20 August 2014

Petualangan Menembus Dimensi Waktu


Keira merasa benar-benar mati gaya. Selalu seperti mimpi buruk bila menempati meja ini.  Sudahlah pas di depan mata guru, sendirian pula. Keira melirik kursi kosong di sebelahnya. Masa, sih, kursi ini mau kosong selama-lamanya? Nanti malah jadi kayak yang di film Bangku Kosong. Keira merinding ketika ingatan tentang film horor itu mencuat di benaknya. 

Harapan Keira terkabul. 
Seorang murid pindahan dari Palembang masuk ke kelas XI IPS SMA 215 Bandung.

“Keira Luvena,” ujar Keira sembari mengulurkan tangan.
“Zhafira. Panggil aja Zha.”

Meski terlihat biasa, Keira tahu ada yang aneh pada teman barunya itu.

“Saya indigo intradimensional. Bisa pindah tempat ke mana aja dan kapan aja. Bisa menembus dimensi dan waktu. Bisa keluyuran di dunia astral,” kata Zhafira.
Keira mengangguk-angguk. Ia sudah pernah membacanya di buku dan internet. “Astral? Jadi nggak cuma bisa ngelihat makhluk gaib … tapi juga bisa masuk ke dunia gaib?”

Keira pun harus siap siaga jika sewaktu-waktu sahabatnya itu pindah ke dunia astral.

Sebuah medan magnet yang kuat dari kutub yang berbeda dengan kutub magnet tubuhnya memaksa Zhafira mengikutinya. Satu-dua kali Zhafira masih bisa bertahan untuk tetap berada di kelasnya. Selebihnya, gagal total. Konsentrasi Zhafira terpecah saat ribuan suara berdesakan masuk ke gendang telinganya, menabuhkan suara yang riuh. Cahaya nila itu terus berputar-putar di depan matanya. Semakin lama semakin jelas, membentuk jalan yang panjang. Pintu itu sudah terbuka.
Zhafira membuka mulut, hendak memanggil Keira. Terlambat! Zhafira tak dapat bertahan lagi. Tubuhnya terkulai. Kesadarannya melayang.

enulis: Triani Retno A dan Rassa Shienta A
Editor:
Andriyani
Ukuran: 12.5 x 19.5 cm

Tebal:
204 Hlm
Penerbit: Elex Media Komputindo, Juli 2014
Harga: Rp. 38.800
ISBN: 978-602-02-4423-5


Suatu ketika, seorang gadis dari awal abad 20 meminta pertolongan Zha. Haruskah Zha menolong jika nyawanya menjadi taruhan

 
Petualangan Zhafira melintasi dimensi ruang dan waktu, bersama Keira yang tak bisa lepas dari internet dan seolah bisa membaca pikiran. 
Persahabatan, cinta, dan petualangan menembus dimensi.


Previous
« Prev Post

Related Posts

Petualangan Menembus Dimensi Waktu
4/ 5
Oleh

2 komentar

August 31, 2014 at 9:47 AM delete

Ceritanya kurang panjang mbak No :p Kalau dilanjut dengan 6 tahun berikutnya, kayaknya seru. Hmm... mungkin jadi buku sekuelnya kali ya ;)
btw, ada satu detil kecil yang buat saya jadi terasa mengganggu. Jelajah perpustakaannya Keira, ke mana-mana kan, tapi perpustakaan ITB rasanya bukan di Gelap Nyawang ya (hal. 136). Yang di Gelap Nyawang mah, (mantan) gedung Asrama Putri yang sekarang jadi klinik, BMI Salman, Hmm... apa lagi ya? Deretan lapak makanan layaknya food court gitu deh. Perpustakaan ITB mah bisa diakses sangat dekat dari Jalan Taman Sari atas, dekat Sabuga. Belum pindah kan...? ;)

Reply
avatar
September 2, 2014 at 7:27 PM delete

Duuuh... iyaaaa. Makasih koreksinya, Diah. Iya, aku yang salah tulis :(. Harusnya bukan di Gelap Nyawang. Iya, yang dekat Sabuga itu. Heuuuh....letaknya ingat banget tapi nggak sinkron dengan ingatan tentang nama jalannya.

Mudah2an cepat cetak ulang supaya bisa segera diperbaiki :)

Reply
avatar

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)