Yuk, Waspadai Gagal Jantung

kenali gejala gagal jantung

Kami terhenyak ketika mendapat kabar itu. Teman kami yang selama ini terlihat sehat, aktif, dan selalu ceria ditemukan tak sadarkan diri di kamar mandi kantornya.

Ia segera dlarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan dari tenaga medis. Gagal jantung. Begitu kabar yang kami terima berikutnya. Tentu saja kabar itu mengejutkan kami.

Selain beberapa teman dekatnya, tak banyak yang tahu bahwa ia menderita hipertensi dan tubuhnya tak baik-baik saja. Sebelum kejadian itu, ia juga sudah dua kali mendapat serangan jantung.

Serangan jantung yang dulu membuatnya mulai menerapkan gaya hidup sehat. Ia mulai rajin berolahraga serta mengubah pola makannya menjadi lebih sehat.

Mungkin tekanan pekerjaan atau penyebab lainnya membuat tubuhnya ambruk lagi, bahkan lebih parah. Ia koma beberapa hari dan tak pernah sadar lagi hingga napas terhenti selamanya.

Nomor Satu

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian yang paling tinggi di Indonesia pada tahun 2014-2019. Demikian temuan yang diungkapkan oleh Global Burdern of Desease dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME).

Selain itu, mengutip dari kemkes.go.id, Riset Kesehatan Dasar juga menemukan adanya peningkatan persentase penderita penyakit jantung dari 0,5% pada tahun 2013 menjadi 1,5% pada tahun 2018.

Sekarang ini penyakit jantung pun banyak dialami oleh kalangan muda usia. Kalau dulu lebih banyak karena faktor genetik atau bawaan sejak lahir, sekarang juga karena gaya hidup yang tidak sehat.

Baca Juga: Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Germas

Gaya Hidup

Gaya hidup yang dijalani sangat memengaruhi risiko seseorang terkena serangan jantung. 

Gaya hidup yang tidak sehat itu seperti merokok, kurang melakukan aktivitas fisik (berolahraga), kebiasaan makan yang buruk, dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Semua itu dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung.

  • Merokok meningkatkan risiko penumpukan plak di arteri dan mempersempit arteri. Akibatnya, arteri menjadi kurang mampu memasok darah yang kaya oksigen ke jantung.
  • Ketidakaktifan fisik alias kurang berolahraga juga dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri.
  • Kebiasaan makan yang buruk, seperti makan terlalu banyak lemak jenuh dan mengandung kolesterol tinggi, juga bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung, karena dapat menyebabkan kerusakan arteri dan berkontribusi pada detak jantung yang tidak teratur.

Gaya hidup yang penuh tuntutan dan persaingan juga kerap menimbulkan stres. Mengutip dari jurnal kesehatan The Lancet (2017), stres kronis memiliki keterkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.

Stres dapat memicu naiknya tekanan darah. Selanjutnya, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol tersebut membuat risiko penyakit jantung menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Mengelola Stres untuk Hidup Lebih Baik

Gagal Jantung

Dokter spesialis jantung
Periksakan diri ke dokter untuk penanganan terbaik. Foto: Unsplash.

Mengutip dari dr. Hengky Gosal, Sp.PD-KKV, FINASIM, gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak dapat memompa atau mengisi cukup darah untuk memenuhi kebutuhan darah dan oksigen tubuh. Pada kondisi demikian, jantung harus bekerja lebih keras agar dapat memberikan darah ke seluruh tubuh

Konsultan kardiovaskular di RS EMC tersebut juga memberikan informasi tentang gejala-gejala gagal jantung, seperti:

  • Kepala pusing atau terasa ringan
  • Badan, terutama kaki, terasa lemah saat berolahraga
  • Cepat lelah
  • Jantung berdenyut cepat, bahkan ketika sedang beristirahat
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada kaki

Sebaiknya kita waspada jika tubuh mengalami gejala-gejala tersebut. Lebih baik lagi jika segera memeriksakan diri ke rumah sakit agar bisa sedini mungkin mendapatkan penanganan yang tepat.

Salah satu rumah sakit yang dapat menjadi rujukan untuk penanganan penyakit jantung adalah Rumah Sakit EMC.

Rumah Sakit EMC memiliki tim dokter spesialis jantung yang akan menangani berbagai kondisi kesehatan jantung, dari tindakan preventif, screening, hingga perawatan pascaoperasi.

Hidup Sehat Lebih Lama

Sehat adalah nikmat yang luar biasa. Akan sangat menyenangkan jika memiliki tubuh yang sehat. Dengan tubuh sehat, kita bisa berkarya lebih banyak. Kita pun akan punya lebih banyak kesempatan untuk hidup bersama orang-orang yang kita sayangi.

Yuk, perbaiki pola hidup menjadi lebih baik agar dapat hidup sehat lebih lama

Referensi
  • Waspada, Deteksi Dini Penyebab Gagal Jantung Sebelum Terlambat. https://www.emc.id/id/care-plus/waspada-deteksi-dini-penyebab-gagal-jantung-sebelum-terlambat. Diakses tanggal 19 Agustus 2023.
  • Penyakit Jantung Penyebab Utama Kematian, Kemenkes Perkuat Layanan Primer https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220929/0541166/penyakit-jantung-penyebab-utama-kematian-kemenkes-perkuat-layanan-primer/ Diakses tanggal 19 Agustus 2023.

5 komentar

  1. Harus waspada banget sama resiko gagal jantung. Apalagi ada kenalanku yang meninggal karena gagal jantung saat melahirkan. Jadi, harus lebih peduli sama kesehatan Jantung dengan menjalankan hidup sehat.

    BalasHapus
  2. Penyakit gagal jantung gejala awalnya sering gak disadari. Teman hidupku setelah kedua tungkai bengkak, baru ngeh kalau ada masalah di jantung-nya. Padahal tekanan darah, kolesterol normal, tapi benar, perokok dan gaya hidup sebelumnya menjadi pemicu utama. Sehat-sehat semua yang membaca artikelnya mba.

    BalasHapus
  3. Udah banyak kejadian nih yang kena serangan jantung. Tiba-tiba ambruk dan meninggal. Semoga kita bisa menerapkan gaya hidup sehat ya.

    BalasHapus
  4. Penyakit jantung ini silent killer tingkat satu yang mesti diwaspadai banget, apalagi pada masa sekarang di mana banyak orang bergaya hidup sedentari (termasuk aku... hiks). Harus segera rajin olahraga, menerapkan pola makan sehat dan pola hidup sehat sih supaya bisa mencegahnya

    BalasHapus
  5. Jadi keingetan juga nih sama cerita papa mertuanya temenku, dia bahkan sempat nelpon anaknya pas lagi nyeri-nyeri jantungnya. Memang harus dapet penanganan cepat sih kalo udah gitu.

    BalasHapus

Komentar dimoderasi dulu karena banyak spam. Terima kasih.