Mengembangkan Potensi Pondok Pesantren dengan OPOP



opop jabar 2019

Pondok pesantren punya potensi yang luar biasa untuk mengembangkan perekonomian umat. Jawa Barat aja nih, misalnya, punya sekitar 9.000 pesantren.
Sayangnya, dari jumlah sebanyak itu, sebagian besar masih belum mandiri secara ekonomi. Belum bisa membiayai kebutuhan operasional sendiri. Belum bisa menyediakan kebutuhan sarana dan prasarana sendiri.

Trus dananya dari mana? Ya dari pemerintah, dari orangtua santri, dan dari sumbangan-sumbangan.
Untuk mengembangkan pesantren itu, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 mencanangkan program One Pesantren One Product (OPOP).

One Pesantren One Product (OPOP)

Kita kenalan dulu dengan program baru ini, ya. OPOP (awas, jangan salah nyebut merek ponsel yes!) ini merupakan salah 1 dari 17 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang disebut dengan Pesantren Juara.
17 program pesantren juara
17 Program Pesantren Juara.
Dalam jangka pendek OPOP bertujuan menciptakan pesantren unggulan di Jawa Barat di bidang bisnis dan kemandirian ekonomi.
Untuk jangka panjangnya, diharapkan masyarakat Jawa Barat bisa merasakan kemajuan dan kemandirian ekonomi dari pesantren.
OPOP pertama dimulai akhir Desember 2018. Ketika pendaftaran secara online ditutup pada tanggal 30 April 2019, terdaftar 1.565 pesantren se-Jawa Barat.
Ada dua tipe pondok pesantren yang mengikuti kegiatan One Pesantren One Product ini.
  • Scale up, yaitu yang sudah memiliki produk sendiri.
  • Start up, yaitu yang baru memiliki ide bisnis tetapi belum memiliki produk.

Dari 1.565 pendaftar tersebut, sejumlah 1.074 pondok pesantren lolos Audisi Tahap 1.
Pada hari Selasa, 3 September 2019, bertempat di Hotel Trans Luxury Bandung, pesantren-pesantren yang lolos audisi ini mendapat hadiah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil UPTD Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat.

ridwan kamil opop jabar 2019
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyerahkan hadiah secara simbolis. (Foto: OPOP Jabar)
Hadiahnya bukan berupa mobil atau motor, melainkan:
  • Temu bisnis.
  • Pelatihan dan pemagangan.
  • Bantuan penguatan modal usaha.
  • Pendampingan usaha.
  • Promosi produk (pameran, dan lain-lain).

Mantap banget tuh hadiahnya! Semuanya bermanfaat untuk pengembangan bisnis pesantren.
Nantinya, 1.074 peserta ini akan mengikuti Audisi Tahap 2 untuk menjaring 108 pondok pesantren terbaik. Kemudian diseleksi lagi hingga didapatkan 10 pondok pesantren dengan produk terbaik.
Selain penyerahan hadiah secara simbolis, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, perusahaan, dan pondok pesantren.

penandatangan mou opop jabar 2019
Penandatanganan MoU OPOP Jabar 2019. (Foto: OPOP Jabar)
 

Produk Pesantren Juara

Penasaran dengan produk dari pondok-pondok pesantren yang lolos Audisi Tahap 1 itu?
Berikut ini beberapa produk yang saya foto di Hotel Trans Luxury. Ketika saya foto itu, kebanyakan produk hanya dipajang di meja, dilengkapi dengan nama pondok pesantren dan nomor telepon.
Orang-orangnya? Ada di ruang Trans Convention Center (TCC). Siap-siap mengikuti acara bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

kerajinan lidi ciamis
Kerajinan lidi dari Ponpes Miftahul Munawaroh Ciamis.
 
Saya sendiri pun nggak bisa lama-lama mengamati produk-produk itu karena mesti masuk ke TCC juga.
Padahal, tertarik banget dengan beberapa produk, seperti ecobrick dan kopi. Pengen nanya-nanya tapi orangnya nggak tau di mana.

produk opop jabar 2019
Fillos Coffee, dari Ponpes Nailul Kirom, Bandung.
Ya siapa tau kan nantinya saya bisa menjual barang-barang produk pesantren ini di lapak online saya. 
Tentang ecobrick … satu-dua bulan belakangan ini sering melintas di media sosial saya.

kursi ecobrick
Kursi ecobrick dari Ponpes Hubbul Wildan, Garut.

Jadi, ecobrick ini dibuat dari botol plastik bekas yang diisi dengan plastik-plastik bekas sampai padat. Jadilah botol plastik ini sebagai bahan bangunan (bata ramah lingkungan) atau untuk membuat furnitur.
Ecobrick ini menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah plastik. Hasilnya juga terlihat artistik.

Kesempatan Buat Pesantren Lainnya

Bagaimana dengan pondok-pondok pesantren yang belum ikut atau belum lolos audisi tahun ini?
Ikut tahun depan!
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 1.000 pondok pesantren mengikuti OPOP setiap tahunnya.
Dalam lima tahun  masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang sekarang, berarti ada 5.000 pesantren.
Semoga program ini berkelanjutan. Dengan begitu, semua pondok pesantren yang ada di Jawa Barat terpacu untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.

opop jabar 2019
Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat beserta perwakilan peserta OPOP 2019. (Foto: OPOP Jabar)
Seputar aktivitas soaial ekonomi masyarakat Bandung bisa juga dibaca di blogpost saya:


Salam,
Triani Retno A
Penulis buku anak
Penulis novel
Editor Indonesia
Blogger Indonesia
Blogger Bandung        
Previous
« Prev Post

Related Posts

Mengembangkan Potensi Pondok Pesantren dengan OPOP
4/ 5
Oleh

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon maaf, komentar dengan link hidup dan broken link akan saya hapus :)