30 August 2018

Jalan-Jalan Asik Tanpa Toxic


Jalan-Jalan Asik Tanpa ToxicDua pekan lalu, ibu saya (73 tahun, eyang utinya anak-anak) tiba-tiba mengatakan ingin berlebaran Idul Adha di Gombong, Jawa Tengah. Ibu ingin melaksanakan kurban untuk almarhum uyutnya anak-anak. 

Kata ibu sih masih ada 1-2 kerabat jauh di sana. Ibu memang asli dari Gombong, tetapi sudah puluhan tahun merantau.

“Mumpung Ibu masih ada umur,” kata ibu saya.

Lah … laaah … kok ngomongnya gitu? Saya langsung deh ninggalin kerjaan. Lupakan dulu klien yang nagih-nagih kerjaan. Lupakan dulu tumpukan deadline. Ambil ponsel, lalu segera booking tiket kereta api dan hotel.

Dengan berbagai pertimbangan saya memutuskan untuk menginap di hotel saja. Kerabat jauh, puluhan tahun tak berjumpa, puluhan tahun tidak pulang ke sana … rasanya terlalu gambling untuk menginap di sana.

Yang terbayang di benak saya justru ini akan menjadi semacam acara mencari jejak kasih.

Dan begitulah yang terjadi.

Melacak Jejak Keluarga

Tak ada alamat yang jelas, hanya mengandalkan ingatan ibu akan letak rumah sang kerabat. Setelah beristirahat sebentar di hotel, kami meluncur ke daerah Keputihan yang sepertinya tak banyak berubah. Tapi rumahnya yang mana? 

Berjalan kakilah kami menyusuri seruas jalan. Memperhatikan rumah demi rumah. Rumah ini bukan. Rumah itu bukan. Itu bukan … yang itu juga bukan …. Tapi ibu bersikeras rumah sang kerabat ada di ruas jalan ini.

Sampai akhirnya kami tiba di sebuah rumah yang dihuni seorang ibu sepuh.
Dari ibu sepuh itu kami dapat keterangan bahwa kerabat yang kami cari sudah pindah. Nama-nama lain yang disebut oleh ibu bahkan sudah meninggal. 

Beruntung anak ibu sepuh itu menyimpan nomor ponsel orang yang kami cari. Tapi itu pun tidak bisa dihubungi. Malam harinya, ketika mata sudah berat, sang kerabat menelepon dan untungnya dia masih tinggal di kota ini.
Keesokan paginya, usai shalat Id dan sarapan, kami meluncur ke kampung.

Setelah bertanya ke sana kemari, ketok pintu sana ketok pintu sini, akhirnya kami mnemukan rumah kerabat jauh itu. Legaaa…. Keinginan ibu untuk berkurban terpenuhi, kerabat yang dicari pun ditemukan. 

Jalan-Jalan Asik Tanpa Toxic
Akhirnyaaa....ketemu juga dengan kerabat yang dicari-cari.

Jalan-Jalan Asik

Selesai dengan acara “Jejak Kasih”, barulah kami berjalan-jalan menikmati kota kecil ini. Keterbatasan waktu membuat kami hanya berjalan-jalan di wilayah kota untuk berwisata sejarah dan budaya.

Hanya dua tempat yang kami kunjungi. Pertama, Benteng Van der Wijck yang dibangun pada tahun 1818 dan digunakan oleh Belanda untuk menghadapi perlawanan Pangeran Diponegoro. Kedua, Roemah Martha Tilaar, sebuah museum budaya daerah Gombong.

Jalan-Jalan Asik Tanpa Toxic
Jalan-jalan ke Roemah Martha Tilaar.


Sepanjang jalan kami disuguhi pemandangan yang sungguh berbeda dengan kota kami, Bandung. Di sini musim kemarau sangat terasa, lebih-lebih di kampung ibu. Di beberapa tempat tanah sampai pecah-pecah saking kerontangnya. Debit air sungai menyusut, bahkan ada sungai yang tak berair lagi.

Belum lagi tanaman yang mengering dan dedaunan yang berlapis debu. Jika angin bertiup … wuuush … debu-debu pun beterbangan di udara dan terhirup oleh hidung. 

Belum lagi udaranya yang panas dan kering, tak seperti di Bandung. Udara panas ini terasa sekali ketika kami menjelajahi Benteng Van der Wijck. Di dalam benteng sih teduh. Tapi di halaman benteng … panas terik! 

Jalan-Jalan Asik Tanpa Toxic
Di Benteng Van der Wijck. Udara panas lumayan membuat pusing .


Perbedaan budaya (baca: bahasa) membuat anak-anak saya “hilang sinyal” karena tidak paham tapi mereka tetap gembira. Kalau perbedaan iklim?

