25 February 2018

Kenapa Anak Tidak Suka Membaca?



“Kesel banget! Anak saya kok nggak suka baca buku, ya? Sukanya main hapeee melulu!”

“Duh, mesti gimana lagi sih supaya anak saya mau baca buku?”

Pernah mendengar keluhan seperti itu? Atau jangan-jangan pernah mengomel seperti itu sendiri?


Penyebab Anak Tidak Suka Membaca

Sepengamatan saya, ada beberapa hal yang menyebabkan anak tidak suka membaca. 

Pertama, anak belum menemukan buku yang asyik untuk dibaca.
Anak-anak belum mendapatkan buku yang bisa membuatnya jatuh cinta pada kegiatan membaca.

Anak bungsu saya masih masih malas-malasan membaca sampai kelas 2 SD (sekarang dia kelas 5 SD). Dia sepertinya tidak terusik melihat saya dan kakaknya asyik membaca buku. Tapi ternyata itu karena dia belum dapat buku yang pas. Buku-buku cerita koleksi kakaknya ketika seusia dia tidak menarik minatnya. 

Dia mulai suka membaca ketika saya belikan buku seri komik ibadah. Buku itu dibacanya berkali-kali. 


Baca Juga: Menumbuhkan Budaya Membaca


Selain itu dia juga suka buku tentang fakta-fakta. Misalnya 100 Pengetahuan tentang Keajaiban Dunia dan Ensiklopedia Binatang Pemecah Rekor. Belakangan dia juga mulai suka buku-buku dongeng klasik terjemahan.


Si bungsu kelas 5 SD. Buku yang dipilihnya berkisar antara
komik ibadah, picbook, dan buku-buku nonfiksi berbentuk butiran
(bisa dibaca dari halaman berapa pun, tidak harus berurutan) seperti ini.

Kedua, tidak ada buku yang bisa dibaca.

Pada penyebab pertama bukunya ada tapi tidak sesuai dengan minat. Pada penyebab kedua ini, bukunya saja tidak ada. Well, apa yang mau dibaca?

Saya pernah punya taman baca di rumah. Anak-anak yang berkunjung semula takjub melihat buku-buku cerita yang ada. “Kok buku ceritanya banyak banget, Tante?”

Omong punya omong, ternyata di rumah mereka hanya ada buku pelajaran dan Al-Quran. Perpustakaan sekolah? Setali tiga uang. Hanya berisi buku paket dan dijaga oleh guru yang galak. Jadi, mereka tidak terkondisikan untuk membaca.

Ketiga, tidak ada teladan dari orangtua.

Susah, sih, berharap anak suka membaca jika orangtua lebih suka menggosip dan menonton TV daripada membaca. Lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam untuk haha-hihi atau malah merisak (mem-bully) orang lain di medsos daripada membaca.

Jika disodori buku, ada saja yang berkelit, “Buku mah buat anak-anak aja. Saya udah tua. Ngapain baca buku lagi?”

Keempat, orangtua mematikan keinginan anaknya untuk membaca.

Kalau sedang jalan-jalan ke pameran buku (yang di situ juga ada bazar makanan, obat-obatan herbal, pakaian, dan mainan), saya sering bertemu anak-anak yang antusias dan―sayangnya―orangtuanya yang ketus berkomentar, 

“Kamu ngapain nyari buku?”
“Kamu baca aja belum bisa, ngapain beli buku?”
“Ngapain beli buku terus. Beli baju aja. Di sana bagus-bagus tuh bajunya.”

Agar Anak Suka Membaca

Lalu gimana supaya anak suka membaca? Ya, tinggal lakukan saja kebalikannya.

Masalah 1, anak belum menemukan buku yang asyik untuk dibaca.
Solusinya:
  • Tanya pada anak, buku seperti apa yang ia sukai.
  • Jika anak juga tidak tahu, perhatikan hobi dan minat anak. Kalau suka mobil-mobilan, misalnya, pilihkan buku tentang mobil.

Baca Juga: Wisata Buku di Bandung


Masalah 2, tidak ada buku yang bisa dibaca.
Solusinya:
  • Sediakan buku untuk dibaca. Sesuaikan dengan usia mereka.
  • “Buku mahal” bukan alasan. Sekarang banyak buku bagus dan ori yang dijual dengan harga diskon. Nggak sempat ke toko buku? Males macet-macetan di jalan? Banyak toko online. Pilih yang tepercaya dan hanya menjual buku ori.

 
Dekatkan anak dengan buku.
Perpustakaan atau taman baca bisa menjadi pilihan.


Masalah 3, tidak ada teladan dari orangtua.
Solusinya:

  • Singkirkan rasa malas. Yuk, kita juga mulai rajin lagi membaca buku. Singkirkan gadget untuk beberapa jam dan mulailah membaca buku.

Masalah 4, orangtua mematikan keinginan anaknya untuk membaca.
Solusinya:
  • Jika anak sudah menunjukkan ketertarikan pada buku, sudah antusias membaca, yuk kita dukung.
  • Anak belum bisa membaca? Kita bacakan cerita (read-aloud) untuk mereka. Read-aloud begini banyak manfaatnya, lho.
  • Beragam buku aktivitas seperti mewarnai dan menempel stiker bagus untuk menyuburkan kecintaan mereka pada buku, membiasakan mereka dekat dengan kata-kata tertulis, dan kelak membuat mereka akrab dengan aktivitas membaca.
  •  Anak masih balita… kalau dibelikan buku malah dirobeknya? Sekarang banyak boardbook dan softbook/clothbook yang aman untuk balita. Boardbook terbuat dari kertas tebal, softbook terbuat dari kain.


Yuk, Membaca

Anak-anak saya bukan kutubuku tingkat tinggi.  Kalau pakai ilmu perbandingan  (yang kata para ahli parenting sih nggak baik), nggak ada apa-apanya diandingkan anak beberapa teman saya. Namun, saya tetap berusaha agar mereka suka membaca. 

Jadi, yuk kita sama-sama membaca. 


Happy reading,
Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...