21 October 2017

Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai Jual



Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai EkonomiMengolah Barang Bekas -- Perhatikan deh tas berwarna ungu yang saya pegang. Tas ini dibuat dari limbah plastik (kresek) yang dikombinasikan dengan kulit sintetis. Harganya Rp 300.000. 

Ih, dari kresek bekas aja kok mahal, sih?

Mau bilang gitu? Hehehe… Gimana kalau saya bilang tas ini diminati oleh Gucci? Nantinya akan dijual dengan merek Gucci seharga Rp 1,5 juta. Lima kali lipat dari harganya jika tanpa merek.

Hooo… tas dari kresek bekas bisa semahal itu? Tas dari barang bekas gitu… dilirik merek Gucci?

Iya, betul. Di tangan Mas Arigami, barang-barang bekas seperti kantong kresek, kardus, kertas koran, plastik, dan ban bisa disulap menjadi barang-barang indah bernilai ekonomi.

Workshop Bersama Alfamart

Hari Selasa 17 Oktober 2017 kemarin Alfamart mengadakan workshop pengolahan limbah rumah tangga di Rumah Albi. Pesertanya adalah warga dan ibu-ibu PKK di Kelurahan Pasir Endah. Dari para mahmud sampai ibu-ibu sepuh yang datang sambil momong cucu. 

Laaah… ini sih lokasinya hanya sepelemparan batu dari rumah saya.

Jadi, nggak perlu mikir lagi saya langsung daftar, bergabung dengan teman-teman Blogger Bandung. Naskah-naskah editan milik klien ditinggal dulu deh setengah hari. Editor juga butuh refreshing. 😎

 
Narasumber di acara workshop ini adalah Mas Arigami, sang kreator tas plastik yang dilirik oleh Gucci tadi. 
 

Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai Ekonomi
Workshop sama Alfamart dan Mas Arigami. Nggak cukup 3 jam nih. 😀


Whuaaa… jadi sekarang praktik bikin tas, nih? Trus nanti dijual ke Gucci?

Hehe… maunya sih begitu, ya. Tapi waktu yang terbatas (pukul 09.00 – 12.00) jelas tidak memungkinkan. Mas Ari yang jauh-jauh datang dari Banjarnegara, Jawa Tengah, hanya mengajarkan dasar-dasar berkreasi dari barang bekas. 

Barang bekas yang dipakai dalam workshop ini adalah 5 kg koran bekas. Kertas koran dilipat-lipat lalu digunting, dilinting dengan bantuan sebatang lidi, dianyam, dan jadilah kelopak-kelopak bunga. 


Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai Ekonomi
Memberi pengarahan tentang cara melipat koran untuk kerajinan tangan ini.
 
“Jangan takut salah. Tidak ada salah dan benar dalam berkreasi,” kata Mas Ari ketika kelopak bunga yang dihasilkan oleh peserta workshop, bentuknya jadi aneh-aneh. Ada yang terlalu panjang, ada yang peyot. Pokoknya beda dengan yang dicontohkan.

 “Yang ada hanyalah Ibu-Ibu belum terlatih,” lanjut Mas Ari.

Hm… benar juga, ya. Lagi pula tiap orang kan punya imajinasi kreatif sendiri-sendiri.

Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai Ekonomi
Mas Ari mempraktikkan cara melinting kertas koran.

Praktik kedua adalah membuat suvenir sandal jepit dari kardus dan kertas koran. Tepatnya menggunakan sisa lintingan kertas koran tadi. 

“Dengan begini, tidak ada bahan yang terbuang dan menjadi sampah,” ujar Mas Ari sambil mempraktikkan cara membuat sandal jepit imut. Ssst...Mas Ari punya 1.600 kelompok binaan seperti ini, lho.

Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai Ekonomi
Sandal jepit, gantungan kunci berbentuk ikan, dan Albi si maskot Alfamart.
Semuanya dari kertas koran bekas.

Pemberdayaan Masyarakat

Dalam press release-nya, Branch Manager Alfamart Bandung, Yosia Andika Pakiding, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini adalah salah satu bentuk kontribusi perusahaan pada masyarakat sekitar. Workshop daur ulang ini merupakan upaya Alfamart menumbuhkan jiwa kemandirian dan kewirausahaan masyarakat.




