29 March 2015

Me Time, Saatnya Memanjakan Diri Sendiri

www.trianiretno.com Belum lama berselang ada omongan miring tentang me time

Disebut-sebut bahwa me time yang sering diidamkan ibu-ibu ini adalah rekayasa Yahudi untuk menjauhkan para istri dari suami, para ibu ibu dari keluarga, serta untuk menjadikan para ibu berpola hidup konsumtif, boros, dan suka berfoya-foya.


Apa Itu Me Time?
Secara sederhana, me time adalah waktu untuk diri sendiri. Saat me time, seseorang bisa bebas melakukan aktivitas yang disukainya tanpa diganggu oleh hal lain (anak yang merengek, deadline yang menyita pikiran, klien yang nelepon 10 kali sehari, tumpukan baju kotor, dan sebagainya). Saat me time, saatnya memanjakan diri sendiri.

Tak ada patokan berapa waktu me time itu seharusnya. Bisa sepuluh menit, satu jam, dua jam, dan seterusnya. Intinya, me time adalah bersantai, mengistirahatkan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari, menenangkan, menyenangkan, dan memanjakan diri sendiri.

Sudah rahasia umum bahwa "jam kerja" ibu-ibu sering lebih padat dan lebih panjang daripada jam kerja pegawai kantoran. Ketika anggota keluarga lainnya belum bangun di pagi hari, ibu sudah bangun dan mempersiapkan ini itu. Ketika anggota keluarga sudah tidur di malam hari, ibu sering masih harus membereskan ini itu. Siang hari, kebanyakan ibu-ibu menunjukkan keahlian multitasking mereka. Antar jemput anak ke sekolah, berbelanja, memasak, membersihkan rumah, mencuci, bahkan bekerja mencari nafkah.

Dengan seabrek aktivitas itu, wajar saja jika lelah, penat, bahkan stres menghampiri. Duuh...pusing pala Barbieee! Kalau sudah begitu, berarti ibu butuh me time.



Tak Harus Mahal
Buang anggapan bahwa me time haruslah makan-makan di restoran, hang out dengan teman-teman di kafe, atau jalan-jalan ke berbagai destinasi wisata di dalam dan luar negeri. Buang pula anggapan bahwa me time akan menjauhkan ibu dari keluarganya, atau membuat ibu tak peduli pada keluarga. Buang jauh-jauh anggapan bahwa me time = menghambur-hamburkan uang dari suami untuk bersenang-senang seorang diri.

Me time tak harus mahal, tak harus bepergian jauh. Me time bisa dilakukan dengan cara yang sederhana, bahkan tanpa meninggalkan rumah.

Kok bisa? Bisa saja. Intinya, kan, menggunakan waktu yang ada untuk memanjakan diri sendiri tanpa gangguan orang lain.



6 Me Time Sederhana
Ada beberapa me time sederhana yang biasa saya lakukan. Mudah-mudahan bisa menginspirasi ibu-ibu (dan siapa pun) yang butuh me time.

1. Menekuni hobi
Hobi adalah sesuatu yang disukai dan menyenangkan, serta dilakukan pada waktu senggang Meluangkan waktu untuk menekuni hobi dapat menenangkan pikiran, loh. Jadi, perlu banget tuh memiliki hobi yang bermanfaat. Misalnya membaca, berkebun, menulis, atau menjahit. 


Bisa membaca dan menulis  dengan tenang tanpa direcoki anak-anak, menjadi sala satu me time saya.
Bagaimana kalau hobi itu sudah menjadi pekerjaan yang ditekuni sehari-hari? Bekerja sesuai hobi memang sangat menyenangkan. Saya juga melakukannya. Semasa remaja, hobi saya adalah menulis cerpen. Sekarang, menulis novel (saya sudah jarang menulis cerpen) menjadi salah satu sumber penghasilan saya. Kalau sudah begini, tak ada salahnya mencari hobi baru. Hobi baru saya... belajar ngeblog dan motret kucing. Hehehe....




2. Menikmati makanan atau minuman kesukaan
Tak perlu merasa bersalah karena menikmati makanan dan minuman kesukaan sendirian. Di lain waktu, kita bisa membeli dan menikmati makanan dan minuman kesukaan itu bersama keluarga.


Menikmati es krim cincau ini ketika anak-anak sedang bersekolah pun menjadi me time saya.
Cincau hijau + es krim ini hanya Rp4.000,- segelas. Slruuup.... sedaaap!

3. Jalan-jalan
Banyak yang bisa dijadikan tujuan. Kalau saya biasanya ke toko buku atau pameran buku. Biasanya ketika anak-anak sedang di sekolah. Saya bisa berjam-jam di sana. Mencari buku, memilih-milih buku, memelototi buku-buku di jejeran best seller, dan sebagainya.


Karena saya suka membaca, berjalan-jalan sendiri ke pameran buku
menjadi salah satu cara untuk me time.

4. Luluran
Saya biasa luluran di rumah. Ibu-ibu pasti pernah merasakan betenya kalau sedang asyik-asyik luluran lalu ada yang menggedor-gedor pintu kamar mandi (apalagi kalau di rumah hanya ada satu kamar mandi) karena kebelet BAB, atau anak yang kecil menangis karena diganggu oleh kakaknya.

Bisa luluran dengan santai tanpa gangguan seperti ini menjadi me time yang sangat berharga bagi saya. Harumnya lulur pun menjadi aromaterapi tersendiri.



5. Berkumpul dengan teman
Sesekali berkumpul dengan teman-teman tanpa membawa anak-anak akan menjadi hal menyenangkan. Bisa sekadar ngumpul-ngumpul sambil makan siang di suatu tempat atau sambil mengikuti acara-acara seperti workshop atau gathering.



Bertemu teman dan belajar bareng-bareng dalam sebuah workshop (tanpa digelendoti anak)
pun bisa menjadi ajang me time yang menyenangkan bagi ibu-ibu.


6. Beribadah
Saya bukan orang yang hebat dalam beribadah. Masih banyak bolong-bolongnya, malahan. Namun, ketika bisa shalat dan berdoa dengan khusyuk dalam keheningan, bisa menangis di depan Allah tanpa tahu-tahu ada krucil nongol dan nyeletuk "Iiih... Mami kok nangis?", adalah sesuatu yang sangat menenangkan sekaligus menyenangkan.



Fresh Kembali

Masih banyak hal menyenangkan lain yang bisa dijadikan alternatif untuk menikmati me time tanpa mengeluarkan banyak uang. Yang pasti, lakukanlah secara positif. Jika me time itu dilakukan di luar rumah, pastikan sudah mendapat izin dari suami (bagi yang punya suami) atau orangtua (yang dititipi anak), serta ada makanan untuk anak-anak ketika kita memanjakan diri selama beberapa jam.

Me time bukan untuk menjauhkan kita dari keluarga. Me time justru membuat kita lebih fresh ketika kembali ke rutinitas kita bersama keluarga. Kalau kita fresh, yang merasakan manfaatnya bukan cuma kita, kan? 


***

Bagikan artikel ke:

Facebook Google+ Twitter

No comments :

Post a Comment

Mohon maaf, komentar dengan link hidup akan saya hapus. Terima kasih :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...