25 April 2017

Tangan Yang Mudah Berbagi

Tangan Yang Mudah Berbagi   Hari ini, 25 April 2017, tepat satu bulan kamu berpulang pada Sang Khalik. Baru hari ini aku bisa mewujudkan niatku untuk mulai menulis tentang kebaikan kamu.

Sejak kepergianmu 25 Maret lalu hingga seminggu berikutnya, aku blank. Seperti setengah jiwaku pergi. Berat badanku pun sampai turun 2 kilogram. 


Baru minggu berikutnya aku bisa mulai bekerja. Itu juga sebentar-sebentar berhenti karena tahu-tahu saja kacamataku buram, layar laptop buram, tulisan di buku referensi yang sedang kubaca pun buram dan lembarannya mendadak basah….

Menulis #TentangKamu

Kamu baik. Sangat baik. Semua yang mengenal kamu akan sepakat tentang itu. Sepergimu, satu per satu teman bercerita padaku tentang kebaikanmu. Beberapa temanmu pun sekarang jadi temanku. Mereka bercerita tentang kamu yang tidak aku tahu selama ini.

Itu juga yang membulatkan niatku untuk menulis tentang kamu. Aku berharap kebaikan hatimu tak lenyap ditelan waktu. Berharap aku, kami, dapat mengambil pelajaran dari kebaikan-kebaikanmu selama ini. 


 

Tangan yang Ringan Berbagi

Satu hal yang dirasakan oleh banyak teman kita adalah mudahnya tanganmu berbagi. Tanpa diminta, jari tanganmu ringan mengklik tulisan “Bagikan” setiap kali ada teman mengunggah foto buku baru mereka. 

Tak berpikir bahwa buku-buku itu bisa menjadi pesaing bukumu di toko. Tak berpikir orang akan lebih tertarik membeli buku si teman yang kamu promosikan daripada bukumu sendiri.

“Apa salahnya bantuin teman promosi?” katamu suatu waktu.

Sesimpel itu, tapi cukup membuatku tersentil. Aku sering enggan melakukan hal yang sama sepertimu. Terlebih jika terbitnya berdekatan atau segmennya sama dengan bukuku sendiri.

Promosi memang jadi salah satu tugas penulis buku sekarang ini. Kamu, yang bagimu menulis adalah hobi di sela-sela kesibukan kerjamu di kantor, sangat memahami itu. Tak memikirkan untung rugi ketika membantu mempromosikan buku teman yang melintas di linimasa FB-mu. Juga tak meminta balas jasa.

Kamu membuatku berpikir. Selayaknya penulis buku memang saling bantu mempromosikan. Tidak egois. Tidak “yang penting buku gue”.

Kamu tahu, banyak teman yang mengenangmu sebagai orang yang ringan tangan membantu mempromosikan buku mereka. Bahkan mereka yang mengaku jarang sekali berinteraksi denganmu.

Tak harus kenal dekat denganmu untuk merasakan kebaikanmu, ya.

Ketika Kamu Sakit…

Ketika sakit pun jari tanganmu masih ringan berbagi. Tanggal 26 Januari 2017 kamu membagikan foto buku si Kakak yang baru kuposting. Seperti biasa, tanpa diminta.



Kamu sudah bedrest kala itu. Sudah tak bisa lagi membaca panjang-panjang. Tak sanggup lagi berlama-lama melihat layar ponsel. Kata-katamu di chat WA denganku pun sudah sering tak beraturan karena menahan sakit. Tapi kamu masih sempat berbagi.

Buku si Kakak yang kamu bantu promosikan itu sekarang sudah cetak ulang, empat bulan setelah terbitnya. Lengkap dengan label best seller di kavernya.

Tak bisa lagi aku membalas kebaikan kamu. Selain mengirimkan banyak doa untukmu. 

 

Berbagi Kebaikan

Jari tanganmu yang kian hari kian kurus itu juga ringan membagikan berita baik, membagikan informasi baik. Tidak membagikan hoax, tidak menyebarkan kebencian. 

Rasa tak sukamu pada sesuatu tak membuatmu merasa perlu menyebarkannya pada publik.

Semoga klak-klik-kluk jari tanganmu saat berbagi kebaikan itu tercatat sebagai ibadah.

Semoga ringan pula jari tanganku, jari tangan kami, berbagi kebaikan sepertimu.

Semoga itu menjadi amal jariah yang akan terus mengalirkan pahala untukmu.




Salam, 

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...