Kartini Masa Kini adalah Kita


Kartini masa kini

Bukan kebaya dan konde yang menjadikan kita Kartini masa kini. Bukan bedak dan gincu. Bukan pula upacara seremonial sehari.

Kartini masa kini adalah kita yang menerapkan semangat Kartini. 

Kartini masa kini adalah kita yang tak menyerah dalam keterbatasan untuk mencari ilmu dunia dan ilmu akhirat. Tak lelah menyebarkan kebaikan dengan cara yang baik. Tak henti memberi cinta kasih pada sesama dan semesta. Kebaikan berbagi, kebaikan dari hati.
Kartini masa kini adalah kita yang menebar kasih sayang, bukan menabur gosip dan kebencian.

Kartini masa kini adalah kita yang merangkul, bukan memukul.

Kartini masa kini adalah kita yang mendukung sesama perempuan berkebaikan, bukan mengibarkan bendera mom's war dan bergunjing siang malam.


Kartini masa kini adalah kita yang dengan empati memeluk mereka yang menangis dan membantu mereka bangkit, bukan menyudutkan dan membuat mereka semakin terpuruk.

Kartini masa kini adalah kita yang memberikan ilmu bermanfaat, bukan yang tak berpikir lalu ikut menyebarkan hoax sesat.

Kartini masa kini adalah kita yang jernih berpikir.
Kartini masa kini adalah kita yang mencintai anak-anak, keluarga, dan sesama.

Tak peduli kita berkonde atau berjilbab, bergincu atau bercadar, di rumah atau di kantor, di kota atau di desa. 

Selamat Hari Kartini, Perempuan Indonesia.
Kita adalah Kartini-Kartini masa kini.

Dan saya bangga menjadi perempuan Indonesia.
 
Kartini dan perempuan Indonesia
Foto lukisan dijepret di Hotel Bogor Icon, Oktober 2017.


Tidak ada komentar

Komentar dimoderasi dulu karena banyak spam. Terima kasih.