Googling Nama Sendiri



Googling nama sendiri


Kadang-kadang, saya nyari nama saya sendiri di Google. Biasanya kalau sedang senggang, iseng, dan koneksi internet lancar. 

Narsis? Hehehe... nggak segitunya, sih. Awalnya benar-benar cuma karena iseng yang terkontaminasi virus kepo. Apa, sih, yang diomongin tentang saya di dunia maya?


Hasil Googling

Ternyata, keisengan saya googling nama sendiri itu memberikan banyak hasil yang menyenangkan. Nggak percaya? Nih temuan saya.

1. Buku saya ada dalam daftar koleksi perpustakaan-perpustakaan.

Oh, so sweet.... Ternyata, yang mengoleksi buku-buku saya bukan hanya perpustakaan di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Alhamdulillah. Senangnyaaa.

  
Buku karya Triani Retno
Buku-buku saya di perpustakaan.
Atas: Buku 100 Masjid Terindah di Indonesia (buku editan) di Perpustakaan Wailalak University Thailand.
Bawah: Dari Do It Menjadi Duit (sebagai co-writer Ibu Yanty Isa) di Perpustakaan Kab, Luwu Timur.


2.Buku saya dijadikan bahan penelitian skripsi.
Speechless rasanya. Ada mahasiswa dari berbagai kampus yang menghubungi saya, mengatakan sedang meneliti novel saya untuk skripsi mereka. Tapi ada juga yang nggak bilang-bilang. Tahu-tahu saya menemukan versi digitalnya. Langsung saya unduh, dong. 

Woooow, ini masukan berharga. Sayang banget kalau saya sampai nggak punya dokumentasinya. Selain skripsi, ada juga yang menjadikan novel-novel saya sebagai bahasan dalam makalah. 

Novel saya yang paling sering dijadikan bahan penelitian untuk skripsi adalah Ibuku Tak Menyimpan Surga di Telapak Kakinya

Ternyata kisah tentang anak yang mengalami KDRT ini berhasil menyita perhatian. Semoga nanti ada produser film yang naksir novel ini juga. Ehm.

asti ananta
Aduh, ini bukan saya nggak pakai kerudung. Ini Asty Ananta, satu dari dua seleb yang mengendors novel Ibuku Tak Menyimpan Surga di Telapak Kakinya. (satu seleb lagi adalah Shahnaz Haque-Ramadhan)

 
Yang saya tahu, ada juga yang meneliti novel pertama saya, Bukan Jilbab Semusim, dan novel Kayla Twitter Kemping.


novel bukan jilbab semusim
Novel Bukan Jilbab Semusim.

novel teenlit kayla twitter kemping
Kayla Twitter Kemping.

    
3. Buku saya diresensi atau sekadar dikomentari.
Beberapa blogger suka menautkan link resensinya itu ke Twitter atau Facebook saya. Tapi ada juga yang tidak. 

Rasanya surprise saja melihat buku saya diresensi oleh pembaca yang sama sekali tidak saya kenal.

Resensinya macam-macam. Ada yang informatif, ada yang berpegang pada prinsip keseimbangan, ada yang berfokus pada kekurangan, ada yang spoiler alias membocorkan poin-poin penting dalam buku, ada yang totally meringkas, ada yang malah banyakan curhatnya, ada yang... yeah, macem-macem, deh.



4. Banyak toko buku online yang menjual buku saya.
Ayooo... yang males ke toko buku karena macet atau tinggal jauh dari toko buku, bisa beli online lho. Tinggal pilih mau toko buku online mana yang paling sreg di hati.


toko buku online
Salah satu toko buku online yang menjual buku karyaku.

Toko buku online
Bukuku juga bisa dibeli di www.belbuk.com.


5. Tahu berapa banyak orang yang namanya mirip-mirip dengan saya.
Hehehe... rupanya nama saya bukan nama yang sangat unik. Banyak yang mirip-mirip dengan saya. Ternyata banyak juga remaja yang bernama Triani (atau Triany) dan Retno. Ehm, berarti nama saya nggak jadul-jadul amat, kan? Hehehe....

"Nama kembar yang tertukar" yang sering saya temukan adalah seorang akademisi dan politisi bernama Retno Triani Johan, yang masih terhitung cucu Bung Karno. Nama boleh mirip banget, tapi jenis tulisan seperti bumi dan langit. 

Aih, seru kali, ya, kalau suatu waktu kami bertemu di dunia nyata. Lain kalau saya googling nama pena saya, Teera. Biasanya yang muncul nama-nama orang dari luar Indonesia. 



6. Didokumentasikan.
Beberapa tahun lalu saya pernah menemukan cerpen saya yang dimuat di koran (Tribun Jabar) kemudian diketik ulang oleh seseorang dan dimasukkan ke web (tentu tetap dengan mencantumkan nama saya) bersama cerpen-cerpen yang dinilai bermuatan sastra. 

Cuma, yaaa, itu dia. Ketika itu saya nggak terpikir untuk me-screen shoot, menyimpan link postingan itu, atau mengkopas isinya.


Mau Googling Juga?

Gimana, mau mencoba googling nama sendiri juga? Kalem aja. Nggak bakal dibilang narsis, kok. 

Efeknya? Bisa menumbuhkan lagi semangat menulis yang sedang redup, juga bisa menumbuhkan self esteem positif. 

Efek sampingnya, bisa agak-agak gimanaaa gitu kalo pas nemu postingan yang melulu menyoroti kekurangan karya kita, bahkan sampai ke aspek yang nggak relevan. Hehehe.... 

Tapi kalem aja. Nggak usah sampai berpikiran akan meninggalkan dunia persilatan kata-kata.



Salam,

Triani Retno A
Penulis, Editor, Blogger
www.trianiretno.com

No comments

Komentar dimoderasi dulu ya karena banyaknya spam. Terima kasih sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari tulisan di blog ini :)