Titip Doa di Tanah Suci


pengalaman melaksanakan ibadah umroh dan berdoa di tempat-tempat mustajab

Pernah titip doa di Tanah Suci pada teman atau kerabat yang akan pergi umroh atau berhaji? Saya sering. Bukan karena latah. Tapi ya….siapa yang tidak mau didoakan di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci?

Kita kan nggak tau, doa dari lisan atau hati siapa yang akan lebih cepat diijabah oleh Allah. 

Selain itu, Rasulullah sendiri mencontohkan kok, kalau nitip doa atau minta didoakan ini boleh. 

Tulisan ringan seputar umroh bisa dibaca di sini ya:



Titip Doa, Bukan Titipan Biasa

Tahun 2019 saya dapat hadiah luar biasa dari Bank Muamalat. Karena menang lomba blog, saya diberangkatkan umroh. Ini tulisan yang menang lomba berhadiah umroh #AyoHijrah Bersama Bank Muamalat, Hidup Lebih Tenang dan Berkah.

Tapi karena terkendala beberapa hal, saya minta penjadwalan ulang, bahkan sampai dua kali. Akhirnya, fix berangkat tanggal 16 Januari 2020. Siapa menduga sebulan kemudian (25 Februari 2020) Arab Saudi menutup Tanah Suci gara-gara pandemi corona.

Sekitar seminggu sebelum berangkat, saya menullis status di Facebook. Mempersilakan teman-teman yang mau titip doa di Tanah Suci untuk japri. Insya Allah saya bukan ember bocor.

Di luar dugaan,  banyak banget yang nitip doa. Banyak yang nitip terang-benderang di status FB. Tak sedikit pula yang japri ke Messenger atau Whatsapp.

titip doa di tanah suci di tempat dan waktu mustajab
Buku catatan khusus berisi titipan doa dari teman-teman.

Saya?

Saya mewek! Bahkan ketika menulis blogpost ini, lima bulan setelah pulang umroh, saya berurai air mata lagi.

Nggak nyangka banyak yang percaya sama saya, bahkan yang hanya kenal di dunia maya dan sebelumnya nggak pernah menyapa. 

Nggak nyangka banyak teman saya yang tampak hepi-hepi aja ternyata menyimpan masalah besar. Nggak nyangka banyak teman yang terlihat baik-baik saja ternyata mengidap penyakit berbahaya: kanker, tumor, gagal ginjal, jantung….

Ya Allah…. 

“Titip doa saat umroh nanti, Mbak. Barangkali kondisi hati Mbak yang sedang terluka menjadi jalan bagi terkabulnya doa-doa…,” kata seorang sahabat.

Doa orang terzalimi itu makbul, kata sebuah hadis.

Hati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada suatu penghalang pun antara doa tersebut dan Allah. (HR Bukhari)

Masya Allah. Siapalah saya. Cuma manusia yang dosanya tak terhitung.

“Kita dipanggil ke Tanah Suci bukan karena kebaikan kita tapi karena dosa-dosa kita. Allah pengen kita memohon dan bertobat langsung di rumah-Nya,” kata muthawif ketika kami dalam perjalanan dari Madinah ke Mekkah.

Saya hampir mewek lagi mendengar kata-kata muthawif.  Tenggorokan saya sesak menahan tangis.


Tempat Mustajab

Berdoa memang bisa kapan saja dan di mana saja. Tapi ada waktu dan tempat yang mustajab. Yang doa-doa kita tidak akan ditolak oleh Allah. 

Alhamdulillah, Allah izinkan saya ke Mekkah dan Madinah. Allah bahkan memudahkan saya untuk berdoa sepuas hati di Multazam dan Hijr Ismail.

Selama umroh saya sering begitu saja terpisah dari rombongan travel. Saya meyakini itu adalah cara Allah agar saya bisa puas berdoa di tempat-tempat mustajab di sana. Bisa menangis tanpa dilihat oleh orang-orang yang mengenal saya.

Tentang terpisah dari rombongan dan perjuangan masuk ke Hijr Ismail saya tulis di sini:


Gimana dengan titipan doa dari teman-teman?

Titipan doa dari teman-teman saya catat per jenis doa. Catatan itu untuk mempermudah aja sih, biar nggak ada yang terlewat. Juga biar lebih khusus. 

Selama di Mekah saya setiap hari thawaf sunah (thawaf aja, nggak dengan sai). Saat thawaf mengelilingi Kakbah itu saya gunakan untuk menunaikan janji pada teman-teman yang titip doa saat umroh. 

Misalnya putaran pertama memohon kesembuhan bagi teman-teman yang sakit. Putaran kedua mendoakan teman-teman agar dimudahkan datang ke Tanah Suci. Begitu seterusnya.

berdoa di tempat-tempat mustajab di tanah suci
Semoga Allah berikan kesembuhan dengan sebaik-baik kesembuhan.

