09 August 2016

Ikut Lomba Menulis Berdasarkan Penilaian Juri atau Voting?



Ikut Lomba Menulis Berdasarkan Penilaian Juri atau Voting


Lomba Menulis – Jika kita perhatikan, ada tiga cara penilaian yang sering dipakai dalam lomba menulis. 

Pertama, berdasarkan penilaian juri. Kedua, berdasarkan voting atau pengumpulan suara dukungan. Ketiga, kombinasi dari penilaian juri dan voting.

Yuk, kita kenali satu per satu supaya bisa mengatur strategi ketika (akan) ikut lomba menulis.


Penilaian Juri

Dalam lomba menulis yang menggunakan penilaian jenis ini, peserta hanya perlu menulis, mengirimkan naskah, lalu menunggu pengumuman. Dewan juri akan bekerja menilai naskah-naskah yang masuk.

Proses penilaian ini tentu tidak semudah mengedipkan mata. Naskah yang diikutkan dalam bisa bisa berjumlah ratusan, bahkan ribuan. 

Tebal naskah berbeda-beda, tergantung jenis lomba. Dari hanya 500 kata (sekitar 3-4 halaman kertas A4 ketik 1,5 spasi), hingga 100-200 halaman kertas A4 (untuk lomba menulis novel). 

Semua naskah itu harus dibaca dan dinilai dari berbagai aspek. Misalnya kesesuaian isi dengan tema yang diberikan, penggunaan bahasa, typo (kesalahan pengetikan), kedalaman pembahasan, dan penguasaan materi.

Saya sendiri menyukai lomba jenis ini karena kualitas tulisanlah yang berbicara.
Tips untuk mengikuti lomba menulis berdasarkan penilaian juri.


1.   Patuhi semua persyaratan lomba.  
 
2.   Cari tahu karya pemenang tahun-tahun sebelumnya.
Memang ada kemungkinan juri-juri lomba tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, setidaknya kita bisa meraba seperti apa karya yang dicari dalam lomba menulis tersebut. 

3.   Jika memungkinkan, cari tahu siapa jurinya.
Ada lomba menulis yang sejak awal mengumumkan siapa-siapa saja yang akan menjadi juri. Ada pula penyelenggara lomba yang merahasiakan juri-jurinya dari publik dengan pertimbangan tertentu. Dengan mengetahui siapa saja yang menjadi juri lomba menulis ini, kita bisa mengira-ngira naskah seperti apa yang akan terpilih menjadi pemenang.


Perlu dicatat tebal-tebal. Mengetahui siapa yang menjadi juri lomba menulis bukanlah untuk melakukan pendekatan secara personal agar naskah kita,  naskah anak kita, atau naskah murid kita menjadi juara. 


Ikut Lomba Menulis Berdasarkan Penilaian Juri atau Voting?
Add captionFoto: shutterstock.


Juri yang profesional dan beretika tidak akan terpengaruh. Biarkan kualitas naskah kita yang bertarung. 




Penilaian Lomba Menulis Berdasarkan Voting

Penilaian jenis ini banyak digunakan dalam lomba yang berlangsung di dunia maya, terutama Facebook.

Dalam lomba menulis jenis ini, pemenang lomba dipilih dari banyaknya like yang didapat oleh satu tulisan. Kualitas tulisan bukan lagi faktor utama. Tulisan yang penuh typo atau melantur ke mana-mana pun bisa menjadi pemenang asalkan mendapat dukungan paling banyak. 

Dengan penilaian voting murni seperti ini, tulisan berkualitas bagus bisa keok oleh tulisan berkualitas seadanya.

 Tips untuk mengikuti lomba menulis berdasarkan voting.

1.   Cermati dan patuhi persyaratan lomba menulis. 
2.   Jangan menunda hingga saat terakhir.
3.   Share tulisan di media sosial.
Jika voting dimulai langsung setelah tulisan dipublikasikan, sebaiknya segera kirim tulisanmu. Jangan menunda-nunda, apalagi mepet deadline. Semakin cepat memublikasikan tulisan, semakin lapang kesempatan kita untuk mengumpulkan dukungan. 

Jika voting baru dimulai setelah periode submit tulisan berakhir, tak apa-apa mengirimkan naskah mepet deadline. Tentu saja, mengirimkan naskah lomba menulis di saat-saat menjelang deadline ini cukup berisiko.
Ketika membagikan tulisan di media sosial, jelaskan juga cara voting yang harus dilakukan. Tidak sedikit yang justru mengklik like pada status kita yang berisi link itu. Padahal, yang dihitung oleh juri adalah like pada link itu (bukan pada status kita).
 

