17 June 2017

Swarga Nunut Neraka Katut



Swarga Nunut Neraka Katut

Swarga nunut, neraka katut.1
Ke surga ayo, ke neraka terbawa serta.
Istri harus patuh pada suami.
Tapi bukan taqlid. Bukan patuh tanpa ilmu dan iman.
Berbahagialah para perempuan
yang suaminya membawa ke jalan surga abadi.

Para perempuan
yang suaminya menunjukkan jalan ke neraka,
korupsi,
menumpuk harta tak halal,
membungakan uang,
berutang demi gengsi yang tak akan sampai pada titik cukup,
bisnis tak halal,
menyuap dan disuap....
Semoga diberi kekuatan untuk membersihkan diri,
untuk meluruskan.
Allah memberi akal.
Allah memberi petunjuk.
Allah memberi peringatan.
Bahwa makanan yang dibeli dengan uang haram akan mengalir dalam darah
Bahwa darah yang dialiri harta haram,
diri yang dihiasi harta haram,
akan menghalangi terijabahnya doa.2
Bahwa utang yang tak terbayar hingga ajal menjemput
akan menghalangi langkah ke surga, meskipun langkah syuhada,3
akan menguras tabungan amal di akhirat,
akan membuat ketempuhan menanggung dosa orang yang mengutangi
jika pahala tak lagi cukup untuk melunasi utang.
Tak ada dolar dan dinar di sana. 4
Allah memberi peringatan
agar umat-Nya tak menzalimi diri sendiri.
Sakinah mawaddah wa rahmah dalam naungan rida Allah.
Rida Allah.
Pagi terakhir Ramadan 2017.
Salam,
dari saya yang pilu melihat istri-istri
yang terseret kasus korupsi sang suami.

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com


Swarga Nunut Neraka Katut



Catatan
1 Filosofi Jawa, bahwa seorang istri harus patuh pada suami.

2 Rasulullah bersabda, ”Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan,’Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!’ Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapi dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima doa itu?” (HR. Muslim).

3 Rasulullah bersabda, “Orang yang mati syahid diampuni seluruh dosanya, kecuali utang.” (HR. Muslim  no. 1886)

4 Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mati dalam keadaan masih memiliki utang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di akhirat tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414) 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...