Mas Afran dari Alfamart menambahkan, kegiatan pelatihan seperti ini rutin diadakan oleh Alfamart. Yang juga sudah berjalan adalah Pelatihan Manajemen Ritel bagi UMKM. 

"Pedagang-pedagang kecil kami rangkul dan berikan pelatihan. Kita harapkan mereka bisa berbembang. Alfamart bisa menjadi besar seperti ini juga kan awalnya dari kecil," ujar Mas Afran.

Dan eh saya baru tahu, ternyata Rumah Albi di Jalan Kosar ini bisa digunakan oleh masyarakat secara gratis. Cuma perlu daftar ke Alfamart di Kosar ini, minimal satu minggu sebelum acara.

Alhamdulillah. Besok-besok kalau ada yang nodong saya bikin pelatihan menulis, saya pinjam Rumah Albi aja, deh. Lebih praktis dan aman bagi peserta yang takut kucing (FYI, kucing-kucing di rumah saya bebas berkeliaran).

Tas Plastik yang Ditaksir Gucci

Karena penasaran, usai acara saya ngajak Mas Ari ngobrol. Kok bisa sih, tas dari plastik bekas karyanya itu ditaksir Gucci? 

Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai Ekonomi
Ngobrol seusai acara.


Ternyata Mas Ari menitipkan tas tersebut pada seorang putri yang mewakili Indonesia di sebuah lomba miss-miss tingkat internasional. Nitip untuk dipakai oleh si putri. 

Nah, ketika sedang dipakai oleh si putri itulaaaah… pihak Gucci terpesona. Langsung gerak cepat, menanyakan tas unik ini buatan mana dan menawarkan untuk menjualnya dengan merek Gucci.

Tas dari kresek bekas yang ditaksir oleh Gucci.


Tawaran menggiurkan itu ternyata ditolak oleh Mas Ari. Lelaki yang sudah berkeliling Nusantara berkat keahliannya mengolah barang bekas ini tidak ingin produknya kelak kembali ke Indonesia dengan harga berlipat kali lebih mahal. Ia ingin produknya terjangkau oleh banyak orang.

Btw, ungu pada tas ini adalah empat lembar kantong kresek bekas yang disetrika pada suhu tertentu. Kantong kresek ini dipadankan dengan kulit sintetis. Jadilah tas yang keren dan kokoh.
Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai Ekonomi
Narasumber dan peserta workshop.

Manfaatkan Barang Bekas

Ternyata barang bekas bisa didaur ulang menjadi berbagai barang bernilai jual. Bisa jadi sumber penghasilan yang menguntungkan. Bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih pula.

Yuk, mendaur ulang barang bekas di sekitar kita.



Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai Ekonomi
Kardus bekas bisa dikreasikan nenjadi sekeren ini!


Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai Ekonomi
Tas-tas keren ini dibuat dari kertas koran bekas.

Mengolah Barang Bekas Menjadi Barang Bernilai Ekonomi
Ini juga dibuat dari kertas bekas.

Salam, 


Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

6 comments :

  1. Baguuuus banget :D. Yg tas koran aku suka ih mbaaa.. Kagum ih ama orang2 seperti pak ari ini, yg jiwa kreatifnya tinggi, dan ga mementingkan kepentingan pribadi pula. Padahl gucci loh yg tertarik :) .

    ReplyDelete
  2. Beruntung bisa ikut serta dalam pelatihan ini ya, Teh. Aku suka banget tas ungu itu dan ternyata mereka punya model dan desain lainnya ya. :)

    ReplyDelete
  3. wah aku mau ikut
    gak papa bareng ibu2
    pengen bisa buat gantungan kunci
    seru deh

    ReplyDelete
  4. menolak dibeli oleh Gucci <3 ya, sebab sukses itu tidak selalu bernilai materi besar ya. Bijak sekali keputusan untuk tetap mempertahankan tas ungu itu agar bisa dijangkau banyak orang di negeri sendiri

    ReplyDelete
  5. waah... keren ya, acaranya keren dan kita pun harus bisa kreatif ya melihat skrg ini limbah banyak sekali

    ReplyDelete
  6. baran-barang bekas di rumah enaknya dibikin apa ya?

    ReplyDelete

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...