10 July 2017

Proses Kreatif Buku 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim



Proses Kreatif Buku 101 Kebiasaan Hebat Anak MuslimProses penulisan buku 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim ini sangat tak biasa bagi saya. 

Bukan karena ketika menulis saya ditemani alien. Bukan pula karena saya harus dikarantina di hotel bintang tujuh selama proses penulisan buku cerita anak ini.

Awal Menulis 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim



Agustus 2016, editor saya di Quanta melontarkan ide ini dalam sebuah meet up di Bandung. Langsung saya sambar tanpa banyak pertimbangan. Saya suka ide dasarnya. Saya juga suka pada kebebasan untuk mengeksplorasi ide itu.

Namun, penulisannya ternyata butuh waktu lumayan lama. Pusing juga ternyata menulis 101 cerita dalam satu buku.

Di awal, saya setor 10 cerita dulu. Editor ingin melihat apakah naskah yang saya tulis sudah sesuai atau belum. Kalau belum, bisa langsung diubah mumpung belum banyak. Kalau sudah, langsung dicarikan ilustrator yang cocok.

Naskah oke. Ilustrator pun dapat. Namanya Edra Yahya. Anak muda kelahiran tahun ’90-an yang suka Hello Kitty.

Sementara Edra mulai mengilustrasi, saya meneruskan menulis.

Revisi 1 Naskah 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim

Februari 2017 saya mulai merevisi 30 cerita pertama yang sudah selesai diilustrasi.

Tantangan terbesar dalam Revisi 1 ini adalah menaklukkan kekhawatiran dalam diri saya.

Pada Februari 2017 itu, sahabat saya tersandung masalah karena sebuah buku anak yang ditulisnya. Saya jadi khawatir kelak ada yang mencari-cari kesalahan dalam isi buku ini.

Tantangan kedua adalah memendekkan cerita. Iya, ketika masih berbentuk naskah mentah di Word, ceritanya terlihat pendek-pendek. 

Ketika sudah diilustrasi dan di-layout… baru deh terlihat kepanjangan.
Usai mengisi acara bersama Rumah Awardee di kampus Pascasarjana Fisip Unpad pada tanggal 25 Februari 2017, saya melipir ke sebuah kafe di kawasan Dago. Cokotetra Drinks & Library. 


Proses Kreatif Buku 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim
Merivisi naskah di Cokotetra Drinks and Library.

Tempat yang kondusif banget untuk melakukan revisi naskah. Wifi-nya juga kenceng. #Eh

Revisi 2 Naskah 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim

Revisi 2, giliran 71 cerita selebihnya. Bukan revisi, sebenarnya. Lebih pada mengecek proof. Print out naskah itu saya terima tanggal 17 Maret 2017. Kebetulan ketika itu ada launching buku karya tiga penulis Quanta di Gramedia Merdeka, Bandung.

Dan hari-hari berat pun dimulai….

Entah mengapa, saya sulit sekali memusatkan konsentrasi untuk membaca proof dan mengoreksi jika ada yang salah. Sebentar-sebentar saya tertidur di ruang kerja.

Kurang tidur? Tidak juga. Saya tidur pulas, bangun dalam keadaan segar, tapi dua-tiga jam kemudian tiba-tiba mengantuk luar biasa, bahkan begitu saja tertidur.

Alhasil, selama seminggu hanya tiga lembar yang berhasil saya baca dan koreksi.

Tanggal 25 Maret 2017, semua kantuk tidak jelas itu hilang bersamaan dengan berpulangnya seseorang yang sangat berarti bagi saya.

 

Mbak, Naskahnya Sudah Selesai?

Pertanyaan biasa itu terdengar sangat mengerikan bagi saya pada hari-hari setelah 25 Maret.

Selesai? Saya sedang berduka. Hampir sepanjang hari saya menangis. Boro-boro membaca naskah. Yang ada berat badan saya turun 2 kilogram.

5 April, ada pesan masuk dari editor saya. “Mbak, naskahnya bisa dikirim lusa? Biar bisa cepat masuk ke produksi.”

Jadilah tanggal 6 April pagi saya ke luar rumah. Kalau di luar rumah mudah-mudahan air mata tidak menyelonong begitu saja.

Tujuan saya ke kafe yang sepi atau perpustakaan. Tapi ketika lewat Masjid Pusdai, saya berhenti. Masuk ke sana. 

Proses Kreatif Buku 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim
Proses pembacaan naskah paling berat bagi saya.

Menjelang Ashar, puluhan lembar naskah itu sudah selesai saya baca, cek, dan beri catatan di sana-sini. Siap dikirim ke Jakarta dengan paket sehari sampai.

Angka Istimewa

Buku 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim ini beberapa kali mengalami perubahan jadwal terbit. Semula menjelang Lebaran, tapi diundur karena momennya dianggap sudah kurang tepat (orang-orang sudah fokus mudik dan berlebaran). Dijadwal ulang dan jatuh pada tanggal 17 Juli 2017.

Saya termangu dan air mata lagi-lagi menetes. Kalau dia masih hidup, 17 Juli 2017 adalah ulang tahunnya yang ke-47. 

Kemudian ada perubahan jadwal lagi. Mundur ke akhir Juli atau awal Agustus. Mundurnya kali ini menjadikan 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim sebagai buku saya yang ke-47 (tadinya akan jadi buku ke-37, tetapi ternyata ada 10 buku saya di Penerbit Mizan yang menyalip terbit kebih dulu).

Dari Proses Buku Ini Saya Belajar….

Dari awal perumusan sampai terbit, buku ini menghabiskan waktu hampir satu tahun.

Ada yang bisa saya pelajari dari setiap buku saya. Dari buku 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim ini saya belajar untuk mengendalikan rasa sedih hingga bisa tetap profesional. 

Dari buku ini saya belajar untuk menjadi muslim yang hebat. Yang tidak menyerah oleh duka. Alhamdulillah.

Proses Kreatif Buku 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim
Silakan yang mau memesan buku ini.
  
Salam, 

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...