Jangan Sepelekan Skoliosis, Ketahui Kapan Harus ke Dokter Ortopedi

Skoliosis adalah

Banyak orang menganggap postur tubuh yang sedikit miring hanyalah kebiasaan berdiri atau duduk yang kurang tepat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya skoliosis.

Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan bentuknya melengkung ke samping menyerupai huruf C atau S. Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

Sayangnya, banyak penderita tidak menyadari dirinya mengalami skoliosis karena pada tahap awal gejalanya sering kali ringan.

Ketika bahu tampak tidak sejajar, tubuh terlihat miring, atau muncul nyeri punggung, barulah mereka memutuskan memeriksakan diri.

Oleh sebab itu, mengenali gejala skoliosis sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum kelengkungan bertambah parah.

Skoliosis adalah Kondisi yang Tidak Selalu Menimbulkan Nyeri

Ketika mendengar istilah skoliosis, sebagian orang langsung membayangkan nyeri punggung yang hebat. Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu karena skoliosis adalah kondisi yang pada banyak kasus tidak menimbulkan rasa sakit, terutama pada anak-anak dan remaja.

Pada tulang belakang normal, susunan tulang tampak lurus jika dilihat dari belakang. Nah, pada penderita skoliosis, tulang belakang melengkung ke samping sehingga keseimbangan tubuh berubah.

Akibatnya, salah satu bahu bisa tampak lebih tinggi, pinggul tidak sejajar, atau tulang belikat terlihat lebih menonjol.

Apabila kelengkungan semakin besar, penderita dapat mengalami nyeri punggung, mudah lelah saat berdiri lama, bahkan gangguan pernapasan karena ruang di rongga dada menjadi lebih sempit dan menekan paru-paru.

Baca Juga: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 2 dan Pencegahannya

Apa Penyebab Skoliosis?

Sebagian besar kasus skoliosis tidak diketahui penyebab pastinya. Kondisi ini dikenal sebagai skoliosis idiopatik dan paling sering terjadi pada masa pertumbuhan.

Selain itu, skoliosis juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
  • Kelainan bentuk tulang belakang sejak lahir.
  • Gangguan saraf dan otot, misalnya cerebral palsy.
  • Cedera pada tulang belakang.
  • Perubahan degeneratif pada tulang belakang akibat proses penuaan.

Riwayat keluarga juga diduga meningkatkan risiko seseorang mengalami skoliosis.

Gejala yang Perlu Diperhatikan

Gejala skoliosis dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa tanda yang paling mudah dikenali meliputi:
  • Bahu kanan dan kiri tidak sejajar.
  • Pinggul tampak miring.
  • Salah satu tulang belikat lebih menonjol.
  • Pinggang terlihat tidak simetris.
  • Tubuh condong ke salah satu sisi.
  • Pakaian tampak menggantung tidak rata.
  • Nyeri punggung, terutama pada orang dewasa.

Apabila gejala tersebut muncul, sebaiknya segera ke dokter. Jangan menunggu hingga keluhan semakin berat.

Peran Dokter Ortopedi dalam Menangani Skoliosis

Dokter ortopedi
Penanganan skoliosis oleh dokter ortopedi.

Jika menemukan tanda-tanda skoliosis, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ortopedi.

Dokter ortopedi merupakan dokter spesialis yang menangani gangguan pada tulang, sendi, otot, ligamen, dan tulang belakang.

Setelah melakukan pemeriksaan, dokter ortopedi akan menentukan apakah pasien cukup dipantau secara berkala atau memerlukan terapi tertentu.

Penanganan dapat berupa observasi, penggunaan brace, fisioterapi, hingga tindakan operasi apabila kelengkungan sudah berat.

Selain memberikan pengobatan, dokter juga akan menjelaskan aktivitas apa saja yang aman dilakukan, latihan yang sesuai, serta jadwal kontrol untuk memantau perkembangan kondisi pasien.

Baca Juga: Apa Itu PCOS? Yuk, Kenali Lebih Dekat

Cara Mengatasi Skoliosis

Penanganan skoliosis bergantung pada usia pasien, tingkat kelengkungan, dan risiko perburukan.

Pilihan terapinya antara lain:
  • Pemantauan rutin apabila kelengkungan masih ringan.
  • Penggunaan brace pada anak atau remaja yang masih dalam masa pertumbuhan.
  • Fisioterapi untuk meningkatkan kekuatan otot dan menjaga postur tubuh.
  • Latihan peregangan yang direkomendasikan tenaga kesehatan.
  • Operasi pada kasus tertentu dengan kelengkungan berat atau yang terus berkembang.

Tidak semua penderita skoliosis memerlukan operasi. Banyak kasus ringan dapat ditangani dengan baik apabila pasien disiplin menjalani terapi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter ortopedi apabila mengalami kondisi berikut:
  • Bahu atau pinggul tampak tidak sejajar.
  • Tubuh terlihat semakin miring.
  • Nyeri punggung yang tidak kunjung membaik.
  • Kesulitan bernapas akibat perubahan bentuk dada.
  • Orang tua melihat perubahan postur tubuh anak selama masa pertumbuhan.

Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin cepat ditangani oleh dokter ortopedi, maka semakin besar pula peluang untuk mencegah kelengkungan bertambah parah.

Salah satu rumah sakit yang menjadi referensi untuk penanganan skoliosis adalah RS EMC.

Dokter spesialis ortopedi di RS EMC memberikan berbagai layanan terkait kesehatan tulang dan sendi. Misalnya konsultasi mengenai kondisi tulang serta penanganan tulang yang mengalami skoliosis.

Baca Juga: Kenali Gejala Pneumonia, Penyebab, dan Pencegahannya

Penutup

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke samping.

Meski sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele. Perubahan kecil pada postur tubuh dapat menjadi petunjuk penting untuk mendeteksi skoliosis lebih dini.

Banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah memperhatikan perubahan bentuk tubuh atau menjalani pemeriksaan.

Oleh karena itu, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter ortopedi apabila menemukan tanda-tanda yang mencurigakan.

Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan sejak dini, penderita skoliosis tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman dan menjaga kualitas hidupnya.

Tidak ada komentar

Komentar dimoderasi dulu karena banyak spam. Terima kasih.