Kalau sama muthawif sih, selama thawaf baca doa berbahasa Arab (ada buku panduan, juga dipandui lewat headset). Kalau menurut penjelasan Ustaz Adi Hidayat dan banyak ustaz lain yang saya simak sebelum berangkat umroh, saat thawaf bebas kok baca doa apa.

Ustaz Adi mencontohkan, putaran pertama doa untuk ortu, selanjutnya untuk diri sendiri, anak-anak, pasangan (kalo ada), dan seterusnya. Jadi tiap satu keliling, doanya khusus dan diulang-ulang. Kata beliau, “Yang penting paham apa yang diucapkan.”

Jadi, begitulah kenapa saya membuat catatan per jenis doa. Untungnya, Allah mengizinkan saya sering-sering thawaf sunah tanpa teman-teman setravel.  


Doa Kembali pada yang Mendoakan

Titipan doa dari ratusan teman menjadi suntikan energi positif yang luar biasa bagi saya. Bagaimana bisa?

Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, ‘Dan bagimu juga kebaikan yang sama’. (HR. Muslim)

Saya justru sangat berterima kasih karena banyak teman yang titip doa di Tanah Suci pada saya. Saya sadar, saya nggak lebih shaliha daripada mereka. Apalah saya ini. Dosa aja numpuk lebih tinggi daripada gunung.

Saya cuma beruntung karena tiba-tiba diundang oleh Allah ke Tanah Suci. Dibayari untuk umroh ketika saya sedang terpuruk dalam kesedihan. 

titip doa saat umroh di tempat-tempat mustajab yang doa tidak akan tertolak
Selesai thawaf pertama bareng rombongan travel.

Saya, terus terang sering blank ketika berdoa untuk diri sendiri. Iya, udah saya catat. Tapi selalu aja ada yang bikin blank. Untung ada titipan doa dari teman-teman.

Ketika berdoa agar Allah bukakan jalan rezeki yang banyak dan berkah bagi mereka, malaikat akan berkata, “Bagimu kebaikan yang sama.”

Ketika berdoa agar Allah mudahkan teman-teman untuk membayar utang dan melepaskan diri dari riba, malaikat akan berkata, “Bagimu kebaikan yang sama.”

Ketika berdoa agar Allah sembuhkan penyakit yang diderita teman-teman, malaikat akan berkata, “Bagimu kebaikan yang sama.”

Ketika berdoa agar Allah pertemukan teman-teman dengan jodoh yang shalih/shaliha, malaikat akan berkata, “Bagimu kebaikan yang sama.”

Ketika berdoa agar anak-anak teman menjadi anak yang shalih dan shaliha, sehat, menjadi penyejuk hati, sukses dalam pendidikan dan karier, mendapatkan jodoh terbaik, malaikat akan berkata, “Bagimu kebaikan yang sama.”

Doa baik akan kembali pada yang mendoakan. Dan doa-doa itu terucap di tempat-tempat mustajab.

Jadi, bagaimana saya tidak berterima kasih pada teman-teman yang titip doa saat umroh pada saya? Menyampaikan doa mereka, sejatinya saya pun tengah berdoa untuk diri sendiri.

Tanpa titipan doa mereka, mungkin saya hanya akan meminta agar Allah menyembuhkan luka hati saya. 

tempat-tempat mustajab di Kakbah, tempat doa tidak akan ditolak
Doa khusus untuk para penulis, terutama penulis buku anak :)

Tidak Ada Doa Buruk

Dalam keadaan sedih dan terluka, memang sulit untuk tidak mendoakan agar yang menyakiti diberi balasan setimpal.

Tapi, bukan cuma doa baik yang akan kembali pada yang mendoakan. Doa buruk pun akan kembali pada yang mendoakan.

Jadi, saya berdoa saja agar Allah menyembuhkan luka hati saya dengan sebaik-baik kesembuhan, melancarkan rezeki saya, memberikan pada saya pengganti yang lebih baik segala-galanya daripada dia yang membuat saya terluka.

Allah Mahatahu sedalam apa luka hati saya. 

Dan saya yakin, Allah Maha Menyembuhkan. 

titip doa di tanah suci mekkah saat umroh
Saya, pada suatu sore di pelataran Masjidil Haram :)

Catatan ringan seputar pengalaman umroh saya tuliskan di blogpost ini:


Catatan #7 dari perjalanan umroh 16-24 Januari 2020.
Umroh ini merupakan hadiah Juara 1 Lomba Blog Bank Muamalat tahun 2019.

Salam,
Triani Retno A
www.trianiretno.com

21 comments

  1. Masya Allah... Semoga pandemi segera berlalu dan Tanah Suci bisa segera dibuka lagi untuk umroh dan haji

    ReplyDelete
  2. Masya Allah Tabarakallah. Makasih ya Teh Eno udah mau dititipin doa. 🤗😘🙏

    ReplyDelete
  3. kadang caraAcara mengundang mengundang kita untuk datang ke baitullah dengan cara yg nggak disangka-sangka. Merinding bacanya teh, peluk jauh ya..