Yang menyebalkan dari lomba menulis dengan voting murni seperti ini adalah jumlah like yang tidak alami. Entah dengan jual-beli like atau menggunakan software tertentu. 

 


Kombinasi Antara Penilaian Juri dan Voting

Dalam lomba menulis jenis ini, penilaian atas naskah-naskah yang masuk dilakukan secara bertahap. Di tahap awal adalah penilaian oleh dewan juri. Hanya naskah-naskah berkualitas yang akan masuk ke tahap voting. 

Biasanya, dewan juri hanya akan meloloskan beberapa naskah untuk mengikuti tahap voting. 

Yang menyenangkan, beberapa lomba yang menggunakan penilaian seperti ini sudah memberikan sejumlah hadiah pada peserta yang lolos dari penilaian dewan juri. 

Voting itu sendiri dilakukan untuk memilih juara favorit seperti lomba menulis blog yang diadakan Sodexo, atau untuk memilih Top 5 seperti lomba menulis kisah inspiratif yang diadakan oleh Bank OCBC NISP.

Dalam lomba yang diadakan oleh Bank OCBC NISP, penilaian dilakukan dalam empat tahap. Ini saya ketahui ketika diverifikasi oleh penyelenggara lomba melalui telepon. 

Tahap pertama adalah seleksi administratif. Yang dimaksud di sini adalah kesesuaian naskah yang dikirimkan dengan persyaratan yang harus dipenuhi. 

Salah satunya, dalam persyaratan tertulis bahwa peserta tidak boleh bercerita tentang diri sendiri atau tentang keluarganya. Dengan demikian, peserta yang melanggar persyaratan tersebut akan gugur.

Ikut Lomba Menulis Berdasarkan Penilaian Juri atau Voting
Foto: shutterstock.


Tahap kedua adalah verifikasi melalui telepon. Verifikasi ini seperti wawancara. Saya ditanya tentang hubungan saya dengan Ogest yang menjadi narasumber saya, sudah berapa lama mengenal Ogest, apa yang membuat saya tertarik menulis tentang Ogest, apa harapan saya dari lomba ini, plus diminta sedikit bercerita tentang narasumber saya. Jika lolos dari tahap ini, naskah saya akan masuk ke tahap ketiga.

Tahap ketiga adalah penilaian oleh dewan juri. Yang menjadi juri dalam lomba menulis kisah inspiratif OCBC NISP ini adalah Rama P. Kusumaputra (Direktur Bank OCBC NISP), Diah Kusumawardani Wijayanti (Pendiri Yayasan Belantara Indonesia), dan Benny Lumy (Ketua Yayasan Kampus Diakonia Modern).

Tahap keempat adalah voting. Di tahap ini tinggal ada 10 peserta. Dengan voting akan dipilih lima peserta yang masuk Top 5. Voting tidak dilakukan di Facebook tetapi di microsite lomba. Bukan dengan mengklik like tetapi dengan mengklik pilih (bertanda bintang).

Bagi saya, lomba seperti ini fair dan patut diperjuangkan. Lebih-lebih karena Bank OCBC NISP memberikan hadiah yang lebih besar untuk narasaumber. 

Tidak seperti kebanyakan lomba menulis yang meminta peserta bercerita tentang kisah inspiratif, menceritakan orang lain, tetapi orang lain yang menjadi narasumber itu tidak tahu-menahu, apalagi mendapat hadiah.

Tips untuk mengikuti lomba menulis berdasarkan penilaian juri plus voting.


1.   Baca persyaratannya dengan saksama. Untuk lomba dengan penilaian kombinasi seperti ini, voting baru dilakukan setelah lolos dari penilaian dewan juri. Jadi, simpan dulu energi untuk mengumpulkan dukungan.

2.   Buat tulisan sebaik mungkin. Meski berujung pada voting, lomba menulis jenis ini mengutamakan kualitas tulisan. Yang terbaiklah yang akan masuk ke tahap voting.

3.   Share tulisan di media sosial. Jelaskan cara voting yang harus dilakukan agar teman-teman kita tidak salah mengklik.


 

Pilih Lomba Menulis yang Mana?

Setelah mengetahui jenis-jenis penilaian dalam lomba menulis, sekarang mau ikut yang mana nih?

Lomba menulis mana pun yang diikuti, pastikan naskah yang diikutkan adalah asli karya kita sendiri, ya. Selamat mengikuti lomba menulis.



Salam,

Triani Retno A
Penulis Buku Indonesia
Penulis Novel Indonesia
Editor Freelance
Blogger Indonesia
Blogger Bandung 



Previous
« Prev Post

Related Posts

Ikut Lomba Menulis Berdasarkan Penilaian Juri atau Voting?
4/ 5
Oleh

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)