04 June 2016

Nikmatnya Zuppa-Zuppa di Pasar Kaget Gasibu Bandung



<img alt='image' title='image' src='Zupa-Zupa-Enak-Murmer-di-Bandung.jpg' />
Zuppa-zuppa
Di mana pertama kali makan zuppa-zuppa soup? Saya, sih, di acara resepsi pernikahan. Kamu di mana? Di resepsi pernikahan juga? Hehe….

Beberapa tahun belakangan, makanan satu ini sepertinya menjadi “hidangan wajib” di resepsi pernikahan, ya. Saking “wajib”nya, anak bungsu saya sampai mengira di semua resepsi pernikahan pasti ada zuppa-zuppa.

Cuma, kan, nggak tiap hari ada undangan nikahan, padahal anak saya bisa ujug-ujug pengin makan zuppa-zuppa (dan saya belum bisa bikin karena banyak alasan :D).

Untungnya sekarang cukup banyak yang jualan zuppa-zuppa. Tidak hanya di kafe tetapi juga di pasar rakyat. Sekarang, yuk kita coba nikmatnya zuppa-zuppa di Pasar Kaget Gasibu, Bandung.


Zuppa-Zuppa di Pasar Kaget Gasibu

Sebenernya sekarang namanya bukan Pasar Kaget Gasibu lagi, tapi Pasar Kaget Monju (Monju = Monumen Perjuangan). Dulu pasar kaget ini memenuhi Lapangan Gasibu yang berada tepat di depan Gedung Sate Bandung, bahkan sampai luber ke jalan-jalan di sekitarnya.

Namun, Pemkot Bandung kemudian memindahkan pasar kaget hari Minggu ini dari Lapangan Gasibu ke area di seberangnya, yaitu Monumen Perjuangan (tapi tetap aja meluber ke mana-mana).

Meski begitu, nama “Pasar Kaget Gasibu” rasanya sudah telanjur melekat di lidah. Saya juga pernah memasukkan pasar kaget ini ke novel saya yang terbit tahun 2013, Kayla Twitter Kemping.



Di area pasar kaget ini setidaknya ada lima penjual zuppa-zuppa soup. Satu tak jauh dari jalan masuk ke pasar kaget (dari arah Jl. Surapati), satu di jajaran pagar Gedung Telkom, dan tiga lagi di area taman yang berpagar. Semuanya menyajikan zuppa-zuppa yang fresh from the oven.
 
Zupa-Zupa-Enak-Murmer-di-Bandung
Saung Zuppa Soup dan Kueh, Pasar Kaget Gasibu Bandung

Saya sempat kaget juga (cocoklah dengan namanya yang pasar kaget itu :D) karena ada banyak penjual zuppa-zuppa di sini. Rupanya, makanan yang konon pertama kali dibuat di Lombardy, Italia, pada tahun 1525 ini sudah begitu populer di Bandung.

Dalam bahasa Italia sendiri, zuppa berarti hidangan roti yang direndam dalam kuah daging (Sumber: Zuppa Soup karya Lilly T. Erwin. Gramedia Pustaka Utama, 2009)


Piknik di Saung Zuppa Soup dan Kueh

Setelah mencicipi satu per satu, favorit anak saya adalah zuppa-zuppa di Saung Zuppa Soup dan Kueh milik Pak Ahmad dan Bu Aan. Bahkan kata anak bungsu saya, rasanya nggak kalah dibandingkan zuppa-zuppa di kafe.

Meski namanya pakai “saung”, tak ada bangunan saung di sini. Pasangan suami istri ini hanya menggelar karpet plastik yang dilengkapi dengan tiga meja berkaki rendah dan payung besar.

Makan di sini kita serasa piknik, deh. Lebih-lebih karena lokasinya di bawah pohon besar. Dibandingkan tempat yang lain di area pasar kaget ini, saung ini relatif lebih bersih. Bagi saya, ini menjadi salah satu nilai plusnya.

