22 September 2014

Remaja dengan Sixth Sense


Dua novel saya yang mengangkat masalah remaja dengan sixth sense ini terbit pada hari yang sama di Penerbit Elex Media Komputindo. Surprais, jadinya. Berikut sekilas isi kedua novel remaja itu.



IT'S NOT A DREAM!

Ya ampuuun! Ke mana semua orang? Tega banget ninggalin aku sendirian di sini!” pikir Fayya panik. Ia langsung melesat, berlari sekencang mungkin. Namun, secepat apa pun Fayya berlari, pesawat itu tetap take off tanpa membawa dirinya. 
Fayya berdiri di tengah landasan pacu. Napasnya terengah-engah. Menatap layu pada pesawat yang kian tinggi. Kian jauh menuju Amsterdam. Fayya menghela napas, lalu memutar tubuh.Di depannya kabut putih melayang turun, membungkus tubuhnya. Mengembalikan kesadarannya.
 
 Tidur Fayya penuh mimpi. 

Mimpi-mimpi yang tak biasa.
   

Penulis: Triani Retno A
Editor: Afrianty Pramika Pardede
Tebal: 161 Hlm
Penerbit: Elex Media Komputindo, Juli 2014
Harga: Rp. 33.800
 ISBN: 978-602-02-4440-2
“Aneh, mimpi kok bisa terasa sampai ke alam nyata,” ujar Kriesta.

Fayya pun tak mengerti. “Kalau bisa request … aku pengin mimpiin Papi. Pengin jalan-jalan dengan Papi,” ujar Fayya pelan. Air mulai mengembang di mata Fayya yang sedang menatap gumpalan awan. 

Mengikuti saran Kriesta, Fayya mencari buku Tafsir 1001 Mimpi. Tapi... mimpi-mimpinya bukan seperti itu. Mimpi-mimpinya bukan bahasa simbol. Sembilan orang yang dilaporkan hilang itu... ia pernah mendaki gunung bersama mereka. Mengejar matahari terbit di puncak gunung. Ia sangat ingat wajah mereka. Mereka adalah para pendaki yang meninggalkannya sendirian di puncak gunung dini hari itu. Di dalam mimpi.
Terganggukah Fayya karena mimpi-mimpinya yang aneh?
 
Bagi Fayya yang suka menulis cerpen dan menulis blog, mimpi-mimpinya justru menjadi sumber ide.
  
Hingga suatu ketika, Fayya bermimpi Elvin pergi meninggalkannya....

Apa yang terjadi pada Elvin? Bisakah Fayya melakukan sesuatu agar Elvin tak pergi darinya? Dan hei, mau tahu kan bagaimana perjuangan Fayya mengirim cerpen ke majalah-majalah remaja?
 It's Not A Dream adalah novel teenlit yang berkisah tentang persahabatan, cinta, perjuangan meraih cita-cita, dan mimpi-mimpi tak biasa. Kamu yang hobi nulis dan hobi ngeblog, perlu baca novel ini biar ketularan semangat Fayya. Kamu yang sering bermimpi aneh, perlu baca juga nih. Mungkin kamu seperti Fayya. It's Not A Dream!

Baca Juga 
Resensi Novel It's Not A Dream

 ***

DIMENSI
 

Penulis: Triani Retno A dan Rassa Shienta A
Editor: Andriyani
Ukuran: 12.5 x 19.5 cm
Tebal: 204 Hlm
Penerbit: Elex Media Komputindo, Juli 2014
Harga: Rp. 38.800
ISBN: 978-602-02-4423-5
Keira merasa benar-benar mati gaya. Selalu seperti mimpi buruk bila menempati meja ini.  Sudahlah pas di depan mata guru, sendirian pula. Keira melirik kursi kosong di sebelahnya. Masa, sih, kursi ini mau kosong selama-lamanya? Nanti malah jadi kayak yang di film Bangku Kosong. Keira merinding ketika ingatan tentang film horor itu mencuat di benaknya. 
Untunglah seorang murid pindahan dari Palembang masuk ke kelas XI IPS SMA 215 Bandung itu. Zhafira, namanya.

 Meski terlihat biasa, Keira tahu ada yang  berbeda pada teman barunya itu.

“Saya indigo intradimensional. Bisa menembus dimensi dan waktu. Bisa keluyuran di dunia astral,” kata Zhafira.
Keira mengangguk-angguk. Ia sudah pernah membacanya di buku dan internet. “Astral? Jadi nggak cuma bisa ngelihat makhluk gaib … tapi juga bisa masuk ke dunia gaib?”

Keira pun harus siap siaga jika sewaktu-waktu sahabatnya itu pindah ke dunia astral.

Sebuah medan magnet yang kuat dari kutub yang berbeda dengan kutub magnet tubuhnya memaksa Zhafira mengikutinya. Konsentrasi Zhafira terpecah saat ribuan suara berdesakan masuk ke gendang telinganya, menabuhkan suara yang riuh. Cahaya nila itu terus berputar-putar di depan matanya. Semakin lama semakin jelas, membentuk jalan yang panjang. Pintu itu sudah terbuka.
Zhafira membuka mulut, hendak memanggil Keira. Terlambat! Zhafira tak dapat bertahan lagi. Tubuhnya terkulai. Kesadarannya melayang.

Suatu ketika, seorang gadis dari awal abad 20 meminta pertolongan Zha. Haruskah Zha menolong jika nyawanya menjadi taruhan?
  
Petualangan Zhafira melintasi dimensi ruang dan waktu, bersama Keira yang tak bisa lepas dari internet dan seolah bisa membaca pikiran.
Persahabatan, cinta, dan petualangan menembus dimensi.




 ***



Baca Juga
















 




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...