Asyik Membaca Dongeng bersama Let’s Read

 

Membaca dongeng bersama Let's Read

“Anakku udah pinter baca, kok. Untuk apa membaca nyaring lagi buat dia? Biar aja dia baca buku sendiri.”

Familier dengan sanggahan seperti itu? Saya cukup sering mendengar kalimat serupa itu terucap di kalangan ibu-ibu.

Sama seringnya dengan melihat orangtua yang berambisi anaknya bisa membaca dalam usia dini. Mencekokinya dengan pelajaran membaca. Kalau perlu, ikut les membaca pada usia batita.

Juga sama seringnya dengan melihat orangtua yang tak mau (bukan tak mampu) membelikan buku bacaan untuk anaknya.

“Udah, itu buku pelajaran aja dibaca! Ngapain baca buku yang lain? Entar juga ulangan nggak bakal ditanya.”

Eheu!

Hak Anak

Mendapat pendidikan yang baik adalah hak anak. Begitu juga dengan bermain. Dalam bermain, anak justru belajar banyak hal secara menyenangkan.

Konvensi PBB pada tahun 1989 menetapkan 10 hak anak yang harus dipenuhi. Keputusan PPB itu juga diterima oleh Indonesia.

Bermain dan mendapatkan pendidikan merupakan 2 di antara 10 hak tersebut.

 
Hak anak
Sudahkah kita memenuhi hak anak-anak kita?

Memberikan hak yang satu bukan berarti dapat mengabaikan hak yang lain. Memberi pendidikan tetapi melarang anak bermain demi terpenuhinya target-target orangtua bukanlah hal yang bijak.

Pada dasarnya, setiap anak butuh bermain. Dunia anak adalah bermain. Kita dapat memilih jalan tengahnya: belajar sambil bermain, bermain sambil belajar.

Ingin anak bisa membaca bukan berarti memaksanya belajar dan belajar. Bukan berarti mengambil hak anak untuk bermain. Betul, anak jadi bisa membaca. Namun, belum tentu menyukainya. Khusus tentang ketidaksukaan anak membaca pernah saya tulis dalam Kenapa Anak Tidak Suka Membaca.


Membaca Menyenangkan

Atmosfer membaca menyenangkan sebaiknya ditumbuhkan sedini mungkin. Atmosfer membacanya loh, ya. Bukan bisa membacanya.

Dimulainya bisa sejak anak masih bayi, bahkan sejak masih di dalam kandungan. Caranya dengan membaca nyaring buku-buku cerita khusus anak-anak.

“Ngapain capek-capek bacain buku buat bayi? Lah mereka juga belum ngerti. Buang-buang waktu aja.”

Mereka belum mengerti itu adalah anggapan kita. Apa benar seperti itu?

Bayi memang belum bisa berkata-kata seperti kita untuk menanggapi cerita yang kita bacakan. Tapi bukan berarti membaca nyaring yang kita lakukan itu sia-sia.

Paling simpel aja nih. Kehadiran kita dengan suara yang lembut berintonasi saat membacakan cerita akan membuat anak merasa tenang. Apalagi dengan senyum dan cinta kasih yang terlimpah untuknya.

 
Membaca nyaring
Yuk, penuhi hak anak-anak kita.

Tanpa kita sadari, kita sudah memberikan beberapa hak anak sekaligus padanya. Perlindungan (anak merasa tenang dan nyaman), pendidikan (anak mendapat kosa kata dan pengetahuan baru), rekreasi (anak merasa gembira dan bebas berimajinasi), serta bermain.

Dalam memorinya akan tersimpan ingatan tentang betapa menyenangkannya aktivitas membaca.

Apa yang Dibaca?

Sumber bacaan yang cocok untuk anak-anak adalah cerita bergambar. Lebih bagus lagi jika berwarna-warni. Secara visual akan lebih mudah memikat perhatian anak-anak.

Cerita bergambar juga memudahkan anak menangkap jalan cerita. Gambar juga membantu anak mengenal benda-benda atau binatang-binatang yang tidak ada dalam kesehariannya.

Umumnya, isi cerita tentang kegiatan sehari-hari, kemandirian, alam sekitar, serta akhlak mulia. Cerita fabel dan dongeng pun menarik untuk dibaca nyaring.

