Showing posts with label Buku Saya Diresensi. Show all posts
Showing posts with label Buku Saya Diresensi. Show all posts

06 November 2015

[Buku Saya Diresensi] Titik Balik Santri Jail

Peresensi: Muhammad Rasyid Ridho,
Pegiat di Bondowoso Writing Community


Dimuat di harian Singgalang, 4 Oktober 2015.


Tasya adalah anak orang kaya yang tinggal di Jakarta. Kebiasaan sehari-hari adalah berkumpul dengan teman-teman SMPnya bahkan dugem sampai larut malam. Orangtua Tasya, berbeda dengan orangtua kaya lainnya, mereka perhatian sekali dengan masa depan anaknya. Mereka memilihkan sekolah yang baik untuk Tasya, tidak hanya untuk dunia tetapi juga akhiratnya. Sekolah pilihan orangtua Tasya setelah lulus SMP, adalah Boarding School yang terletak di pinggiran Bogor.


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

26 September 2015

Resensi The Boarding

Catatan

Resensi ini saya kopas dari catatan Facebook Rena Puspa. Sudah izin, dong, sama kontributor Ummi Online ini. Sengaja saya kopas di sini untuk memudahkan saya menemukan kembali resensi atas novel-novel saya. Silakan berkunjung ke  FB Rena Puspa untuk membaca resensi aslinya. Mau main ke blognya? Boleeeh. Klik aja ini. Btw, makasih banyak atas resensinya, ya, Rena. :)


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

21 April 2015

[Buku Saya Diresensi] It's Not A Dream

Peresensi: Luckty Giyan Sukarno
 

“Secara fisik, bisa aja aku ninggalin kamu. Tapi nggak dengan hatiku. Hatiku tetap di hati kamu.” (hlm. 130)
Fayya ini demen banget online dan ikutan kuis buat dapetin macem-macem. Fayya banci banget online, bisa dilihat di halaman 1-2 dan halaman 4-5. Hari Minggu Fayya tak ke mana-mana. Setelah mandi, sarapan, dan menyelesaikan urusan rutin pada hari Minggu –mencuci baju, mencuci sepatu, dan membereskan kamar- ia hanya punya satu agenda. Online. Fayya ini kayak saya versi remaja, gyahahaha… :D

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

06 April 2015

[Buku Saya Diresensi] Cermin

Peresensi: Yunita Hentika Dani

Lagu "Fur Ellise" mengalun.
Dan perlahan pada pantulan cermnin tua itu, sosok seorang gadis yang tampak lebih tinggi dariku mendekati. Kulitnya pucat transparan. Rambutnya pirang, jatuh dengan lembut di blousenya yang berenda.
Dan biru matanya menatapku dengan sendu.
"Namaku Brenda, aku dan keluargaku dibunuh oleh tentara Nippon."

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

05 April 2015

[Buku Saya Diresensi] DIMENSI

Peresensi: Luckty


Tuhan itu Mahasempurna. Tidak ada satu pun hal yang Tuhan ciptakan sia-sia. Tuhan punya maksud yang baik dan rencana yang indah. (hlm. 100)
  

ZHAFIRA MASSAWA. Putri tunggal pasangan dokter. Husin Massawa dan Nyimas Aryati. Sejak kecil ia terlihat berbeda dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Perbedaan itu semakin jelas ketika ia menginjak usia remaja.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

16 March 2015

[Buku Saya Diresensi] Menyelami Kehidupan Seorang Anak Indigo

Peresensi: Linda Satibi

Friday, 12 September 2014 06:13

Tidak jarang ditemui pendapat awam bahwa anak indigo bisa disetarakan dengan cenayang. Ia memiliki kemampuan mengetahui dan melihat peristiwa yang akan terjadi. Juga kemampuan menyaksikan makhluk-makhluk gaib. Sebuah kemampuan istimewa yang mengasyikkan. Padahal anak indigo memiliki beberapa jenis, tidak semuanya memiliki kemampuan yang sama.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

11 March 2015

[Buku Saya Diresensi] Genk Kompor 1

Peresensi: Majalah Kawanku
Edisi 160 Tahun 2013



Abe, Deni, Erin,Sandi, Eno, dan Nando adalah enam sahabat yang berbeda sifat. Mereka semua mempunyai keanehan masing-masing yang saling melengkapi. Eno yang tomboy tapi mellow. Erin yang selalu tampil judes, Deni yang alergi Debu, Abe yang selalu jadi korban PHP, Nando yang selalu sayang Ibu dan Sandi yang misterius.

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

26 February 2015

[Buku Saya Diresensi] Kayla Twitter Kemping


"Mengikuti berbagai kelakuan ajaib Kayla, bisa banget buat ngusir capek sepulang sekolah. Seru dan menghibur" (Majalah KaWanku)



Novel Kayla Twitter Kemping ini diresensi di majalah Kawanku tahun 2013. Udah lama, memang. Saya malah sempat lupa pernah diresensi begini :( Supaya nggak lupa lagi, mending saya simpan di sini aja.


Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter