Showing posts with label Behind The Story. Show all posts
Showing posts with label Behind The Story. Show all posts

11 February 2015

Hati yang Melihat Pelangi

Dalam buku kumcer Siapa Mau Jadi Pacarku? yang diterbitkan oleh Penerbit Sheila (grup Penerbit Andi), ada sebuah cerpen berjudul "Hati yang Melihat Pelangi". 


Sebelumnya, cerpen ini pernah dimuat di Story Teenlit Magazine (sekarang sudah tidak terbit lagi) dua tahun yang lalu. Tepatnya Story No. 30 bulan Februari 2012.

Februari 2012? Edisi Valentine?

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

31 August 2014

Behind The Story Noomic CERMIN dan THE SHY


Eh, jadi mau cerita tentang behind the story noomic Cermin atau The Shy, nih?

Hehe... dua-duanya. Dua noomic ini harus diceritain bareng. Jadi, ceritanya begini.

Akhir tahun 2012 saya baca info tentang sebuah agency naskah yang nyari naskah kumcer horor.  Kebetulan saya punya stok beberapa cerpen horor dan beberapa lagi masih dalam bentuk premis beberapa baris.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

07 July 2014

Serunya Nulis Novel Duet: Behind The Screen Novel DIMENSI

Nulis duet? Nama saya memang pernah tertera di cover buku berdua dengan orang lain. Di buku Dari Do It Menjadi Duit dengan Ibu Yanty Isa (pengusaha) dan di buku Keajaiban Cinta Rasul dengan Arif Rahman Lubis (ustaz). Namun, posisi saya di sana adalah sebagai co-writer. Kalau benar-benar menulis buku secara duet ya baru di novel DIMENSI ini.




Mulai Duet
Awalnya saya dan Rassa sering inbox-an di FB dan SMS-an. Lalu, suatu hari di bulan April saya iseng bilang, “Sa, nulis duet yuk. Tentang anak indigo.”

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

15 June 2014

Behind The Screen: IT'S NOT A DREAM!


Alhamdulillah ... seneng banget waktu editor saya di Elex Media Komputindo mengabarkan novel IT'S NOT A DREAM! akan terbit tanggal 7 atau 14 Juli.

Nah, sampai menunggu tanggal terbitnya, saya mau cerita tentang proses kreatifnya. Tentu dengan harapan bisa membuat Temen-temen nggak sabar membeli dan membaca novel ini. Hehehe... Jujur amat. :D

 Mau tahu behind the screen It's Not A Dream sampai akhirnya terbit?

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

28 March 2014

Behind The Story: Begini-Begitunya Novel LIMIT

Ketika tahu Penerbit Ice Cube bikin lomba menulis novel remaja, saya langsung tertarik. Saya harus ikut. Eh, tapi syaratnya harus dark, sad ending, galau... pokoknya yang sediiiih.

Di titik ini saya sempat ragu. Saya nggak terlalu suka menulis cerita yang sad ending. Dulu sih suka banget nulis yang seperti itu di cerpen-cerpen saya. Ada yang tewas karena OD narkoba, tabrakan dan tewas di tempat, korban konser yang rusuh, bunuh diri, sampai jadi koran mutilasi. Hei, itu DULU. Sudah lama saya tidak menutup cerita-cerita saya dengan kesedihan.

Alasan saya mungkin mengada-ada atau cemen banget. Saya takut hal-hal menyedihkan yang saya tulis itu menjadi kenyataan. :(  Saya takut terkena kutukan naskah. Hah, mengada-ada sekali, ya?

Setelah berpikir agak lama, akhirnya saya putuskan untuk ikut. Tentu dengan bergunung-gunung doa agar kesedihan itu tak menjadi nyata.



Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

24 November 2012

Fakta di Balik Buku BUSINESS MOMS

Berikut beberapa fakta tentang buku Business Moms (Gramedia Pustaka Utama, 2010).

Satu
Pembuatan buku ini berangkat dari rasa bete pada anggapan bahwa IRT adalah bukan apa-apa. Hobi bergosip, hobi belanja, tapi nggak bisa menghasilkan secara ekonomi. Anggapan yang sungguh menyudutkan para ibu rumah tangga, padahal mereka luar biasa.


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

22 November 2012

Behind The Story Novel FOOLOVE

Lama tidak menerbitkan novel, tiba-tiba...tarrraaa...! Novel teenlit FOOLOVE memecahkan kebekuan itu. Serius, buku solo selalu memberi sensasi berbeda dibandingkan buku antologi. Selalu tercium lebih semriwing....

Ide untuk menulis FOOLOVE ini sebenernya udah dari awal 2009 (lupa tepatnya). Tapi seperti kebanyakan naskahku yang lain, ide itu sering nggak langsung kutulis. Kubiarkan aja dulu di buku catatan yang imut dan kusut (karena sering dibolak-balik). 

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

19 November 2012

Behind The Story TITIK BALIK

Naskah yang kukirim untuk mengikuti Lomba Cipta Karya Inspiratif (Penerbit Leutika) ini kutulis di tengah-tengah penggarapan buku Business Moms.



TITIK BALIK

Dua kata itu langsung memikat minatku. Aku bahkan merasa dua kata itu memang ditujukan untukku.

Sempat tebersit, kalau kutuliskan ini, tidakkah mengumbar aib sendiri? Setelah mengingat dan menimbang, akhirnya memutuskan: Tidak. Aku ingin berbagi. Aku yakin, banyak orang lain yang pernah terjatuh, terjerembap, dan terpuruk dalam kegagalan dan air mata. 

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

22 August 2012

Behind The Story : Dari Do It Menjadi Duit

Dari Do It Menjadi Duit ini salah satu bukuku yang memerlukan waktu panjang dalam penggarapannya.

Berawal  ketika aku menulis buku Tajir Selagi Muda. Di buku itu, salah satu narasumberku adalah Ibu Yanty Isa. Beliau adalah pemilik PT Red Crispy International dan  PT Magfood Inovasi Pangan. Beliau juga mempunyai jaringan Red Crispy dan Red Amazy (franchise. Sudah lebih dari 300 outlet di Indonesia).

Ternyata, Bu Yanty suka dengan gaya penulisanku yang ngepop dan meremaja. Beliau mengajak aku menulis buku sejenis berdasarkan pengalaman Bu Yanty. Sebagai penulis rindu order, tawaran ini sangat menarik dan pantang dilewatkan.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

21 August 2012

Behind The Story : The Boarding # 1: Please, Deh

Ini salah satu novelku yang penggarapannya makan waktu sangaaat lama. Bukan karena butuh studi literatur yang mendalam. Bukan juga karena tebalnya mengalahkan tumpukan batu bata.

Novel ini mulai aku tulis tahun 2001, berupa oret-oretan di buku tulis 40 halaman bergambar kura-kura. Nulisnya juga di kantor, kalo lagi nggak ada kerjaan. Selesainya? Sekitar bulan Maret tahun 2006. Alhamdulillah, terbit akhir 2006.

Lama banget? Yup. Tahun 2001 itu aku hamil anak pertama. Nggak tau kenapa, jadi males banget nulis. Dan ternyata malesnya keterusan. Baru diterusin lagi waktu udah kenal dan suka email-emailan sama Mbak Mimin (Aminah Mustari).

Malas dan keinginan memang sering adu kuat menarik tangan untuk menulis.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter