04 April 2014

[Resensi] Bintang yang Sempurna


Judul: Berburu Bintang
Pengarang: Achi TM
Penerbit: Dar! Mizan, 2013
Tebal : 187 halaman
Harga: Rp39.000,00



Empat cewek unyu membentuk satu geng, yaitu Geng Ijo Lumutan. Mereka adalah Kiera, Ovy, Santi, dan Rasya. Dalam film dan sinetron sering digambarkan cewek-cewek dalam satu geng memiliki ciri-ciri yang sama. Namun, tidak dengan geng ini.

Kiera berkulit hitam dan berambut keriting, persis seperti bapaknya. Santi bertubuh gemuk. Ia selalu ribut ingin menurunkan berat badan tetapi susah mengendalikan nafsu makannya. Rasya berambut pendek dan suka sekali menggambar. 



Jika mengikuti standar kecantikan mainstream, Ovy-lah yang paling cantik di antara mereka berempat. Tak sedikit cowok yang ingin jadi pacarnya. Namun, semua keok dan mundur teratur ketika berhadapan dengan Bang Reza, kakak Ovy, yang juga pelatih judo di SMA Semesta Raya.


“Dan elo harus tahu. Gue tidak akan pernah mengizinkan Ovy berpacaran. Ovy itu anak yang cantik, sehat, smart, dan ceria. Dia hanya akan menikah dengan lelaki yang pantas. Ingat! Me-ni-kah.  No way to pacaran!” (halaman 18)

Perbedaan itu tak menjadi masalah bagi Geng Ijo Lumutan. Mereka tetap kompak. Kekompakan mereka diuji ketika ada murid baru di sekolah mereka. Namanya Bintang. Wajahnya mirip Siwon Suju. Awalnya tak ada yang mengaku, tetapi lama-lama semua buka kartu. Mereka berempat sama-sama suka pada Bintang. Lantas, bagaimana dengan nasib persahabatan mereka? 
 
Siwon Suju. Bintang mirip-mirip ini, nih. :)
(sumber foto: http://www.jpopasia.com/group/superjunior/)
 

Sibling Rivalry

Beberapa bagian dalam novel ini berhasil membuat saya tesenyum geli. Misalnya nama-nama geng di SMA Semesta Raya. Selain Geng Ijo Lumutan, ada Geng Es Krim, Geng Es Dongdong, Geng Es Mangga, dan Geng Es Rainbow.

Kekonyolan Ovy cs ketika mencoba merebut perhatian Bintang lumayan memancing senyum meski terkadang juga membuat saya menggeleng-geleng. Dari memberi obat pencahar (halaman 63-66), pura-pura kecopetan (halaman 78-79), sampai mengintip Bintang latihan nasyid (halaman 99-100). Cowok sempurna seperti Bintang memang perlu diperjuangkan.

Cowok sempurna?

Ya. Bagaimana tidak sempurna? Bintang itu ganteng, baik hati, jago basket, jago sepak bola, dan ringan tangan (halaman 37), teman ngobrol yang asyik dan perhatian banget (halaman 38), alim dan jago nyanyi (halaman 50), badan atletis dan otak pintar (halaman 87), plus jago bela diri (halaman 178). Begitu sempurnanya hingga terasa tidak manusiawi. 

Untungnya, novel ini tak melulu bercerita tentang usaha Geng Ijo Lumutan berburu Bintang. Ada konflik-konflik lain yang membuat novel ini berwarna. Yang menarik bagi saya adalah adanya konflik sibling rivalry (persaingan antara saudara kandung) antara Santi dan Mira. Meski bermaksud baik, sikap orangtua yang tidak terbuka dan membeda-bedakan perlakuan pada anak dapat menimbulkan perasaan sedih, iri, marah, dan tersisih.

Ya, apa pun yang dilakukan Mira, Santi selalu tidak suka. Mira terlalu disayang ayah dan bunda, membuatnya tersisih. (halaman 33)

“Aku kesal! Selalu kamu. Bunda dan ayah lebih sayang sama kamu daripada aku! Aku selalu dijadiin nomor dua! Sekarang, kamu juga suka sama Bintang!” (halaman 152)


Serba Unyu

Sama seperti para tokohnya yang unyu-unyu, cover , layout, ilustrasi, dan warna halaman novel ini pun unyu-unyu. Cewek-cewek ABG pasti suka. Namun, kalau diperhatikan, empat cewek di cover itu memiliki postur tubuh yang mirip, hanya berbeda di tinggi tubuh. Mana si Santi yang bertubuh subur, ya?

Satu-satunya yang mengganjal saya selama membaca novel ini nasihat-nasihat panjang yang diucapkan Bintang. Nasihat-nasihat verbal Bintang membuat saya seperti sedang mengikuti mentoring agama Islam. Bedanya dengan mentoring yang kerap saya ikuti ketika SMA adalah mentor saya dulu tak seganteng dan sesempurna Bintang. :)

***

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...