Naaah, ini. Perbedaan iklim begini yang mesti banget diwaspadai. Apalagi selama dua hari jalan-jalan ini sangat kurang istirahat. Nggak lucu, kan, kalau lagi jalan-jalan atau sepulang jalan-jalan nanti kondisi tubuh malah drop. Apalagi balik ke Bandung anak-anak mesti langsung masuk sekolah dan saya juga mesti langsung ngegas kerja.

Jalan-Jalan #AsikTanpaToxic

Liburan bukan alasan untuk melakukan gaya hidup tidak sehat. Mumpung lagi liburan, boleh dong begadang. Boleh dong menyantap gule, tongseng dan makanan berlemak lainnya. Boleh dong cemal-cemil macam-macam dari yang manis-manis sampai yang ekstragurih.  Boleh dong nyicipin es ini es itu, apalagi di udara panas begini. 

Memang enak, sih. Tapi … kalau dituruti semua mah, bisa-bisa badan beneran drop karena makanan yang masuk ke mulut nggak terkontrol.

Cara gampang untuk menjaga tubuh agar tetap fit dalam perjalanan liburan adalah dengan banyak minum dan mengonsumsi Vitamin C. Minumnya tetap dipilih yang baik untuk kesehatan. Misalnya minuman madu lemon.


Jalan-Jalan Asik Tanpa Toxic
Bekel Natsbee Honey Lemon, dong, biar #AsikTanpaToxic

Minuman madu lemon terbukti bagus buat kesehatan karana membantu proses detoksifikasi tubuh, alias mengeluarkan racun (toxic) dari tubuh. Coba deh kita lihat manfaat madu dan lemon.
 

Madu
Madu sudah dimanfaatkan oleh manusia sejak berabad-abad lalu. Untuk kesehatan, kecantikan, atau sekadar untuk cita rasa makanan dan minuman. 

Bangsa Mesir Kuno sudah menggunakan madu dalam 500 jenis ramuan obat. Ratu Cleopatra pun  rutin mandi madu untuk merawat kecantikan  dan kehalusan kulitnya.

Berikut ini beberapa manfaat madu yang bisa kita dapatkan.

Jalan-Jalan Asik Tanpa Toxic
Manfaat madu.


Lemon                

Polusi, stress, makanan berlemak, makanan dengan kadar gula dan garam berlebih, sinar ultravioet, serta asap rokok merupakan beberapa penyebab munculnya radikal bebas di dalam tubuh. 

Bahaya? Iya, bahaya banget. Kalau terjadi terus-menerus, radikal bebas ini bisa memicu terbentuknya sel kanker. Buah lemon yang kaya dengan vitamin C dan antioksidan terbukti bagus sebagai antitoxic dan menangkal radkal bebas. Tentu saja, minumnya mesti rutin. 

Masih banyak lagi, sih, manfaat lemon. Di antaranya ini, nih.

Jalan-Jalan Asik Tanpa Toxic


Cumaaa … kalau lagi jalan-jalan begini, di mana bisa dapat minuman madu lemon? 

Ternyata gampang mendapatkannya. Di minimaket dekat hotel ada NATSBEE Honey Lemon. Dari namanya sudah jelas banget kandungannya: lemon plus madu. NATSBEE Honey Lemon ini minuman yang cocok banget untuk memberikan kesegaran saat hari panas. 

NATSBEE Honey Lemon terbuat dari bubuk lemon dan bubuk madu pilihan. Lemon dan madunya terasa segar. Nggak asem? Nggak, kok. Kan ada madunya. Lagi pula, asamnya lemon itu bersifat basa. Asamnya hanya di mulut. 

Jalan-Jalan Asik Tanpa Toxic

 
Manis? Iya, manis-manis madu. Manis secukupnya aja. Kalau boleh saya bilang sih, mirip banget dengan minuman lemon madu buatan sendiri.

Tenang deh, kalau begini. Tinggal beli 2 NATSBEE Honey Lemon kemasan 450 ml buat bekal jalan-jalan. Kalau kurang tinggal melipir ke minimarket seperti Alfamart dan Indomaret. 

Jalan-Jalan Asik Tanpa Toxic


NATSBEE Honey Lemon dengan kandungan madu dan lemonnya membantu tubuh tetap segar dan stamina tetap oke. Aktivitas lancar dan acara jalan-jalan makin #asiktanpatoxic. 

Kamu gimana? Yuk, bersihkan hari aktifmu dengan NATSBEE Honey Lemon.



Referensi

  • Dokter Sehat. “10 Khasiat Air Lemon”. https://doktersehat.com/10-khasiat-air-lemon/. Diunduh tanggal 28 Agustus 2018.
  • Junaidi, Iskandar. 2010. Ensiklopedia Vitamin, Mineral, dan Zat Berkhasiat Lainnya.  Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.
  • Suranto, Adi. 2004. Khasiat dan Manfaat Madu Herbal. Depok: Agromedia Pustaka.



Salam,

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter