Melihat, Menatap, atau Memandang?

 

Sudah baca tulisan saya tentang penggunaan kata Ucap, Sergah, atau Seloroh dalam menulis kalimat langsung?

Nah, sekarang kita bahas yang lain lagi ya supaya cerita fiksi yang kita tulis terasa lebih hidup.

Salah satu cara agar cerita fiksi itu terasa hidup adalah dengan memasukkan gerakan tubuh dalam deskripsi. Entah itu gerakan tangan, kepala, mata, maupun anggota tubuh lainnya.

Kali ini kita membahas tentang gerak mata, ya.

Yang sering banget saya temukan dalam cerita fiksi (cerpen, cerbung, novel) adalah melihat.

Saskia melihat Evan melintas di depan kelasnya.

Ia terpaku melihat mobil itu tak bergerak di tengah rel kereta apa.

Kalau dalam satu cerpen ada begitu banyak “melihat”, bosan juga rasanya. Kenapa tidak menggunakan kata kerja yang lain?

Tentang menulis cerita, mampir juga ke sini ya:

 

Yang Dilakukan Oleh Mata

Berikut ini 28 kata kerja yang bisa kita gunakan terkait urusan “melihat” ini.

  • Melihat. Kata dasar: lihat. Menggunakan mata untuk memandang (memperhatikan).
  • Melirik. Kata dasar: lirik. Melihat dengan tajam ke samping kiri atau kanan.



  • Memandang. Kata dasar: pandang. Melihat dan memperhatikan (biasanya arah dan jaraknya tetap).
  • Membelalak. Kata dasar: belalak. Mata yang terbuka lebar-lebar sehingga kelihatan membesar.
  • Membelalang. Kata dasar: belalang. Terbuka lebar-lebar; membelalak.
  • Membeliak. Kata dasar: beliak. Terbuka lebar-lebar (tentang mata).
  • Membidik. Kata dasar: bidik. Memandang dengan arah pandangan yang tetap.
  • Memelotot. Kata dasar: pelotot.  Mata yang terbuka lebar-lebar; membeliak.
  • Memeriksa. Kata dasar: periksa. Melihat dengan teliti untuk mengetahui keadaan (baik tidaknya, benar salahnya, dan sebagainya).



  • Memindai. Kata dasar: pindai. Melihat dengan cermat dan saksama; memandangi.
  • Memperhatikan. Kata dasar: hati. Mengamati, mencermati, mengawasi.

Mem+per+hati+kan = memperhatikan. Bukan mem+perhati+kan = memerhatikan. Kata dasarnya adalah hati, bukan perhati. 

  • Menatap. Kata dasar: tatap. Melihat atau memperhatikan objek, biasanya dalam jarak dekat, dengan saksama dan durasi yang agak panjang.
  • Mencerap. Kata dasar: cerap. Memperhatikan; menaruh minat kepada.
  • Mencerling. Kata dasar: cerling. Melihat ke sebelah kanan atau kiri; menjeling; mengerling.
  • Mendelik. Kata dasar: delik. Terbuka lebar-lebar (tentang mata); membelalak; memelotot.
  • Menengok. Kata dasar: tengok. Melihat; menonton.
  • Mengamati. Kata dasar: amat. Melihat dan memperhatikan dengan teliti.
  • Mengawasi. Kata dasar: awas. Melihat dan memperhatikan (tingkah laku orang); mengamati dan menjaga baik-baik (mengontrol).
  • Mengelih. Kata dasar: kelih. Melihat; mengawasi.
  • Mengerjap. Kata dasar: kerjap. Mengedip (tentang mata).



  • Mengerling. Kata dasar: kerling. Melihat dengan pandangan mata ke sebelah kanan atau kiri; menjeling.
  • Menilik. Kata dasar: tilik. Melihat dengan sungguh-sungguh; mengamat-amati; mengawasi; memeriksa; melihat (mengamati) dengan mata hati (terhadap nasib orang), memandang; menganggap; melihat (meninjau) dari; menjenguk.
  • Menjeling. Kata dasar: jeling. Melihat ke samping tanpa menoleh.
  • Menjuling. Kata dasar: juling. Mengerling; melirik kepada.
  • Menonton. Kata dasar: tonton. Melihat (pertunjukan, film, dan sebagainya).
  • Menyaksikan. Kata dasar: saksi. Melihat untuk membuktikan; melihat dengan sesungguhnya.
  • Menyipitkan. Kata dasar: sipit. Menjadikan sipit (tentang mata); sedikit atau setengah memejamkan mata.

 

Bukan Hanya Melihat

Ternyata cukup banyak kata kerja yang bisa kita pakai untuk menunjukkan apa yang dilakukan oleh mata. Bukan hanya melihat.

Sekarang kita tinggal berlatih dan membiasakan diri menggunakan kata-kata tersebut dalam kalimat. Kalau lupa menilik itu apa, menjeling itu apa, ya tinggal membuka catatan.

Membuka catatan ini loh, ya. Tolong digarisbawahi. Jangan malah membuka  lembaran masa lalu kelabu bersamanya.

Oya, di atas itu hanya 28 kata. Bisa jadi masih ada dan terlewat oleh saya. Boleh loh menambahkan di kolom komentar postingan ini 😊

 

Salam,

Triani Retno A

No comments

Komentar dimoderasi dulu ya karena banyaknya spam. Terima kasih sudah berkunjung. Semoga mendapat manfaat dari tulisan di blog ini :)