Bahan pembuat buku anak pun kerap menggunakan bahan khusus. Bahan khusus ini membuat buku tidak mudah robek.

Ada buku anak yang berbahan tebal (boardbook), dari kain (softbook, clothbook),atau dari bahan tahan air (bathbook).

Ketika anak-anak masih kecil, karena berbagai keterbatasan saya tidak bisa menyediakan buku-buku seperti itu untuk mereka.

Jika ke kota, saya mampir ke toko buku untuk membeli beberapa buku cerita bergambar (picbook). Kertasnya mengilap tetapi tipis. Mudah kusut dan rawan robek.

 
Membaca nyaring
Perbedaan mendongeng dan membaca nyaring.

Cerita-cerita itu saya bacakan secara nyaring. Hm … nyaringnya kadang-kadang jadi sayup-sayup menghilang sih kalau saya tak sanggup lagi menahan kantuk. Hehe….

Keuntungan membacakan buku ini adalah kita tidak perlu mengarang cerita sendiri. Juga tidak perlu hafal jalan ceritanya seperti jika mendongeng.

Kita tinggal membacakan cerita atau dongeng yang tertulis di buku. Menunjukkan gambar-gambar di dalam buku. Tambahkan beragam ekspresi dan intonasi sesuai cerita. Voila! Anak-anak akan terpesona.


Membaca di Era Digital

Era digital membuat dunia literasi ikut berkembang. Sekarang kita memiliki lebih banyak alternatif bacaan. Selain yang berbentuk buku tercetak, kita juga bisa mengakses buku cerita di Let’s Read.

Let’s Read adalah aplikasi perpustakaan digital yang menyediakan ratusan buku cerita bergambar untuk anak-anak.

Para penulis buku di Let’s Read ini berasal dari berbagai negara di Asia. Temanya beragam. Ada cerita realistis keseharian, ada pula dongeng dan fabel.

Semua buku di Let’s Read dilengkapi dengan ilustrasi berwarna-warni, menarik, dan memperkuat jalan cerita.

Di satu sisi, gambar-gambar itu menjadi daya tarik bagi anak. Di sisi lain, membantu orangtua dalam membacakan cerita dan membuatnya menjadi lebih hidup. Membaca dongeng menjadi mudah dan menyenangkan.

Yuk, unduh aplikasi Let’s Read di Playstore. Semua buku bisa dibaca secara gratis dan tidak ada pembelian di dalam aplikasi.

Setidaknya ada 5 hal yang menarik dari buku-buku cerita digital di Let’s Read ini. Level kesulitan, ragam tema, bahasa, ilustrasi, dan lisensi commons community.

Lengkapnya bisa dilihat pada infografis berikut ini.

Keunggulan Let's Read
Dengan keunggulan seperti ini, membaca nyaring jadi semakin seru.

“Tapi nanti anak-anak pegang hape terus dong. Nanti matanya cepat rusak. Saya nggak mau begitu.”

Kekhawatiran seperti itu wajar adanya. Namun, tenang saja. Cerita-cerita bergambar di Let’s Read bisa kita unduh (download) dan print, kok.

Dengan begitu, kita bisa membacakan buku-buku cerita di Let’s Read tanpa membuka ponsel.

Let’s Read membebaskan kita melakukan hal tersebut melalui lisensi CC By NC 4.0. Dengan begitu, kita tidak melanggar hak cipta.


Memenuhi Hak Anak

Anak tidak pernah minta untuk dilahirkan. Kita, orangtua, yang mengusahakan mereka ada. Kewajiban kitalah untuk memenuhi hak-hak mereka. Memeluk mereka dengan kasih sayang. Memberi mereka pendidikan yang baik.

Kita ingin anak-anak senang membaca, maka kita sendiri harus senang membaca. Menunjukkannya dalam keseharian di rumah. Menyediakan buku yang bergizi untuk kita dan anak-anak.

Kita ingin anak-anak senang belajar, maka kita harus menjadi teladannya. Untuk membangun budaya baca di rumah, kita harus menjadi role model.

Semoga kita bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita, ya.

57 komentar

  1. Aplikasi Let's Read, perpustakaan digital khusus buku cerita anak bergambar.

    BalasHapus
  2. Kalau saya lebih suka anak menyukai aktivitas membaca daripada pintar membaca dulu. Makanya waktu mereka kecil saya kenalkan dengan banyak buku. Karena kalau udah senang, nanti juga akan pintar tanpa harus dipaksa.

    Kalau aja anak-anak saya masih kecil, bakal saya kenalkan juga dengan Let's Read. Sekarang saya kenalinnya ke keponakan aja, deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat, Mbak. Udah banyak contoh yang bisa membaca tapi nggak suka membaca. Bahkan terbawa sampai dewasa.

      Hapus
  3. Bagus banget app lets read ini. Aku harusnya dari anak-anak dalam kandungan aku bacain buku-buku keras ya. Aku juga download.

    BalasHapus
  4. Lewat versi digital cakupannya lebih luas ya..bahkan cerita dari negeri lain pun juga tersedia. Betul untuk bacaan baiknya disesuaikan dengan usia anak dengan memaksakan juga tidak baik, dan bisa dengan memberi respon dasar melalui cerita bergambar yang umumnya pasti disukai anak-anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Sedih aja lihat anak-anak kecil yang ngomong aja belum jelas udah ditekan untuk bisa segera membaca. Beda ya kalo si anak sendiri yang emang kepengen.

      Hapus
  5. Udah sering baca review Let's Read, tapi lupa mulu diinstal hahaha.
    Cuusss langsung install abis ini, anak saya yang kakak paling suka membaca, nggak dicekoki sih, dia liat mamaknya aja suka baca dulunya, tapi memang dia lebih suka sama buku bergambar gitu, dan Alhamdulillah adiknya juga ikutan suka buku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe....ayo langsung instal Let's Read. Bisa sekalian belajar banyak bahasa :))

      Hapus
  6. Tulisan Teh Eno bisa jadi literasi juga nih. Hehehe. Zaman digital seperti sekarang, anak gak harus beli banyak buku cetak ya, gak harus ada rak buku khusus. Semua udah lengkap di Let'S Read. Jadi gak perlu space khusus di rumah. Hehehe. Anak bisa membaca dari mana aja. Pas di meja makan, pas di ruang keluarga, pas di kamar, cukup benteng tablet atau ponsel saja. Kita hanya perlu mengatur jarak baca, waktu screen time, dan besaran font atau tulisan yang pas dengan mata anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau besaran font, di Let's Read ada opsi buat ngaturnya juga, Mut. Kalau screen time nah itu kebijakan ortu. Bisa juga mengeprin cerita yang ada di Let's Read (lisensinya mengizinkan untuk itu). Jadi anak tetep bisa baca ceritanya tanpa buka hp.

      Hapus
  7. Hihihi penyakit saya nih, bacain anak eh malah ketiduran, untung anaknya ga protes 😀😀😀
    Happy nya di era digital, cari buku ga usah cape keluar masuk toko ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku curiga anakku jadi suka ngarang gara-gara aku sering tertidur waktu bacain cerita. Karena waktu itu dia belum bisa baca, jadi mengarang bebas aja gimana ending ceritanya :D

      Hapus
  8. Anakku suka banget pas aku donlodin ini teh apalagi ada pilihan bahasannya kebetulan anakku lagi suka belajar bahasa lain jadi pas banget lets read ini buat anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kereeeen. Belajar bahasa jadi lebih seru juga ya, Teh.

      Hapus
  9. Itulah kenapa saya mempertahankan aplikasi ini sejak lama meski hp jadul saya udah kehabisan memori. Tahu sendiri saya punya pondok mengaji dan di dalamnya bukan hanya mengaji kitab suci, gaoj juga ada gerakan literasi baca nya. Beli buku mahal. Beli online berat di ongkir. Jadinya aplikasi ini saya manfaatkan maksimal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Teh. Oya, cerita di aplikasi ini juga kan boleh kita print. Jadi bisa buat tambahan bacaan di pondok juga. Cuma memang mesti keluar biaya ngeprint :)

      Hapus
  10. Senangnya ada aplikasi Let's Read begini, bikin aku bisa membaca sendiri dulu si cerita yang mau dibacain bareng anak anak. Aku bisa sortir dulu sambil santai, sesuai dengan pesan apa yang mau kusampaikan ke anak anak. Setelah sesi cerita, biasanya kuajak mereka ngobrol tentang pesan dari cerita tadi. Walopun yang nanggapin yang balita doang. Yang bayi mah masih dengerin doang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelihatan doang cuma dengerin, padahal terekam di otak mereka 😀

      Hapus
  11. Ortu memang kudu aktif dan kreatif ya Mba, apalagi jaman now banyaaakkk distorsi yg mengalihkan anak2 dari kancah literasi.
    Semoga Let's Read ini bisa jadi mitra cihuyyy untuk parents jaman now dan anak2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini. Sepakat

      Banyak sekali permainan yang mengalihkan si kecil dari literasi. Maka sebagai yang lebih dewasa, bisa mengajak anak anak bermain sambil belajar dengan Let's Read.

      Hapus
  12. Waah kebetulan banget mba saya juga bahas soal hak anak ini di blog jugaa. Hihi. Emang kurang diperhatikan permasalahan satu ini termasuk sayaa sendiri sebelum baca refrensi soal apa sjaa hak anak itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe...kitanya juga mesti terus belajar ya Kak :)

      Hapus
  13. Aku inget jaman anakku masih kecil. Anak paling suka dibacain buku cerita dengan suara nyaring. Apalagi kalau kalau emaknya niruin suara sesuai karakter dibuku. Bisa minta diulang2 trs bacanya. Kadang agak capek tapi lihat anak seneng emaknya jadi ikut happy :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... itu ya serunya membacakan cerita buat anak-anak :D Dulu anakku pernah bosan sama buku2 ceritanya, lalu minta dibacakan buku...resep masakan :D :D

      Hapus
  14. aplikasi let's read menjadi wadah buat memudahkan orangtua untuk meningkatkan minat baca pada anak-anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes. Dan bisa buat belajar bahasa asing/bahasa daerah juga :)

      Hapus
  15. app lets read ini beneran bisa ngebangun jiwa literasi anak dan ini penting bagi bekal mereka kedepan kelak, ini sih kece menurutku kak

    BalasHapus
  16. Anakku kalau di dongengin sama papa nya happy banget, oke juga ya lets read untuk anaku dirumah, thanks mom

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaah, coba dongenginnya dengan membaca cerita di Let's Read :)

      Hapus
  17. Aq baru tau nih tentang aplikasi ini, jadi penasaran pengen download app ini, pengen tau seperti apa, thanks infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Donlod deh. Biasanya yang udah instal aplikasi ini langsung ketagihan :))

      Hapus
  18. Eh pas banget sih. Tadi Jena abis dibacain cerita dari Lets Read. Aku install aplikasinya udah hampir 1 bulan. Ceritanya banyak juga ya, bagus2 dan ilustrasinya juga keren2.

    BalasHapus
  19. Bagus banget aplikasi ini ya mba. Bisa menumbuhkan cinta literasi sejak Usia dini :)

    BalasHapus
  20. Aplikasi keren ini ya Teh... jadi ga perlu banyak2 beli buku, alhamdulillah aku dulu suka bacain buku2 pada anak2... jadi ga nyesel sekarang sudah gede2 hehe...

    BalasHapus
  21. Kita punya kesamaan nih Mba. Waktu bacain nyaring cerita ke anak, lama-lama jadi ngantuk. Padahal niatnya mau tidurin anak. Langsung buru-buru cuci muka deh, biar nggak ketiduran.

    BalasHapus
  22. Zaman udah berubah membaca pun udah jadi digital tapi untungnya aplikasi lets read ini tetap bikin anak-anak suka

    BalasHapus
  23. Aplikasi lets read ini bagus banget yaa, aku jg sudah download dan mau mulai membacakan untuk anakku.

    BalasHapus
  24. Teh Eno saya teh penasaran, ada fitur dengarkan dongeng ngga?

    Kan asyik kalo anak bisa nyari dongeng dan mendengarkan sendiri
    Walau lebih sempurna jika ortu sendiri yang dongeng

    BalasHapus
  25. Di era digitalisasi seperti saat ini inovasi kian beragam, bahkan untuk kumpulan bacaan dongeng pun sudah bisa di akses by aplikasi di smartphone

    BalasHapus
  26. Ibu sebagai madrasatul ula (sekolah pertama) bagi anak tentu memang harus pandai memenuhi hak-hak anak termasuk pendidikan. Salut for smart moms yang mampu menyesuaikan diri dalam mendidik anak di era digital ini. Salah satunya yaitu memanfaatkan Let's Read bergantian dalam bentuk digital (akses di gadget) kemudian print out.