    ReplyDelete
  4. Jadi inget pas umroh dulu. Rejeki nggak disangka, diberangkatin oleh kampus tempat saya kerja. Masih berharap u.bisa ke Baitullah lagi, walopun udah resign.

    ReplyDelete
  5. Saya tidak pernah menitipkan doa secara spesifik pada orang yang ke Mekah mbak. Mungkin memang butuuh rasa percaya bahwa itu tidak merepotkan.
    TApi saya bayangkan jika saya yang ke sana dan dititipi doa.... wah, saya pasti lebih bahagia.
    'mungkin... sudah saatnya saya melakukannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jujurly, aku nggak nyangka efeknya ke aku, Mbak. Semua ya cuma nawarin, kali aja kan ada yang mau nitip. Eh ternyata efeknya ke diri sendiri luar biasa karena doa-doa itu berbalik ke kita sendiri. Takjub sendiri dah jadinya.

      Delete
  6. Kalau mpo di ajarin sama ustad Kalau pergi haji ada yang nitip doa maka

    "Ya Allah kabulkanlah orang-orang yang menitip doa kepadaku"

    Jadi tanpa perlu kertas berlembar-lembar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kalo nitip gitu. Tapi kao dititipin nggak bisa. Terlebih yang titipannya "berat". Jadi lebih personal juga :)

      Delete
  7. Saya belum pernah mba titip doa sama teman yg ke Mekkah. Palingan saya mendoakan yang bersangkutan agar lancar ibadahnya. Masya Allah pengalaman hidupnya ya Mba Tri. Kita banyak belajar dari teman-teman kita juga.

    ReplyDelete
  8. Saya titip doa yang umum aja, mba. Saat di sana dan si teman sedang tidak sibuk dan kebetulan ingat temannya di tanah air, bolehlah didoakan agar dipanggil juga ke Baitullah. Karena takutnya nanti jadi sebuah janji. Yang terpenting yg berangkat ibadah dilancarkan semuanya.

    ReplyDelete
  9. Wah hebat banget,ratusan doa teman dipanjatkan di sana
    Tapi memang mendoakan orang lain menjadi kenikamatan tersendiri
    Berikutnya ibadah haji ya mbak Eno
    Semoga saya bias duluan …… :D :D

    ReplyDelete
  10. Mendoakan temen di tanah suci sangat baik untuk diri kira sendiri dan untuk teman yg didoakan agar mereka bisa berangkat umroh oh ... Senangnya bisa berbagi kebahagiaan

    ReplyDelete
  11. Saya juga sering titip doa sama orang yang berangkat umroh. Semoga kali berikutnya saya yang akan membantu memanjatkan doa-doa pribadi dan orang lain di tanah suci secara langsung. Aaamiiin :)

    ReplyDelete
  12. Saya juga sering titip doa sama orang yang saya kenal, saat dia akan pergi ke tanah suci, baik itu umroh maupun naik haji

    ReplyDelete
  13. Masya Allah.. umroh dari hasil tulisan itu sesuatu banget mbaak...
    kereen.
    Semoga semua doa yang dititipka dikabulkan Allah ya mbak.
    Dan.. untungnya... nggak diundur2 lagi ya jadwalnya, karena setelah langusng pandemi masuk ke Indonesia.

    ReplyDelete
  14. Kalo menghadiri acara syukuran brangkat haji, saya aering bilang sih, doakan saya bla bla bla ya, doakan saya nanti bla bla bla yaaaa
    Saya pun kl ditipi nanti akan senang sekali mendoakan nya 🙏

    ReplyDelete
  15. Baik banget mbaakk dititipi doanya banyak sekali. Insyaa Allah barokah ya mbak. Semoga saya bisa ikut menyusul ke sana hehe

    ReplyDelete
  16. Waktu aku ke Mekah sih gak banyak yang nitip doa secara spesifik, paling satu atau dua orang. Tapi sesampainya di sana aku doain semuanya, semua yang terdekat. Semoga doanga berkah buat semua.

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah ya Teh. Ada jalan untuk menjadi Tamu Allah. Itu adalah doa Teteh yang dikabulkan Nya.
    Tidak menutup kemungkinan, doa yg dititipkan kepada Teteh, Teteh jadi jalan untuk dikabulkan Nya juga

    ReplyDelete
  18. mendoakan adalah hal yang baik ya

    ReplyDelete
  19. Terima kasih Mbak Eno sudah mau dan bersedia aku titipkan doa dulu untuk kesembuhan anak ku terima kasih banyak Alhamdulillah anakku sudah sehat kembali

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Mohon maaf, link hidup di kolom komentar dan broken link akan dihapus :)