01 April 2017

Keping-Keping Cerita Tentang Kamu



Sudah satu minggu kamu pergi. Satu minggu! Berarti satu minggu ini aku menangis. Satu minggu ini aku berada dalam kondisi percaya tak percaya kamu sudah tak ada.

Dalam satu minggu ini, beberapa kali aku membuka WA, mencari namamu. Lalu tertegun ketika akan mengirim pesan. Teringat kamu sudah menghadap Allah.

Keping-keping Cerita

Sepergi kamu, satu per satu teman datang padaku. Bercerita tentangmu. 


Tentang penyesalan mereka yang sempat berburuk sangka padamu. Ternyata kamu pamit pada beberapa teman meski tak mengatakan ada apa. Alasanmu bahkan tak masuk akal. 



Ah, kamu. Kamu yang tak pernah mau merepotkan orang lain. Kamu yang memendam sendiri rasa sakitmu selama bertahun-tahun.

Ada yang meneleponku sambil menangis. Kamu … yah, kamu tahu aku cengeng. Kami pun terisak di telepon, berbagi duka karena kepergianmu.
Ada yang menangis, bercerita padaku tentang kebaikan hatimu. Kebaikan yang tak pernah kamu minta balasannya. 

Aku menangis lagi ketika ia bercerita. Kamu memang begitu. Selalu ingin memberi tanpa berharap balasan. 

“Doakan Uda aja, ya. Semoga itu menjadi amal jariah baginya.” 

Ada pula yang sempat menjengukmu. Ia bercerita tentang kondisimu ketika dirawat di tanah kelahiranmu.

Allah… bagaimana aku bisa menghentikan luncuran air mata ini?

Cerita Tentang Kamu

Seminggu sudah kamu pergi. Sungguh, aku kehilangan kamu. Tapi bukan hanya aku. Sangat banyak yang kehilangan kamu. 

Ah, tidak. Kamu bukan manusia tanpa cela. Aku tahu. Tapi saat ini, aku bahkan kangen mendengar suara kamu mengomel panjaaaang tentang hal yang mengganjal hatimu. 



Kamu. Kamu yang seperti cermin bagiku. Kamu yang kerap melihat aku dari sisi yang berbeda dari orang lain.

Kamu, biarkan aku menuliskan cerita tentang kebaikan hatimu di blog Teras Teera ini, ya. Yang kurasakan. Yang diceritakan teman-teman padaku. Biar kami yang masih diberi kesempatan hidup ini bisa belajar darimu. 


Tenang saja. Tak  semua kuceritakan. Tetap ada yang tersimpan rapi di sudut sepi. 

Menyayangimu kini adalah mendoakanmu agar Allah selalu melimpahimu dengan ampunan dan kasih sayang-Nya. 

#TentangKamu



Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...