    BalasHapus
  27. Sewaktu anak-anak saya masih berusia 0-10 tahun, saya selalu menyempatkan diri membacakan cerita sebelum anak-anak tidur. Topiknya saya ragamkan. Tidak melulu dogeng yang biasa didengar oleh anak-anak. Kadang-kadang, saat mereka SD, topiknya bukan cerita tapi menanyakan soal kegiatan mereka di hari itu. Tujuannya agar mereka tidak bosan dan menjadikan orang tuanya sebagai teman bicara.

    Sekarang sudah enak ya. Ada aplikasi yang membantu orang tua menghadirkan cerita yang beragam buat anak-anak. Sungguh teknologi yang membawa manfaat bagi dunia literasi dan ilmu pengetahuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantab kali ini mah.
      Lets Read bisa mudahkan hidup parents jaamn now.
      bisa mendidik anak dg riang gembira!

      Hapus
  28. yg ptg klo mnurut saya sih adalah ilustrasi yang menarik didlm sebuah cerita. Anak saya dan pasti semua anak-anak juga sangat tertarik membaca jika ilustrasinya ramah anak dan lucu

    BalasHapus
  29. Membacakan cerita untuk anak memang bisa menjadi salah satu cara bonding dengan anak yaa, dan anak pun belajar mendengarkan, serta biasanya sih kelak pas sudak agak besar jadi punya minat baca

    BalasHapus
  30. Anak-anak makin suka membaca ya Teh dengan Let's Read banyak pilihan bukunya...tinggal kita aja yang harus telaten membacakan buat anak..

    BalasHapus
  31. Dengan adanya Let's Read kayak gini, sebenarnya jadi lebih hemat juga ya. Hal ini juga disesuaikan dengan jaman yang serba digital kayak sekarang. Jaman aku kecil dulu mama sering beliin buku cerita. Yaa ga semua dari Gramedia, kadang ada yang buku cerita bergambar dibeli di pasar. Sama aja sih, yang penting semangat membacanya...

    BalasHapus
  32. Setuju Mbak, sejak kecil sebaiknya kita biasakan anak dengan membacakan buku cerita sebelum tidur. Zaman dulu harus ribet sedikit beli beberapa buku di toko jika ingin ceritanya lebih variatif. Kalau sekarang lebih praktis ya, dengan adanya aplikasi Let's Read bisa langsung baca atau download cerita apa pun yang diinginkan.

    BalasHapus
  33. PR bagi orang tua ya mbak untuk terus memotivasi anak supaya gemar membaca. Anak sekarang meski tidak semuanya...kebanyakan memanfaatkan gadget hanya untuk main game. Nah ini tugas orang tua untuk menularkan virus gemar membaca kepada anak. Karena jaman sekarang era digital telah memudahkan segalanya. Tak perlu beli buku di toko buku. Cukup unduh aplikasi Let's Read makan kebutuhan akan bacaan akan terpenuhi.

    BalasHapus
  34. toss mbk
    ank anakku pun suka banget baca buku di let's read
    jenis bukunya banyak dan ilustrasinya sangat menarik

    BalasHapus
  35. di era serba gadget seperti ini, memang sangat cocok jika dibuatkan aplikasi untuk menarik minat baca. Kebanyakan anak sekarang lebih suka bermain game ataupun melihat tayangan youtube. Padahal dengan membaca ada aspek imajinasi yang bisa dikembangkan.
    Selama ini saya masih meminta anak saya membaca buku fisik yang dia pilih sendiri. Tapi kalau ada aplikasi seperti ini, tentu akan membuat anak menjadi lebih senang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa docoba, Mas. Siapa tahu pengen baca satu cerita dalam banyak bahasa juga. Di Let's Read bisa banget :)

      Hapus
  36. Say bersyukur banget dengan hadirnya Let’s Read ini jadi bisa membacakan banyak cerita kepada anak saya.

    BalasHapus
  37. Say bersyukur banget dengan hadirnya Let’s Read ini jadi bisa membacakan banyak cerita kepada anak saya.

    BalasHapus

Komentar dimoderasi dulu karena banyak spam. Terima kasih.