24 April 2016

Deadline Lomba, Hindari Saat Terakhir


Salah satu keuntungan mengikuti lomba menulis adalah adanya deadline alias tenggat waktu. 

Keuntungan?  Iyes. Dengan adanya deadline lomba, kita yang berkeinginan mengikuti lomba tersebut (seharusnya) menjadi lebih disiplin. Disiplin menulis, disiplin mengikuti jadwal yang ditentukan oleh penyelenggara

Untuk naskah yang dikirimkan print out-nya, sering ada keterangan seperti “paling lambat diterima tanggal 15 Mei  (cap pos)”. Artinya, paling lambat mesti dikirim tanggal 15 Mei, dibuktikan dengan tanggal kirim yang distempelkan di amplop atau yang tertera di resi (bukti kirim).

Untuk lomba yang dilakukan secara online, sering ada dua macam deadline. Pertama, deadline pendaftaran. Kedua, deadline pengiriman naskah.


Risiko Mepet Deadline

Meski lomba menulis sering memberikan waktu 1-3 bulan tak sedikit yang baru mengirimkan naskah pada saat-saat terakhir. Memacu adrenalin, memang, tetapi sekaligus berisiko. Apa risikonya?

Kalau mengirimkan naskah print out pada hari terakhir, ada risiko seperti ini:
  • Hujan deras, anak mendadak sakit, sakit maag kita kumat, dan sebagainya sehingga kita tidak bisa pergi ke kantor pos atau agen ekspedisi, dan tak ada yang bisa dititipi.
  • Mati listrik sehingga pelayanan di kantor pos atau ekspedisi terganggu. Lebih parah lagi kalau mati listrik ketika naskah itu dan kelengkapannya belum selesai di-print atau difotokopi (penyelenggara lomba sering mensyaratkan naskah dikirimkan rangkap dua atau tiga).
  • Gangguan jaringan sehingga kantor pos atau agen ekspedisi tidak bisa melayani kita.
  • Lupa jadwal buka kantor pos atau agen ekspedisi. Ketika kita datang ke sana, ternyata sudah tutup.

Sementara itu, kalau mengirimkan naskah melalui email pada saat-saat terakhir, ada risiko seperti ini:

  • Mati listrik dan baterai laptop lowbatt. Yah, kita sama-sama tahu kalau komputer dan laptop tidak bisa dihidupkan dengan korek api, apalagi dengan digosok-gosok. Ingat, komputer dan laptop bukan lampu ajaib Aladdin.
  • Koneksi internet lambat. Kalau melambat karena kuota paket internet hampir habis sih tinggal isi ulang. Nah kalau memang jaringannya yang sedang lola bin lemot? Apa nggak emosi jiwa, tuh?
  • Pas mau kirim di menit-menit terakhir menjelang deadline lomba yang pukul 00.00 kita baru sadar kalau kouta internet sudah habis, sementara kita tidak pakai e-banking dan juga bukan agen pulsa. Keluar rumah malam-malam untuk mengisi pulsa? Yakin berani?
  • Warnet terdekat dari rumah kita tutup karena pemiliknya pulang kampung, satu-satunya pegawai warnet sedang melaksanakan akad  nikah, atau jaringan internet di warnet itu sedang jeblok.
  • Naskah susah masuk ke email tujuan. Katanya sih, yang begini karena banyaknya email yang berusaha masuk pada saat yang sama atau over capacity.
  • Email kita nyasar ke spam.
  • Satu-satunya laptop/PC di rumah mendadak error sedangkan naskah yang akan dikirim tersimpan di sana dan tidak ada back up-nya di flash disk.


Kucing tertidur pulas di laptop juga bisa menghambat
pengiriman naskah lomba melalui internet. :D

Sederhananya, ada kemungkinan naskah kita tidak terkirim atau terlambat sampai ke meja panitia. Risiko lain, apalagi kalau bukan bikin panik dan stres. Kesel, kan, kalau gagal mengirimkan naskah yang sudah kita tulis dengan susah payah itu?


Sebisa Mungkin, Hindari Saja

Saya sendiri beberapa kali terpaksa mengirimkan naskah pada hari terakhir. Bahkan pernah pada menit-menit terakhir menjelang penutupan pengiriman naskah secara online. Kadang-kadang baru dapat infonya pada hari terakhir, lupa, terlalu lama ragu-ragu, atau yaa… karena baru selesai aja.

Yang paling berkesan paniknya adalah ketika harus mengirimkan naskah karya putri saya untuk seleksi Reporter Cilik beberapa tahun lalu. Naskah dan formulir yang hanya tiga lembar itu harus dikirim melalui faksimili (fax), sementara saat itu sedang suasana Idul Fitri. 

Di mana harus mencari wartel yang menyediakan jasa fax? Kalau bukan di wartel yang semakin langka keberadaannya itu, di mana lagi bisa mengirim fax? Numpang di kantor…?

Yah, akhirnya numpang di kantor kakak ipar. Untungnya ada yang tetap jaga di kantornya meskipun sedang libur Lebaran. 

Mepet deadline lainnya yang juga berkesan paniknya adalah ketika mengirim naskah untuk seleksi workshop menulis yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Forum Penulis Bacaan Anak (FPBA). Berhari-hari saya habiskan untuk melobi anak bungsu saya yang ketika itu masih berusia balita agar mau ditinggal seharian selama tiga hari berturut-turut. 

Ketika akhirnya berhasil, sudah hari terakhir. Saya ngebut nulis dan naskah itu baru terkirim beberapa menit menjelang deadline pukul 00.00 dengan koneksi internet yang entah kenapa tiba-tiba menjadi sangat lola bin lemot.

Dari pengalaman itu saya jadi tahu risiko apa aja yang mesti dihadapi kalau mengirimkan naskah lomba pada hari terakhir.

Sebisa mungkin, sih, hindari mengirimkan naskah lomba pada hari terakhir, apalagi menit-menit terakhir. Kalaupun tidak bisa menghindari, siapkan mental. Jangan sampai panik dan stres kalau sampai bertemu masalah-masalah tadi.

***
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...