Biasanya ada beberapa mangkuk zuppa-zuppa yang sudah ready di etalase mungil. Kalau tak ada, tunggu saja. Di oven ada yang sedang dimatangkan. Dan wanginyaaa… ah, saya selalu suka aroma pastry yang baru keluar dari oven. Supnya juga enak. Gurih dan kentalnya cukup, plus ada daging ayam yang dipotong kecil-kecil.
 
Zupa-Zupa-Enak-Murmer-di-Bandung
Nikmatnya zuppa-zuppa di Pasar Kaget Gasibu

Terakhir saya makan zuppa-zuppa di tempat Pak Ahmad ini, harganya Rp 11.000 per mangkuk. Kalau dibawa pulang lebih mahal Rp 2.000 (di semua penjual zuppa-zuppa di pasar kaget ini, mangkuknya menggunakan mangkuk kaca tahan panas).

Oya, tak hanya zuppa-zuppa yang ada di saung ini. Spageti, sosis bakar, risoles, dan mi bakso pun ada. Kalau mau pesan untuk acara resepsi, arisan, atau semacamnya juga bisa kok. Kata Pak Ahmad, mereka cukup sering menerima pesanan untuk acara-acara seperti itu.

Zupa-Zupa-Enak-Murmer-di-Bandung
Telepon aja kalau mau pesan buat arisan atau resepsi. (022) 9137-5309.


Tips


  • Pasar kaget ini buka dari pagi (sekitar pukul 06.00) sampai pukul 12 siang. Sepengalaman saya, sih, selewat pukul 10.00 sudah tidak terlalu ramai.
  • Tempatkan tas yang berisi benda berharga di bagian depan badan, ya. Kalau ramai begitu, sering ada copet berkeliaran. Kalau tas berisi rangginang, kaus kaki, atau bawang merah, nggak apa-apa ditenteng atau dicangklong di pundak :D
  • Meski banyak yang hobiii buang sampah sembarangan, please..., jangan ikut-ikutan ya. Cukup banyak tempat sampah, kok, di area ini. 
  • Kalau kamu dari luar Jawa Barat atau bukan orang Sunda, jangan heran kalau mendengar para penjual zuppa-zuppa di pasar rakyat ini melafalkan dagangannya sebagai "jupa-jupa". :)

Angkutan Umum ke Gasibu Bandung

Banyak mobil angkutan kota yang melewati kawasan Gasibu Bandung ini.

  • Kalau dari arah Ciroyom, naik angkot Ciroyom-Cicaheum. Bisa turun di depan kampus Unpad Jl. Dipati Ukur (Monumen Perjuangan ada di sini), bisa juga turun di Jl. Surapati (depan Lapangan Gasibu).
  • Kalau dari arah Cicaheum, bisa naik angkot Cicaheum-Ciroyom atau angkot pinky unyu Gedebage-Dago. Turun di depan Lapangan Gasibu, ya. Kalau telanjur naik angkot Cicaheum-Ledeng, turun saja di depan Gedung Sate. Dari situ jalan kaki melewati Lapangan Gasibu, lalu menyeberang ke areal Monumen Perjuangan.
  • Kalau dari arah Ledeng, bisa naik angkot Ledeng-Cicaheum. Turun di depan Gedung Sate, ya.
  • Kalau dari Leuwipanjang, silakan naik bus Damri Leuwipanjang–Dago. Turun di depan kampus Unpad.
  • Dari Jatinangor? Hehe… naik bus Damri Jatinangor–Dipati Ukur. Turun di depan kampus Unpad.



 
Serasa piknik, deh, makan di sini. Mana taplaknya bemotif kotak-kotak pula :D

Selamat jalan-jalan di Pasar Kaget Gasibu eh Pasar Kaget Monju. Keep Bandung clean and beautiful, yaaa :)


***
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...