya nih, waktu hamil berat badanku naik 25 kilogram. Setelah melahirkan … begini, deh. Berat badan masih berlebih. Mesti diet ketat buat menurunkan berat badan nih biar bodi balik lagi seperti dulu.”



Sering, kan, dengar yang seperti itu?



Dalam Medical Dictionary yang disusun oleh Prof. Dr. W. Danuwidjaja (2009), diet diartikan sebagai kebiasaan dalam jumlah dan jenis makanan dan mnuman yang dimakan oleh seseorang dari hari ke hari; mendapatkan kebutuhan individu yang spesifik, memasukkan atau mengeluarkan bahan makanan tertentu.

Danuwidjaja juga mencantumkan berbagai jenis diet yang sering dilakukan.  Berikut ini beberapa jenis diet tersebut.





1. Bland diet. Diet yang bebas dari makanan yang mengiritasi atau merangsang.
2. Diabetic diet. Diet yang dianjurkan pada pengobatan diabetes melitus. Biasanya terbatas jumlah gulanya atau karbohidrat yang langsung tersedia.
3. Feingold diet. Diet dengan menghindari semua makanan yang mengandung bahan pewarna dan rasa buatan, serta membatasi asupan buah-buahan dan sayur-sayuran. Diet ini digunakan untuk mengendalikan hiperaktivitas pada anak.
4. Low salt diet, low sodium diet. Diet yang mengandung sangat sedikit kalium klorida, sering diberikan untuk penderita hipertensi dan keadaan edema.
Diet dan Menurunkan Berat Badan
Saya terlihat tidak perlu diet
untuk menurunkan berat badan, kan? :)



So, ternyata diet tidak identik dengan menurunkan berat badan. Diet lebih pada pengaturan pola dan asupan makanan untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuannya bermacam-macam. Menurunkan berat badan hanyalah salah satu dari sekian banyak tujuan diet.



Diet untuk Kesehatan

Diet yang saya lakukan bukanlah untuk menurunkan berat badan. Diet saya ini lebih karena kesehatan.

Gara-garanya, hasil tes darah saya ppernah menunjukkan asam urat saya 0,65 poin di atas normal (normalnya 2,4 - 5,7 mg/dl). Ngeri juga. Teringat bapak saya (almarhum) yang asam uratnya tinggi, kemudian merembet pada kreatinin yang juga tinggi, lalu gagal ginjal dan harus cuci darah dua kali seminggu.

Ketika dokter menuliskan sederet makanan yang harus saya hindari, saya cuma bisa mengangguk pasrah. Tercantum di daftar itu: udang, kerang, tuna, cumi-cumi, jeroan, daging sapi, daging kambing, bayam, kangkung, kacang tanah, kopi…. Banyak banget, deh. :(

Beruntung, dokter masih memperbolehkan saya makan daging putih (ayam) dan ikan air tawar. Jadilah saya mulai berdiet. Menghindari makanan yang 
dipantang oleh dokter, menambah konsumsi buah, dan memperbanyak minum air putih. Oya, saya juga meminum air rebusan daun salam dalam upaya menurunkan kadar asam urat ini.

Soal pantang daging merah tidak terlalu sulit, sebenarnya. Saya memang lebih suka daging ayam daripada daging sapi.

Daging Ayam sebagai Sumber Protein

Memilih daging ayam sebagai bahan makanan sebenarnya tidak susah. Sebagai salah satu sumber protein hewani, daging ayam lebih mudah didapat daripada daging sapi. Harga per kilogramnya pun lebih murah.

Meski begitu, tetap mesti cerdas dan cermat (((cerdas cermat))) dalam memilih daging ayam.

Misalnya gini, nih. Pilih ayam yang mejeng di udara terbuka atau cooled chicken?

Hm…. Milih yang pertama. Toh ayamnya juga baru dipotong tadi pagi. Bukan ayam tiren. Kalau cooled chicken … eh, itu apaan memangnya?

Cooled chicken atau ayam dingin segar ini adalah ayam yang baru dipotong dan dibersihkan. Setelah bersih, segera didinginkan dengan suhu minus 4 derajat Celcius di dalam pendingin (chiller). Iya, segera. Tidak boleh ditunda-tunda. Kenapa?



Ini penyebabnya. Daging ayam yang berada di suhu ruangan sangat mudah terkontaminasi bakteri. Dalam waktu dua jam setelah dipotong saja sudah ada jutaan bakteri hidup di daging ayam tersebut. Hanya butuh sekitar 6 jam setelah dipotong untuk membuat daging ayam mulai mengeluarkan bau kurang sedap pertanda terkontaminasi bakteri.

Jika daging ayam itu didinginkan pada suhu minus 4 derajat Celcius, bakteri-bakteri akan mati sebelum sempat berkembang biak. Ayam dingin ini harus dipertahankan tetap dingin. Dengan begitu, cooled chicken ini menjadi lebih sehat, juga tetap fresh.

cooled chicken ayam dingin segar
Ayam dingin segar dipertahankan dalam rantai dingin,
sejak dipotong hingga saatnya dimasak.


Soal rasa, cooled chicken ini sama enaknya kok dengan daging ayam yang baru dipotong. Kalau pakai bumbu rendang tetap terasa rendang. Kalau pakai bumbu opor tetap terasa opor. Hehehe….

Pendinginan hingga suhu minus 4 derajat Celcius itu tidak mengubah tekstur dan rasa daging ayam. Kalau soal dagingnya dingin membeku, itu gampang. Bisa dicairkan (thawing) di refrigerator atau di bawah air keran yang mengalir. 

Setelah itu, langsung dimasak deh. Kalau ditunda-tunda atau malah nggak jadi dimasak, itu sama saja memberi kesempatan pada bakteri untuk berkembang biak.


Diet Saya Berhasil

Keputusan saya untuk diet sesuai saran dokter ternyata membuahkan hasil. Sebelum diet ini, jika hendak duduk bersila saya selalu merasa nyeri di persendian. Kebayang kan repotnya kalau ikut acara yang mengharuskan duduk lesehan di tikar atau karpet? Sekarang saya bisa duduk bersila lagi dengan nyaman. Alhamdulillah.

Hasil tes darah yang terakhir pun menunjukkan asam urat saya sudah normal lagi. 

Oya, mau tahu reaksi teman-teman saya ketika tahu tujuan diet saya? Well, ada yang tertawa, ada yang terperangah. 

“Ya ampuuun! Ternyata bodi slim nggak menjamin bebas asam urat, ya?”

Memang tidak. Bodi slim hanya menjamin kita nggak perlu sering-sering beli baju gara-gara baju yang lama sudah tak muat lagi. Hehehe….

Stay healthy, stay happy.

Salam, 

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...