17 March 2018

Meet and Greet Laiqa Penerbit Elex Media Komputindo


Sabtu 10 Maret 2018 kemarin agak berbeda bagi saya. Hari itu saya dijadwalkan “manggung” dalam sebuah acara literasi di Bandung.

Yang membuat berbeda, saya “manggung” bukan sebagai penulis seperti biasanya, melainkan sebagai  moderator acara meet and greet dengan penulis Laiqa Penerbit Elex Media Komputindo.


Penulis yang tampil dalam acara meet and greet itu adalah Husain Suitaatmadja (novel The Special Boy) dan Anastasha Hardi (novel Hijab for Sisters).

Perubahan Rencana

Dua jam sebelum acara dimulai pada pukul 14.00 WIB di Gramedia Merdeka, saya baru mendapat kejelasan bahwa Teh Anas berhalangan hadir. Penulis asal Cirebon itu baru menjalani operasi dan masih harus bedrest.

Untuk acara ini Teh Anas diwakili oleh Kang Dion, editor Elex yang menangani naskah novel Hijab for Sisters.

Dengan ketidakhadiran Teh Anas berarti akan ada sedikit perubahan pada acara obrol-obrol nanti. Jadi mikir, mau nanya apa ya ke Kang Dion? Masa nanya “Masih jomblo, Kang?” 😀

Acara berlangsung lancar. Kang HuSu cerita tentang proses kreatif penulisan novel The Special Boy yang ternyata diambil dari temuannya di lapangan sebagai seorang pekerja sosial. Dan karena Kang HuSu yang Ketua FLP Jawa Barat ini juga seorang stand up comedian, yaaa… saya todong buat perform juga, dong. Hehe….


Meet and Greet penulis Laiqa. (foto: Elex Media)

Gimana dengan novel Hijab for Sisters? Menurut Kang Dion, naskah Hijab for Sisters ini sudah dalam kondisi bagus ketika diterimanya. Dari segi penokohan pun berwarna. Ada yang tegas banget menegakkan ajaran Islam, ada yang kompromis, ada yang pakai jilbab tapi masih seneng pacaran, dan sebagainya.


 
Pada menit ke sekian puluh, Kang Dion membuat saya speechless…. 

“Jauh sebelum jadi editor di Elex, saya penggemar Teh Eno. Dulu Teh Eno nulis novel chicklit. Bukan berlabel novel islami. Tidak ada tokohnya yang berjilbab. Tapi saya menangkap nilai-nilai islami dalam novelnya. Saya ingat terus sampai sekarang….” 

Hening. Saya terdiam. Terharu. Nggak nyangka akan mendengar Kang Dion ngomong begitu. Kalau sudah begini, bagaimana bisa menyangkal kekuatan cerita fiksi dalam memengaruhi pembacanya?

Alamak...saya serius banget yak. 😁 (Foto: Elex Media)

Mau Kirim Naskah ke Elex?

Di sesi terakhir, Mbak Dita dan Mas Hedi memperkenalkan lebih jauh tentang Elex serta naskah-naskah yang dibutuhkan. 

Oya, Mbak Dita dan Kang Dion adalah editor fiksi di Elex Media Komputindo. Kalau Mas Hedi editor nonfiksi Quanta, lini buku nonfiksi islami di Elex.

“Untuk novel, Elex punya beberapa label,” ujar Mbak Dita. Ia kemudian  menjelaskan mengenai label-label itu satu per satu. Kepo?😀 

Kalau mau lebih berpeluang untuk diterima, sesuaikan naskah novel yang dikirim dengan naskah yang dibutuhan oleh penerbit, ya.
Berikut ini empat jenis novel yang diterbitkan oleh Elex.

  1. Citylite. Cerita-cerita roomance kaum urban di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau di luar negeri.
  2. Le Marriage. Cerita-cerita romance pernikahan.
  3. Lit (Literature for Teens). Novel-novel tentang dunia remaja. Bisa romance, petualangan, persahabatan, dan sebagainya yang menangkap semangat dunia remaja.
  4. Laiqa. Novel-novel islami.

Trus, gimana cara kirim naskahnya?
“Yang penting punya naskahnya,” kata Mbak Dita. 

Tulis besar-besar dan stabiloin, ah. Yang penting punya naskah. Hehe…. Kalau nggak inget lagi ngerekam obrolan Mbak Dita, rasanya saya pengen ketawa. 


Usai acara, ada kesempatan konsultasi naskah
dengan para editor Elex Media Komputindo.


Bukan apa-apa. Saya sering banget ketemu orang yang bilang pengeeen banget nerbitin novel. Tapi ketika ditanya naskahnya mana, mereka akan  mengeluarkan jurus seribu bayangan alasan. Yang intinya, naskah itu hanya ada dalam angan-angan mereka.



Nah, kalau naskah sudah ada, kirimkan naskah lengkapnya ke Penerbit Elex. Lengkapi dengan sinopsis, data diri (aktivitas/pekerjaan sehari-hari, karya yang sudah dihasilkan, dan akun-akun media sosial).

Naskah yang dikirimkan ke Penerbit Elex minimal setebal 150 halaman, paling tebal 300 halaman. Diketik di kertas A4 dengan margin default. Spasi 1,5 dan menggunakan huruf Times New Roman 12.
Jumlah minimal dan maksimal tebal halaman ini bukan tanpa alasan, lho.

“Kalau lebih dari 300 halaman bisa memengaruhi jalannya cerita dan harga yang pasti akan lebih tinggi,” jelas Mbak Dita. “Kalaupun ada yang seperti itu paling diakali menjadi dua buku.”

Sekarang yang Quanta, nih.

Quanta menerima naskah-naskah nonfiksi islami. Motivasi, inspirasi, parenting, doa-doa.  Yang sedang dikembangkan sekarang adalah Quanta Kids, buku anak-anak islami (contohnya buku saya, 101 Kebiasaan Hebat Anak Muslim).
Penjelasan selengkapnya dari Mbak Dita dan Mas Hedi, silakan simak video berikut ini ya.


 
Kirim naskahnya ke mana? 

Di Elex, pengiriman naskah hanya melalui email. Tuh, berita bagus, kan, buat yang mau ngirit biaya nge-print atau yang bersemangat go-green? 😀

Nah, kalau kamu punya naskah yang sesuai kriteria di atas, silakan kirimkan naskah lengkap + sinopsis + data diri ke email: 

Fiksi: deni.nugraha@elexmedia.id
atau nindy@elexmedia.id
Nonfiksi islami: hedi@elexmedia.id
atau jarwati@elexmedia.id

Siapa tahu kalau sudah terbit nanti kita bisa duduk bareng dalam satu event #ngarep 🙈

Selamat bersenang-senang menuliskan kisah kebaikan.

Dengan Kang Dion (kiri) dan Kang HuSu (kanan) seusai acara.


Salam,

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter