24 August 2012

Nggak Selalu Menang, Kok

Beberapa hari ini sering banget baca status teman-teman Facebook yang aneh. Kok sejenis, ya? Mereka mengeluh, menangis, berteriak, kecewa, meraung, mencakar tembok, menggelar demonstrasi---baiklah, sebagian memang lebay---gara-gara kalah di lomba menulis. Yang nggak lebay (seenggaknya itu yang mereka tulis) adalah mereka kecewa, sedih, bahkan putus asa gara-gara kalah lomba itu.

Jujur, aku jadi senyum-senyum. Bukaaan... bukannya mensyukuri kekalahan mereka, tapi aku ingat diriku.



Alhamdulillah, aku beberapa kali pernah menang lomba menulis. yang penyelenggaranya pun keren-keren. Penerbit Mizan, Tiga Serangkai, Gema Insani Press, dan Gramedia Pustaka Utama (semuanya lomba novel), Leutika dan QultumMedia (lomba kisah inspiratif), Penerbit Serambi, dan majalah Bobo.


Tapiii... di balik naskah-naskah yang menang itu, sebenarnya lebih banyak lagi naskahku yang tewas dengan sukses. 

Beneraaan... aku nggak bohong. Tahun lalu aku ikut lomba cerpen Femina dan Lip Ice-Rohto. Tewaaaas... hehehe....  Pernah ikut juga lomba menulis tentang bank, kalah juga. Ah, banyaklah. Tapi toh sampai hari ini aku masih baik-baik aja. Masih tetap eksis. Maksudku, masih tetap menulis. Karyaku yang lain masih bermunculan.

Kecewa? Sedikit dan sebentar aja. Selanjutnya, menulis lagi. Berkarya lagi.



Kalah? Diam-Diam Saja

Aku jarang bilang-bilang tentang naskahku yang kalah (atau bahkan dengan frustrasi memposting di blog/catatan FB dengan keterangan memilukan, "Ini naskahku yang kalah lomba, hiks...." ). Aku memilih diam-diam saja kalau kalah. Itu karena:
  • Masih ada peluang untuk memperbaiki naskah yang kalah itu dan mengirimkannya ke media lain.
  • Beberapa media nggak mau nerima naskah yang pernah diposting di blog/FB. 
  • Sering ditanggapi salah. "Mbak Eno aja kalah, gimana kitaaa...." Beugh! Kenapa jadi begono? Padahal maksudku mau bilang, "Semua punya kesempatan yang sama untuk menang dan kalah."
  • Malu jugaaa. Hehehe.... Jadi, diem-diem aja, kale :D


Jadi, kalah dalam lomba trus gantung laptop? Aduuuh...jangaaaan...! Sayang laptop-nya. Hihihi.... 

***
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...